Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Setelah sekian lama menyuarakan keluhan terkait akses jalan yang sempit dan persoalan banjir rob yang terus menghantui permukiman, warga Marunda Pulo akhirnya mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.
Pada Rabu, 22 Juli 2026, perwakilan warga Marunda Pulo mendatangi Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait rencana pelebaran Jalan Marunda Pulo serta kejelasan penanganan Proyek Pintu Air Marunda yang selama ini menjadi sorotan publik.

Dalam pertemuan tersebut, warga didampingi oleh Dewan Kota Jakarta Utara, Epriyanto, dan diterima langsung oleh Wawan Budi Rohman, S.Sos., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara.
Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah perwakilan dari Sudin Perumahan, Sudin Bina Marga, serta Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara untuk mendengarkan dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Epriyanto menyampaikan kritik terhadap rumitnya proses birokrasi yang selama ini dirasakan masyarakat dalam memperjuangkan kebutuhan dasar mereka.
“Jangan cuma perusahaan swasta atau BUMN saja yang mudah membangun sana-sini. Giliran masyarakat sendiri meminta pembangunan pelebaran jalan saja sulit sekali, terlalu banyak birokrasi,” tegas Epriyanto di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, akses jalan yang memadai merupakan kebutuhan mendasar warga yang sudah bertahun-tahun diperjuangkan. Oleh karena itu, ia mengaku siap mempertaruhkan jabatannya demi memperjuangkan hak-hak masyarakat Marunda Pulo.
Pemkot Langsung Turun ke Lapangan
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wawan Budi Rohman tidak hanya mendengarkan keluhan warga dalam ruang rapat. Pada hari yang sama, ia bersama jajaran terkait langsung melakukan peninjauan lapangan guna melihat kondisi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga karena pemerintah dinilai tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga turun langsung melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Sejumlah Tindak Lanjut untuk Pintu Air Marunda
Berdasarkan hasil monitoring lapangan di kawasan Pintu Air Marunda, sejumlah tindak lanjut disepakati untuk segera dilakukan.
Pertama, pemasangan geobag yang belum terpasang akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan tanggul guna mengurangi risiko limpasan air laut saat terjadi rob.
Kedua, pihak terkait memastikan bahwa pintu air akan terus mendapatkan perawatan rutin agar seluruh komponen dapat berfungsi secara optimal dalam pengendalian banjir.
Ketiga, direncanakan adanya penambahan sistem otomasi pintu air sehingga pengoperasian dapat dilakukan lebih cepat dan efektif saat menghadapi kondisi darurat maupun pasang air laut.
Selain itu, muncul usulan penting terkait penutupan tanggul NCICD pada titik yang hingga kini masih terbuka. Usulan tersebut akan diteruskan kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta agar perlindungan kawasan pesisir dari banjir rob dapat berjalan lebih maksimal dan menyeluruh.
Pelebaran Jalan Marunda Pulo Didorong Segera Direalisasikan
Tak hanya persoalan banjir rob, aspirasi mengenai pelebaran Jalan Marunda Pulo juga mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.
Dalam hasil pembahasan tersebut, Wawan Budi Rohman meminta Lurah Marunda untuk segera menyusun surat resmi yang nantinya akan diteruskan melalui Pemerintah Kota Jakarta Utara kepada dinas terkait, khususnya Dinas Perumahan dan instansi teknis lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses administrasi sehingga rencana pelebaran jalan yang selama ini diperjuangkan warga dapat segera direalisasikan.
Bukti Aspirasi Warga Mulai Membuahkan Hasil
Pertemuan antara warga dan Pemerintah Kota Jakarta Utara menjadi sinyal positif bahwa aspirasi masyarakat akhirnya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Meski demikian, warga berharap seluruh hasil rapat tidak berhenti sebatas wacana dan janji di atas kertas. Masyarakat akan terus mengawal realisasi berbagai komitmen yang telah disampaikan, baik terkait pelebaran jalan maupun penyempurnaan sistem pengendalian banjir rob di Marunda Pulo.
Sebab bagi warga, yang paling penting bukan sekadar rapat dan kunjungan lapangan, melainkan hadirnya perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses jalan dan ancaman banjir rob.


























































