FSP BUMN Bersatu Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongrakyat.co – Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden Ke-2 RI Soeharto.

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono menilai mantan Presiden Soeharto tidak saja layak mendapat gelar sebagai Jenderal Besar, tetapi juga pantas diberi gelar pahlawan nasional.

“Mantan Presiden Soeharto bukan saja sebagai seorang prajurit yang mulai dikenal luas saat Serangan 1 Maret, tetapi ia juga tak ada cacatnya sebagai prajurit. Berjuang untuk kepentingan bangsa,” kata Arief Poyuono.

Contohlah Buya Hamka
Arief menyinggung peran Soeharto dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang secara terkoordinasi direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman.

Serangan itu untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih ada dan tidak menyerah pada Belanda.

Baca Juga:  3 Polisi Gugur Ditembak di Kepala Termasuk Kapolsek, Saat Grebek Judi Sabung Ayam, Ini Kronologinya

Kemudian, pada 1962, Soeharto menjadi Panglima Komando Mandala dalam operasi pembebasan Irian Barat. Menurutnya, peran penting Soeharto di berbagai pergerakan militer membuktikan pengaruh kuat dalam kemerdekaan.

“Cara pandang sejarah terhadap Soeharto ini tidak bisa hitam putih. Sebagai pahlawan nasional, tidak bisa mengabaikan fakta sejarah. Tetapi tidak bisa juga mengabaikan kontribusinya dalam kemerdekaan,” ujarnya.

Ketua Harian FSP BUMN Bersatu, Djusman Hi Umar mengatakan peran Soeharto bukan hanya sebagai prajurit, tetapi juga telah berbuat di bidang pembangunan ekonomi yang manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Sebagai contoh, program transmigrasi di era Soeharto dianggap sukses karena mencapai puncak implementasinya dan memindahkan jutaan orang dari Jawa, Bali, dan Lombok ke wilayah lain dengan menyediakan fasilitas dasar seperti rumah, sekolah, puskesmas, lahan, dan jalan.

Baca Juga:  Selain Kasus Judi Online, Budi Arie Juga di Periksa Polda Metro Terkait  Dugaan Korupsi 

“Program itu bertujuan untuk pemerataan pembangunan, integrasi nasional, dan menciptakan pusat-pusat pertanian baru,” kata Djusman.

Kemudian, program Sekolah Inpres era Presiden Soeharto sukses karena berhasil membangun lebih dari 61.000 SD Inpres dalam 5 tahun, meningkatkan angka partisipasi SD secara drastis dari 69% menjadi 90%, dan menurunkan angka buta aksara secara signifikan (hingga 15,8% pada 1990).

Kesuksesan tersebut berlanjut hingga tahun 1994 dengan total hampir 150.000 unit SD yang dibangun dan lebih dari 1 juta guru yang ditempatkan. Program itu juga diakui secara internasional dan menerima penghargaan dari UNESCO pada 19 Juni 1993.

“Selain itu, jelas mantan Presiden Soeharto berkontribusi secara nyata sebagai pemimpin atau pejuang, serta tidak pernah mengkhianati negara dan bangsa Indonesia,” Djusman.

Berita Terkait

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan
Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri
Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir
Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos
ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian
Dugaan Temuan Solar dalam Jumlah Banyak di Telukjambe Timur, APH Diminta Segera Lakukan Pemeriksaan
Perjuangan Yasmin Melawan Autoimun Langka, Kepedulian Warga dan Pemkot Jakarta Utara Mulai Ringankan Beban Pengobatan
Bekas Galian PAM di Jalan Malaka 3 Rorotan Disorot, Jalan Beton Ditambal Seadanya, BPK Diminta Audit

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:49 WIB

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:24 WIB

Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir

Selasa, 8 September 2026 - 19:30 WIB

Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos

Selasa, 8 September 2026 - 18:39 WIB

ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian

Berita Terbaru

Pemerintahan

Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:15 WIB

TNI – Polri

Manuver Pertempuran Darat Memperkuat Interoperabilitas di SGS 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

TNI – Polri

CYBEREX SGS 2026 Tingkatkan Kesiapan Siber Melalui Technical Review

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:35 WIB