Maraknya Peredaran Rokok Ilegal Dari China, Siapa Bertanggung Jawab?

- Jurnalis

Jumat, 8 Maret 2024 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maraknya Peredaran Rokok Ilegal Dari China, Siapa Bertanggung Jawab?

Jakarta-TeropongRakyat.co || Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Nasional Pemantau dan Pemberdayaan Aset Negara (LNPPAN) dalam waktu dekat akan membuat laporan peredaran rokok Illegal dari China di Jakarta. Peredaran rokok Illegal ini ditemukan berdasarkan laporan masyarakat dan pengembangan tim investigasi LNPPAN.

“Puluhan kardus rokok Illegal ini ditemukan di salah satu kos-kosan di kawasan Green Ville Jakarta Barat. Rokok tersebut dibungkus dengan kotak pempers bayi untuk mengelabui,” jelas Tony Simanjuntak, Wakil Ketua Umum Bagian Penindakan dalam siaran pers yang diterima awak redaksi TeropongRakyat.co, Jum’at (8/03).

Baca Juga:  Badan Aset Diduga Lindungi Penyerobot Lahan Pemda di Kembangan, Kajari Jakbar Diminta Usut Tuntas

Rokok illegal ini, informasinya diperdagangkan melalui pesan kurir, Ojek Online, titipan kilat dan aplikasi. Diduga praktik peredaran rokok illegal dilakukan warga negara China berinisial (WY) yang katanya berinvestasi di Indonesia melalui PT GRANGMA HOME. (WY) sendiri ketika ditemui, berdalih bahwa rokok tersebut konsumsi pribadinya.

“Rokok Illegal yang ditemukan kebanyakan bermerk JINYEXIANG. Tahun 2022, peredaran rokok Illegal ini pernah diamankan Bea Cukai Makassar, namun tidak tau kenapa masih bisa beredar seperti di kutip dari laman media online metrosulteng.com di Makassar, peredaran utamanya ke daerah Morowali,” terang Tony.

Baca Juga:  Kapolres Kuansing Hadiri Hari Ketiga Event Nasional Pacu Jalur Tradisional 2024 di Teluk Kuantan

Rabu (06/03/2024), pihak LNPPAN menyambangi Polres Jakarta Barat guna melaporkannya. Namun pihak Polres menyarankan agar langsung membuat aduan ke Bea Cukai. Pasalnya menurut mereka, terkait hal peredaran rokok illegal menjadi ranah dan tanggung jawab Bea Cukai.

Meskipun mendapat penolakan, pihak LNPPAN tidak akan berhenti. LNPPAN akan membuat aduan ke Bea Cukai pusat. “Kami segera akan laporkan, ini menyangkut kerugian yang dialami Negara,” tegas Tony.

 

Berita Terkait

Prajurit Korem 161/Wira Sakti Hadirkan Keceriaan bagi Anak-Anak Terdampak Gempa NTT
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Pimpin Langsung Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan
TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah
JJOS Pelayanan Dan Pengamanan Bantuan Kemanusiaan PMI ke NTT melalui Kapal Laut dari Tanjung Priok
Hari Kedelapan Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 695,170 Ton Bantuan
Pangdam V/Brawijaya Ajak Alumni Akmil 97 Berbagi Kasih dengan Anak Disabilitas di Pakisaji
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
TNI Siagakan 66.510 Personel Tangani Karhutla di Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Prajurit Korem 161/Wira Sakti Hadirkan Keceriaan bagi Anak-Anak Terdampak Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Pimpin Langsung Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:26 WIB

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Hari Kedelapan Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 695,170 Ton Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:11 WIB

Pangdam V/Brawijaya Ajak Alumni Akmil 97 Berbagi Kasih dengan Anak Disabilitas di Pakisaji

Berita Terbaru

Breaking News

Waspada Investasi Bodong di Perusahaan Pialang Ilegal!

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:07 WIB

TNI – Polri

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:26 WIB