Malang | Teropongrakyat.co – Ribuan jamaah memadati Dusun Ngembul, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026), dalam kegiatan Pengajian Triwulan dan Istiqosah Ikatan Keluarga Santri (IKS) KH. Moch. Said Pondok Pesantren PPAI Ketapang Kepanjen. Kegiatan keagamaan rutin ini diikuti sekitar 1.500 jamaah dari berbagai wilayah Malang Raya.
Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 12.49 WIB tersebut menjadi ajang silaturahmi akbar keluarga besar santri dan alumni PPAI Ketapang Kepanjen. Kegiatan dipimpin langsung oleh Gus Taufiq, selaku Ketua IKS, dengan pengamanan terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, Banser, Linmas, Satgas Alumni IKS, serta panitia pengajian.

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat turut hadir, di antaranya Gus H. Lailur Rohman, KH. Fauzi, Gus H. Nu’man Nadzor, jajaran pengurus Ponpes PPAI Ketapang Kepanjen, Kepala Desa Druju Mujiono, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan sholat Dhuha yang dipimpin Gus H. Lailur Rohman, dilanjutkan pembukaan dan sambutan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Druju Mujiono menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Desa Druju sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan berskala besar tersebut.
“Pengajian dan istiqosah ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana spiritual untuk memperkuat keimanan serta memohon pertolongan Allah SWT bagi kemaslahatan umat, khususnya warga Desa Druju,” ungkapnya.
Sementara itu, sambutan pembina dan pengurus IKS Pusat menegaskan bahwa pengajian triwulan dan istiqosah merupakan momentum penting untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah, membersihkan hati melalui dzikir, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai pesantren di tengah tantangan zaman.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan istighotsah bersama, pengajian umum, doa, hingga sholat Dhuhur berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, serta penuh kekhusyukan.
Kegiatan Pengajian Triwulan dan Istiqosah IKS ini dinilai sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga ikatan emosional antara santri, alumni, dan pengasuh pondok. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat jaringan dakwah dan solidaritas umat, sekaligus menjadi ruang spiritual untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT.
























































