Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang | Teropongrakyat.co – Sebuah rumah milik warga di Jalan Mentaraman, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, hangus terbakar pada Minggu (12/7/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu kompor gas yang masih menyala saat pemilik rumah keluar untuk membeli sesuatu.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Pemilik rumah, Pak No (65), diketahui sedang merebus air sebelum meninggalkan rumah. Di tengah perjalanan, ia teringat kompor belum dimatikan dan segera kembali. Namun saat tiba, api sudah membesar dan melalap bangunan yang sebagian besar berbahan anyaman bambu.

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan - Teropong Rakyat

Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Malang, Andrianto, menjelaskan, kebakaran bermula dari kompor gas yang ditinggalkan dalam kondisi menyala.

Baca Juga:  Pwi Somasi Ketua Dewan Pers

“Bermula dari memasak air di kompor, lalu pemilik keluar rumah hendak membeli sesuatu. Saat teringat kompor belum dimatikan, pemilik bergegas kembali ke rumah. Namun rumah sudah terlanjur hangus terbakar karena banyak material bangunan terbuat dari anyaman bambu,” ujar Andrianto.

Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 14.30 WIB. Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang langsung bergerak dua menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.35 WIB. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dijinakkan pada pukul 14.50 WIB.

Baca Juga:  Presiden Jokowi : Berikan Kesetaraan Pelayanan, Polri Telah Membangun 19.105 Fasilitas Layanan Kaum Rentan Anak dan Penyandang Disabilitas

Dalam proses pemadaman, Damkar Kabupaten Malang mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan lima personel untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran merembet ke bangunan di sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Meski demikian, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp50 juta akibat bangunan dan barang-barang di dalam rumah yang terbakar.

Petugas mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kompor dan peralatan memasak telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah. Kelalaian sekecil apa pun dapat memicu kebakaran, terlebih pada bangunan yang didominasi material mudah terbakar seperti bambu.

Berita Terkait

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”
Peresmian Bedah Rumah Baznas-Bazis Jakarta Utara, Wali Kota: Wujud Nyata Kepedulian untuk Hunian Layak Warga
15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*
Pengelola Teras Nona Manis Beri Penjelasan Terkait Keributan yang Viral

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:25 WIB

Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:09 WIB

“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”

Berita Terbaru