Malang | Teropongrakyat.co – Koramil 0818/12 Bantur terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan di lingkungan sekolah. Kali ini, Koramil Bantur memberikan pelatihan Latihan Baris Berbaris (LBB), penyuluhan bahaya narkoba, dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada sekitar 400 siswa SD Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 14.00 WIB tersebut dipandu oleh personel Koramil Bantur, Peltu Tomy Umbarsono dan Kopda Tony Wijaya. Turut hadir Kepala SD Negeri 1 Bantur Sirum, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Bantur Agus Imam Syafi’i, S.Pd., M.Pd., beserta para guru pendamping.
Melalui kegiatan ini, Koramil Bantur tidak hanya melatih kedisiplinan siswa melalui latihan baris-berbaris, tetapi juga memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Peltu Tomy Umbarsono mengatakan, pembinaan kepada pelajar merupakan salah satu bentuk kepedulian Koramil Bantur dalam mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki rasa cinta tanah air.
“Koramil Bantur berkomitmen mendukung pembentukan karakter generasi muda. Melalui latihan baris-berbaris, edukasi bahaya narkoba, dan wawasan kebangsaan, kami berharap para siswa menjadi pribadi yang disiplin, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu menjauhi narkoba yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Peltu Tomy Umbarsono.
Ia menambahkan, Koramil Bantur akan terus bersinergi dengan sekolah-sekolah di wilayah binaannya untuk memberikan pembinaan kepada para pelajar, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Koramil Bantur berharap pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat karakter pelajar sekaligus menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, dan kesadaran akan bahaya narkoba sejak usia dini.



























































