DPRD Kabupaten Malang Gelar FGD Pengembangan Unit Usaha BUMDes di Kecamatan Kromengan

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Malang | Teropongrakyat.co — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa terus menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Malang. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Unit Usaha BUMDes dalam Rangka Mewujudkan Pendapatan Asli Desa dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa” yang digelar pada Rabu (26/11/2025) di Aula Lantai 2 Kantor Kecamatan Kromengan.

FGD ini berlangsung mulai pukul 09.15 hingga 12.20 WIB dan diikuti sekitar 30 peserta terdiri dari unsur DPRD Kabupaten Malang, Pemerintah Kecamatan, perwakilan OPD, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kromengan, serta para pengurus BUMDes.

DPRD Kabupaten Malang Gelar FGD Pengembangan Unit Usaha BUMDes di Kecamatan Kromengan - Teropong Rakyat

Kegiatan dipimpin langsung oleh Darmadi, S.Sos, Ketua DPRD Kabupaten Malang sebagai penanggung jawab pelaksanaan program penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Tokoh yang Hadir

Beberapa pejabat daerah dan anggota dewan turut hadir, di antaranya:

Alayk Mubarok, M.H.I., M.H (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Fraksi Gerindra)

Busilan, S.H (Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Fraksi PDIP)

Sugianto, S.Pd (Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Fraksi PDIP)

Dofiq Soroanggomo, S.E (Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Fraksi Golkar)

Brian Aga (Perwakilan DPMD Kabupaten Malang)

Baca Juga:  Bea Cukai Malang dan Pemerintah Kota Malang Kembali Gelar Pemusnahan Barang Hasil Penindakan

Stefanus Lodewyk Horsayr, S.STP., M.M (Camat Kromengan)

BUMDes Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa

Dalam sambutannya, Camat Kromengan, Stefanus Lodewyk Horsayr, menegaskan pentingnya BUMDes sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi lokal.

 

BUMDes harus dikelola profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis potensi unggulan desa. Kolaborasi antar desa, pendamping, dunia usaha, dan dukungan DPRD sangat penting untuk mendorong percepatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Dofiq Soroanggomo menekankan bahwa BUMDes adalah instrumen kemandirian ekonomi desa dan bukan sekadar unit usaha biasa.

BUMDes harus dibangun melalui riset potensi, dikelola inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan PADes serta membuka lapangan kerja,” jelasnya

Dukungan Regulasi dan Sinergi Antar Lembaga

Alayk Mubarok, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, menjawab berbagai masukan dan menegaskan komitmen DPRD dalam mendorong penguatan regulasi dan akses permodalan.

 

BUMDes mempunyai kedudukan strategis secara regulatif. DPRD siap mendorong penyusunan payung hukum, termasuk peluang kerja sama dengan SPPG sebagai pasar riil bagi produk BUMDes,” ungkapnya.

Hal itu menanggapi pertanyaan terkait kolaborasi BUMDes dengan Dapur SPPG, terutama dalam penyediaan kebutuhan pangan melalui jaringan distribusi BUMDesma.

Baca Juga:  2 Dari 6 yang Terbaik Jebolan Akmil 90-an, Nomor 1 dan 6 Peraih Adhi Makayasa

Fokus Strategi Pengembangan BUMDes

Seluruh narasumber memberikan poin penting pengembangan BUMDes, di antaranya:

Pemanfaatan potensi unggulan lokal

Profesionalisme dan transparansi tata kelola

Penguatan SDM dan manajemen bisnis

Kemitraan multi-stakeholder, termasuk perbankan dan sektor swasta

Digitalisasi pemasaran dan layanan usaha

Penguatan ekosistem ekonomi desa berbasis kolaborasi

Perwakilan DPMD Kabupaten Malang, Brian Aga, menambahkan bahwa BUMDes harus produktif dan berdaya saing, serta memenuhi persyaratan legal seperti NPWP dan MIB untuk akses fasilitasi.

Kegiatan Berlangsung Lancar

FGD ditutup dengan sesi diskusi aktif dan penyampaian rekomendasi bersama. Kegiatan berakhir pukul 12.20 WIB dengan suasana tertib dan penuh antusiasme.

Kesimpulan

Melalui FGD ini, pemerintah dan DPRD berharap agar:

BUMDes semakin profesional dan berkelanjutan

Terbentuk strategi konkret peningkatan PADes

Terbangun sinergi ekonomi desa hingga level akar rumput

BUMDes menjadi motor kemandirian ekonomi masyarakat desa

Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan DPRD Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kecamatan Kromengan dalam mendorong transformasi ekonomi desa melalui penguatan BUMDes.

Berita Terkait

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau
Pemkot Jakbar Beri Santunan untuk Keluarga Bocah Tenggelam di Cengkareng Drain
Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
Badan Aset Diduga Lindungi Penyerobot Lahan Pemda di Kembangan, Kajari Jakbar Diminta Usut Tuntas
UPRS V Tegaskan Penertiban Parkir di Rusunawa Persakih, Pelaku Pungli Terancam Sanksi
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Amburadul Pengelolaan Aset Pemda, Pasar Jabon Diduga Dipakai Tanpa Kontribusi
Tekan Angka Stunting, Pemdes Beji Gelar Posyandu ILP Anggarkan dari APBDes Fokus Kesehatan Ibu Hamil

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 00:43 WIB

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Kamis, 9 April 2026 - 20:31 WIB

Pemkot Jakbar Beri Santunan untuk Keluarga Bocah Tenggelam di Cengkareng Drain

Kamis, 9 April 2026 - 12:28 WIB

Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 7 April 2026 - 17:04 WIB

Badan Aset Diduga Lindungi Penyerobot Lahan Pemda di Kembangan, Kajari Jakbar Diminta Usut Tuntas

Selasa, 7 April 2026 - 11:14 WIB

UPRS V Tegaskan Penertiban Parkir di Rusunawa Persakih, Pelaku Pungli Terancam Sanksi

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB