Program Cahaya Ceria di TK Negeri Pembina Kota Batu, Kenalkan Inovasi Belajar Geometri Lewat Eksplorasi Cahaya dan Sensorik

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Batu | Teropongrakyat.co – Suasana ruang kelas di TK Negeri Pembina Kota Batu tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada lampu terang benderang yang menyinari seluruh ruangan, melainkan pendaran cahaya warna-warni dan bayangan artistik yang menghiasi dinding.

Melalui program bertajuk “Cahaya Ceria”, sekolah ini memperkenalkan metode edukasi inovatif menggunakan media cahaya untuk mengenalkan bentuk geometri sekaligus mengasah kemampuan sensorik peserta didik.

Kegiatan ini mengajak anak-anak mengeksplorasi dunia visual melalui light table (meja cahaya) dan proyektor sederhana. Dengan memanfaatkan benda-benda transparan berbentuk lingkaran, segitiga, dan persegi, para siswa diajak untuk menyusun pola di atas sumber cahaya.

Kepala TK Negeri Pembina Kota Batu menyatakan, bahwa inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret namun menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal nama bentuk, tetapi merasakan pengalaman bagaimana cahaya bekerja. Saat mereka meletakkan balok transparan di atas cahaya, mereka belajar tentang dimensi, warna, dan presisi secara natural,” ujarnya. kepada awak media, pada Senin (23/2/2026).

Baca Juga:  Arema FC vs Persita, Polres Malang Turunkan 552 Personel Amankan Laga BRI Super League

Selain pengenalan geometri, metode “Cahaya Ceria” ini dirancang khusus untuk stimulasi sensorik. Dalam salah satu sesi, anak-anak diminta menangkap bayangan bentuk yang bergerak di dinding. Aktivitas ini terbukti efektif melatih koordinasi mata dan tangan (koordinasi visual-motorik) serta meningkatkan konsentrasi anak.

Tri Ulfa Rosida selaku guru pendidikan anak usia dini yang mendampingi kegiatan ini menjelaskan, bahwa stimulasi visual melalui permainan cahaya mampu mengaktifkan sel saraf otak secara lebih optimal.

“Permainan cahaya dan bayangan menciptakan rasa ingin tahu yang tinggi. Secara tidak sadar, anak-anak sedang berlatih memecahkan masalah saat mereka mencoba menyesuaikan jarak benda agar bayangannya terlihat jelas,” ungkapnya.

Keriuhan ceria pecah saat anak-anak mulai membuat “pola geometri bercahaya”. Mereka berdecak kagum melihat bagaimana sebuah benda kecil bisa memproyeksikan bentuk bintang atau kotak yang besar dan bercahaya di dinding kelas.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Kerahkan Tim Inafis Lakukan Identifikasi Korban Pesawat Jatuh di Pohuwato

Salah satu orang tua siswa mengaku sangat mendukung program ini. Menurutnya, pendekatan seperti ini membuat anak lebih bersemangat berangkat ke sekolah.

“Anak saya jadi sering bercerita tentang ‘sihir cahaya’ di kelas. Sebagai orang tua, saya senang karena edukasi formal dikemas begitu kreatif sehingga anak tidak merasa sedang dipaksa belajar,” tuturnya.

TK Negeri Pembina Kota Batu berharap, agar program “Cahaya Ceria” ini dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Wisata ini untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan futuristik.

Dengan memadukan teknologi sederhana dan kurikulum merdeka, sekolah ini membuktikan bahwa belajar geometri tidak harus kaku, melainkan bisa semenarik pendar cahaya di kegelapan.

Berita Terkait

Semangat 1 Muharam, PSM Jawa Barat Siap Melangkah dengan Kepengurusan Baru
Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Telusuri Keberadaan Barang Bukti Asli Kasus Sabu 3 Kilogram
Mantan Jurnalis Senior Malang Raya, Ryan Ariyanto Setiawan Meninggal Dunia, Sosoknya dikenal Tularkan Ilmu Jurnalistik dan Low Profile
Yakuza Maneges Bantah Ambil Alih Kewenangan Aparat, Sebut Penyegelan Ponpes Bentuk Sikap Moral
Ketua PBNU Bidang Keagamaan:Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum
Badan Musyawah (Bamus) Betawi Mengelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan Tema “Menyosong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global”
Polsek Kelapa Dua Amankan Terduga Penjual Obat Daftar G di Bojong Nangka, Ratusan Butir Obat Disita
Ribuan Warga Sunter Agung Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Pelataran JIS

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:06 WIB

Semangat 1 Muharam, PSM Jawa Barat Siap Melangkah dengan Kepengurusan Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:26 WIB

Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Telusuri Keberadaan Barang Bukti Asli Kasus Sabu 3 Kilogram

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:57 WIB

Yakuza Maneges Bantah Ambil Alih Kewenangan Aparat, Sebut Penyegelan Ponpes Bentuk Sikap Moral

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:22 WIB

Ketua PBNU Bidang Keagamaan:Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badan Musyawah (Bamus) Betawi Mengelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan Tema “Menyosong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global”

Berita Terbaru