Opini: Jejak Epstein di Dunia Kripto, Antara Fakta, Spekulasi, dan Etika Ekosistem Digital

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Potret: ilustrasi )

Teropongrakyat.co – Munculnya nama Jeffrey Epstein dalam dokumen Epstein Files yang mengaitkannya dengan investasi di Coinbase pada 2014 serta hubungan finansial dengan Blockstream kembali memantik perdebatan publik. Bukan semata soal kripto, melainkan tentang bagaimana figur dengan rekam jejak kelam bisa bersinggungan dengan ekosistem yang selama ini diklaim menjunjung transparansi dan kebebasan.

Fakta bahwa Epstein pernah menanamkan modal di sektor kripto pada fase awal perkembangan Bitcoin menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah ekosistem digital benar-benar kebal dari masuknya modal bermasalah, atau justru mengulang pola lama dunia keuangan konvensional?

Baca Juga:  Menyoroti Pelanggaran Etika dan Hukum oleh Aparat Kepolisian

Meski tidak ditemukan bukti keterlibatan Epstein dalam pengembangan teknis maupun kode Bitcoin, upayanya mendekati kontributor awal tetap layak dicermati. Dunia kripto kerap diposisikan sebagai antitesis sistem lama—lebih bersih, terbuka, dan bebas kepentingan. Namun realitas menunjukkan, di mana ada potensi keuntungan besar, di situ modal dari berbagai latar belakang akan mencoba masuk.

Penting untuk menempatkan isu ini secara proporsional agar tidak menyesatkan publik. Bitcoin dikembangkan secara terbuka oleh komunitas global, dengan proses yang dapat diaudit siapa pun. Sejarah teknisnya tidak bisa dikendalikan oleh satu investor. Namun, secara etis, industri kripto tetap memiliki tanggung jawab moral untuk lebih selektif dan transparan dalam relasi bisnis.

Baca Juga:  Seorang Paskibra, Dirinya Memberikan Pesan Kepada Rekan Siswa Pelajar di HUT RI ke 80

Kasus Epstein seharusnya menjadi alarm bagi pelaku industri dan komunitas kripto. Desentralisasi teknologi tidak otomatis melahirkan desentralisasi nilai. Tanpa kesadaran etika kolektif, kripto berisiko mengulang kesalahan sistem lama—menerima modal tanpa mempertanyakan asal-usul dan dampaknya.
Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu atau platform tertentu, melainkan kepercayaan publik terhadap masa depan keuangan digital itu sendiri.

Penulis: Rocky
Media: teropongrakyat.co

Berita Terkait

Ctp Ringankan Beban Untuk Warga Terdampak Banjir
Ketika Akal Bertemu Nurani: Einstein, Al-Qur’an, dan Ujian Peradaban
Bertemu di FGD: Pemerintah dan BUJT Sinyalir Perkuatan Pemenuhan Standar Pelayanan Jalan Tol
Advokat dan Negarawan: Gugatan Konstitusional sebagai Jalan Reformasi
PT Pelindo Solusi Logistik Cepat Tanggap Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Jakarta Utara
Dari Lingkungan hingga UMK, Program TJSL PT Pelindo Solusi Logistik 2025 Berikan Dampak Nyata Kepada Masyarakat
Mutasi Pejabat Polri 2026: Selaraskan Kapasitas SDM dengan Prioritas Keamanan dan Pembangunan
Lokasi Pernah Aman Kini Terendam Banjir, Warga Minta Pemerintah Periksa Pintu Air dan Saluran ke Laut

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:07 WIB

Opini: Jejak Epstein di Dunia Kripto, Antara Fakta, Spekulasi, dan Etika Ekosistem Digital

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:53 WIB

Ctp Ringankan Beban Untuk Warga Terdampak Banjir

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:48 WIB

Ketika Akal Bertemu Nurani: Einstein, Al-Qur’an, dan Ujian Peradaban

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:55 WIB

Bertemu di FGD: Pemerintah dan BUJT Sinyalir Perkuatan Pemenuhan Standar Pelayanan Jalan Tol

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:00 WIB

Advokat dan Negarawan: Gugatan Konstitusional sebagai Jalan Reformasi

Berita Terbaru

Breaking News

Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam di Malang Selatan

Jumat, 6 Feb 2026 - 22:12 WIB