Skandal BUMD BDS Menguap, Forum Korban Serukan Investigasi KPK dan Kejaksaan

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG –(teropongrakyat.co) Para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Korban PT Bandung Daya Sentosa (BDS) menjerit akibat belum dibayarkannya kewajiban oleh PT BDS Perseroda milik Pemkab Bandung. Total nilai tunggakan ditaksir mencapai Rp105,4 miliar dan berpotensi menjerat PT BDS dalam dugaan tindak pidana.

 

Kasus ini mencuat dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Bale Bandung pada Senin (7/7/2025), di mana salah satu kuasa hukum korban, Daniel Hutabarat, menyampaikan kritik tajam terhadap lemahnya respons pemerintah daerah dan manajemen PT BDS.

 

“Jadi ada apa ini antara BDS dengan Bapak Bupati? Ini menjadi pertanyaan. PT BDS belum membayar kewajibannya kepada para supplier hingga hampir Rp100 miliar lebih. Ini preseden buruk bagi pemerintahan di Kabupaten Bandung,” ujar Daniel.

 

Menurut Daniel, bila tuntutan hukum melalui pengadilan tidak membuahkan hasil, pihaknya siap menempuh jalur lain yang lebih luas. “Kami akan melaporkan dugaan pelanggaran ke Kejaksaan Agung, KPK, Kemendagri, hingga Presiden RI,” tegasnya

 

Persoalan ini menjadi semakin ironis mengingat pada tahun 2024, PT BDS sempat mendapatkan penghargaan karena dinilai berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung. Namun, mulai Agustus 2024, perusahaan tersebut tidak lagi membayarkan kewajibannya kepada para kreditur.

Baca Juga:  Pawai Obor dan Karnaval Kostum Meriahkan Sambutan Bulan Suci Ramadhan di RW 08 Sunter Agung

 

“Bagaimana bisa perusahaan menutup buku tahunan dan setor hasil PAD ke daerah, sementara hak-hak krediturnya belum dibayarkan? Seharusnya kewajiban itu diselesaikan dulu kepada para suplier,” tambah Daniel.

 

Pihak forum mendesak Bupati Bandung untuk bersikap tegas terhadap direksi PT BDS. Bila tidak, para korban menyatakan siap melakukan langkah hukum lanjutan dan menggelar konferensi pers besar-besaran untuk membuka dugaan penyimpangan secara publik.

Skandal BUMD BDS Menguap, Forum Korban Serukan Investigasi KPK dan Kejaksaan - Teropong Rakyat

“Kami harap pengadilan mengabulkan semua gugatan kami,” tutup Daniel usai persidangan.

 

Hingga berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari pihak PT BDS maupun Pemerintah Kabupaten Bandung terkait kasus tersebut.

 

subjudul: *Direktur PT BDS Dilaporkan ke Polda Jabar, Kerugian Capai Puluhan Miliar*

 

Terpisah, Seorang korban bernama Yuan Nilasari resmi melaporkan Direktur PT Bandung Daya Sentosa (BDS), Yanuar Budinorman, ke Polda Jawa Barat atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Laporan ini teregister dalam Nomor: LP/B/200/V/2025/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

 

Dalam laporan tersebut, Yuan mengungkap bahwa kerugian yang dialaminya akibat kerja sama fiktif dalam pengadaan barang mencapai Rp 33.156.127.295. Kronologinya bermula dari penawaran kerja sama yang dilakukan oleh terlapor, dengan dalih pengadaan barang untuk kebutuhan PT BDS melalui perusahaan lain, PT Cahaya Frozen Raya. Namun setelah barang dikirim, pihak pelapor tidak kunjung menerima pembayaran.

Baca Juga:  Aktivis Pengemudi Yamin Menang Perjuangan Hukum, Hak Pesangon Dibayar Penuh oleh Perusahaan

 

Diduga kuat, modus operandi melibatkan penggunaan PO (Purchase Order) palsu dan berita acara fiktif. Barang dikirim ke lokasi yang ditunjuk, namun hingga batas waktu yang disepakati, pelapor tidak mendapatkan haknya.

 

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan pelaku usaha terhadap PT BDS Perseroda milik Pemkab Bandung, yang sebelumnya juga digugat karena dugaan gagal bayar senilai Rp105,4 miliar kepada puluhan kreditur lainnya.

 

Dan parahnya lagi, indofarm diarahkan membeli daging ayam untuk memenuhi pesanan PT BDS ke PT Multi Sinergy prima atas arahan langsung oleh Yanuar Budinorman sebagai dirut BDS.

 

“Jadi, kami diarahkan untuk membeli daging ayam ke PT Multy Sinergy Prima, lalu daging ayam tersebut diserahkan ke BDS, dan dari BDS baru diserahkan ke cahaya frozen jadi sebetulnya uang kami hanya berkutat di situ-situ saj. Tiga perusahaan ini berkolaborasi melakukan kejahatan ini,” tandasnya

Berita Terkait

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau
Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor
Lurah Mustikasari Sidak Proyek Kabel Optik, Aktivitas Dihentikan Sementara
Sucikan Hati, Eratkan Persaudaraan: Pesan Kuat di Halal Bihalal PWJU
Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
Motor Listrik untuk SPPG Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Lebih Murah dari Harga Pasaran
Dewan Kota Jakarta Utara Tinjau Pelayanan Rumah Sakit Cilincing, Pastikan Warga Terlayani dengan Baik
Jalan MT Haryono Setu Rusak Parah, Pengguna Jalan Khawatir

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 00:43 WIB

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Jumat, 10 April 2026 - 23:10 WIB

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

Lurah Mustikasari Sidak Proyek Kabel Optik, Aktivitas Dihentikan Sementara

Jumat, 10 April 2026 - 15:58 WIB

Sucikan Hati, Eratkan Persaudaraan: Pesan Kuat di Halal Bihalal PWJU

Kamis, 9 April 2026 - 12:28 WIB

Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB

Breaking News

Sucikan Hati, Eratkan Persaudaraan: Pesan Kuat di Halal Bihalal PWJU

Jumat, 10 Apr 2026 - 15:58 WIB