Peredaran Obat Keras di Pedurenan, Kec. Mustikajaya Semakin Merajalela, APH di Nilai Tutup Mata.

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, TeropongRakyat.co. Keresahan masyarakat akan peredaran Obat Keras Golongan G dan Obat Keras Terbatas ‘K’ seperti Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidil, Alprazolam, Riklona, Dumolid dan lain sebagainya marak di wilayah hukum Polsek Bantargebang.

Hasil pantauan awak media di Perumahan Permata Legenda 3 terdapat bedeng kecil di Jl Kelaa Dua Pedurenan, Kec Mustikajaya. Dengan bebas mereka menjual obat-obatan yang seharusnya disertai resep Dokter dan tanpa tidak menutup kemungkinan menyasar para pelajar.

Peredaran Obat Keras di Pedurenan, Kec. Mustikajaya Semakin Merajalela, APH di Nilai Tutup Mata. - Teropong Rakyat

“Saya pernah menemukan bungkus obat di kantong celana sekolah keponakan saya berusia kelas 8 SMPN. Saat ditanya obat untuk apa anak saya marah. Setelah saya cari tahu, ternyata itu jenis obat-obatan keras yang dibilang pil koplo. Saya berharap kepada pihak Kepolisian agar dapat menindak penjual obat tersebut,” ujar Zidan yang juga merupakan warga sekitar, warga sekitar yang notabene tempat tinggalnya tidak jauh dari bedeng kecil tersebut.

Pada kesempatan yang sama, setelah melakukan interogasi secara persuasif redaksi kembali menanyakan oleh penjaga toko siapa bos dari toko obat tersebut, hingga penjaga toko mengakui jika toko tersebut milik Arif seorang pemuda asal Aceh dan ikut bergabung dengan group Aceh Serumpun.”

Baca Juga:  Satgas Yonif 509 Kostrad Gelar Program ROSITA di Intan Jaya, Papua

Terpisah, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Peduli Tanah Air (Sekjend Dpp Lsm Gempita) Drs. Aris Sucipto M.si menaruh kecurigaan dibalik peredaran pil koplo yang Kebal hukum.

“Padahal sudah jelas tramadol maupun Hexymer sendiri merupakan obat yang berkerja pada sistem saraf, sehingga memberikan efek halusinasi pada penggunanya. Dan jika dikonsumsi berlebih akan menimbulkan kejang serta kerusakan pada saraf hingga mengakibatkan pengguna bertindak diluar kesadaran seperti melakukan tindak kriminal dan lainnya,” jelas Aris.

“Selain tanpa Nomor Izin Edar dari BPOM, Tramadol dan kawan-kawan nya ini dapat dengan mudah untu menjual kepada semua kalangan tanpa harus menunjukan resep obat, “sambung Aris.

Baca Juga:  Video Buaya di Pantai Watu Leter Viral, Polres Malang Minta Wisatawan Tak Panik

Yang jadi pertanyaan besar adalah, peran Polda Metro Jaya beserta jajaran sebagai Aparat Penegak Hukum, kinerjanya patut dipertanyakan, lah, kan sudah jelas aturan mainnya sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1963 Tentang Farmasi.

Sudah seharusnya Aparat Penegak Hukum mengambil langkah tegas. Atau memang peredaran obat-obatan tersebut dijadikan lahan basah bagi kebanyakan “oknum” yang tidak bertanggung jawab. “Sudah seharusnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih mempersempit ruang gerak para kartel Obat-obatan keras.,” ujar Aris.

“Dan Melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi, saya berharap penyakit masyarakat (pekat) yang satu ini dapat di tindak tegas terhadap pemain dan pengguna sesuai peraturan Perundang-undang yang ada, “ pungkas Aris.

Dalam waktu dekat Redaksi bersam warga sekitar untuk menutup paksa toko obat keras tersebut, karena dirasa sangat meresahkan.

Penulis : Rocky A.K

Editor : MRA

Berita Terkait

Polsek Setu Gelar Program “Sabuk Kamtibmas”, Gandeng Ormas dan Ojol Perkuat Sinergi Keamanan
Saksi Ngaku Diancam Tembak, Tubagus Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Periksa Oknum Jaksa
Dugaan Pungli Pasar Bantar Gebang,Saksi Ngaku Diancam Tembak Jaksa, HP Disita
Dugaan Pemaksaan Identitas di Jepara: Data Tak Jelas, Dukcapil Disorot, Ahli Waris Tempuh Jalur Pengaduan
Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Usut Dugaan Hilangnya Kali Ciputat di Kawasan Bintaro Xchange
Rahmad Sukendar Minta Klarifikasi Istana soal Isu Hoaks Libatkan Seskab dan Pangkopassus
Polres Batu Ringkus Terduga Pelaku Pencurian Belasan Keping Emas di Ngantang
Terungkap! Dua Gudang Oli di Cipondoh Kembali Beroperasi Usai Tutup Sementara

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:34 WIB

Polsek Setu Gelar Program “Sabuk Kamtibmas”, Gandeng Ormas dan Ojol Perkuat Sinergi Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 10:55 WIB

Saksi Ngaku Diancam Tembak, Tubagus Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Periksa Oknum Jaksa

Jumat, 24 April 2026 - 09:13 WIB

Dugaan Pungli Pasar Bantar Gebang,Saksi Ngaku Diancam Tembak Jaksa, HP Disita

Kamis, 23 April 2026 - 19:41 WIB

Dugaan Pemaksaan Identitas di Jepara: Data Tak Jelas, Dukcapil Disorot, Ahli Waris Tempuh Jalur Pengaduan

Kamis, 23 April 2026 - 07:45 WIB

Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Usut Dugaan Hilangnya Kali Ciputat di Kawasan Bintaro Xchange

Berita Terbaru

Breaking News

Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:14 WIB