_Teropongrakyat,_ JAKARTA – Tepat ketika jarum jam menunjuk pukul 00.00 WIB, dentuman kembang api bersahut-sahutan memecah keheningan malam. Detik-detik pergantian Tahun Baru 2026 yang seharusnya berlangsung khidmat justru diwarnai letupan cahaya dan suara keras yang menggema di langit Tanjung Priok.
Rabu, 1 Januari 2026, dini hari, langit kawasan pesisir Jakarta Utara itu seketika berubah warna. Kilatan merah, hijau, dan emas berpendar di atas permukiman padat penduduk, memantul di antara atap rumah dan gang-gang sempit, menciptakan pemandangan yang kontras sekaligus ironis.
Pemandangan tersebut bertolak belakang dengan larangan resmi penggunaan kembang api dan petasan yang sebelumnya ditegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai bentuk empati dan penghormatan terhadap para korban bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera menjelang akhir tahun.
Pemerintah daerah juga telah mengimbau masyarakat untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana dan aman, tanpa pesta kembang api yang berpotensi memicu kebakaran serta mengganggu ketertiban umum. Namun, imbauan tersebut tampak tak sepenuhnya bergema hingga ke tingkat akar rumput.
Realitas di lapangan berkata lain. Di berbagai sudut Tanjung Priok, warga tetap menyalakan kembang api dalam beragam ukuran. Pantauan wartawan, dari lapangan terbuka hingga lorong-lorong permukiman, cahaya letupan terus bermunculan selama lebih dari 30 menit pertama setelah tahun berganti.
Suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer, menandakan bahwa larangan itu seolah kehilangan daya tekan. Malam pergantian tahun pun berubah menjadi potret ketimpangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.
Seorang warga Kelurahan Tanjung Priok, Arief (30), mengaku pemandangan tersebut telah menjadi “ritual tahunan” yang sulit dibendung.
“Setiap tahun juga dilarang, tapi tetap saja ada. Orang-orang sudah beli dari jauh hari. Rasanya Tahun Baru tanpa kembang api itu sepi,” ujarnya sambil merekam langit dengan ponselnya.
Penulis : Rahman























































