Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTTanggapi Pernyataan Syaiful Mujani, Yohanes Oci: Demokrasi Harus Dijaga dan Perlu Pahami BatasannyaKomentar: 0

Tanggapi Pernyataan Syaiful Mujani, Yohanes Oci: Demokrasi Harus Dijaga dan Perlu Pahami Batasannya

Teropong Rakyat, 8 April 2026, 04:54 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta.Teropongrakyat.co- Jakarta. Direktur Eksekutif Puspolrindo, Yohanes Oci, menanggapi pernyataan pengamat politik SMRC, Syaiful Mujani, yang belakangan memicu perdebatan di ruang publik. Yohanes menilai, demokrasi memang memberi kebebasan kepada setiap warga negara untuk berbicara, tetapi kebebasan itu tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab moral dan kepentingan menjaga persatuan bangsa.

Menurut Yohanes, demokrasi di Indonesia telah menyediakan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, kritik, maupun penilaian terhadap situasi politik. Namun, ia mengingatkan bahwa ruang tersebut bukan tanpa batas, terlebih bila pernyataan yang disampaikan berpotensi menimbulkan kegaduhan dan memperlebar polarisasi di tengah masyarakat.

“Demokrasi itu memberi ruang bagi semua orang, tetapi bukan berarti bebas tanpa tanggung jawab. Apalagi jika yang berbicara itu seorang publik figur yang memiliki pengaruh besar terhadap opini masyarakat,” kata Yohanes Oci (8/04)

Baca Juga:  POLISI SAHABAT ANAK (POLSANAK) POLRES METRO JAKARTA UTARA

Ia menegaskan, di tengah situasi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, Indonesia justru membutuhkan suasana politik yang tenang dan stabil. Karena itu, menurutnya, setiap pendapat yang dapat memperkeruh keadaan perlu disikapi secara kritis agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan berbangsa.

“Ketika kondisi dunia sedang tidak menentu, yang dibutuhkan bangsa ini adalah ketenangan dan soliditas nasional. Jangan sampai demokrasi justru disalahartikan sebagai kebebasan untuk memperuncing keadaan,” ujarnya.

Yohanes juga menilai bahwa kepentingan menjaga keutuhan negara harus ditempatkan di atas kepentingan narasi politik sesaat. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jika tidak dikelola dengan bijak, perbedaan itu bisa berubah menjadi sumber perpecahan.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Kapolres Jakbar Terkait Viral Pendemo Diminta Uang Tebusan

“Perbedaan pendapat itu biasa dalam demokrasi. Yang berbahaya adalah ketika perbedaan itu dibiarkan berkembang tanpa arah dan tanpa tanggung jawab. Pada titik itu, yang terancam bukan hanya suasana politik, tetapi juga persatuan nasional,” tegasnya.

Karena itu, Yohanes menyerukan agar para elite politik, akademisi, dan pengamat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini. Menurutnya, Indonesia membutuhkan suara-suara yang menyejukkan, bukan pernyataan yang justru memperbesar jarak di tengah masyarakat.

“Keutuhan negara harus menjadi batas yang tidak boleh dilampaui. Demokrasi semestinya memperkuat persatuan, bukan menjadi jalan untuk menciptakan kegaduhan baru. Di situlah kedewasaan kita sebagai bangsa diuji,” pungkasnya.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain