Sawit Tiba-tiba Tumbuh di Kawasan Hutan Cirebon, Pemkab Mengaku Kaget dan Langsung Hentikan Aktivitas

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeropongRakyat.co – Pemerintah Kabupaten Cirebon dibuat terkejut setelah munculnya tanaman kelapa sawit di wilayah Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman. Pasalnya, kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai kawasan hutan dan penyangga mata air, bukan area perkebunan sawit. Selasa, (06/01/2026).

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman, mengaku pihaknya sama sekali tidak mengetahui awal mula penanaman kelapa sawit di lokasi tersebut.

“Kami juga kaget. Tiba-tiba sudah ada penanaman kelapa sawit di lahan sekitar 6,5 hektare di Desa Cigobang. Padahal sawit bukan komoditas unggulan di Kabupaten Cirebon,” ujar Durahman, Jumat (2/1/2026).

Ia menegaskan, kelapa sawit tidak termasuk komoditas strategis maupun unggulan daerah. Selama ini, pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Cirebon diarahkan pada tanaman yang sesuai dengan kondisi agroekologi dan daya dukung lingkungan setempat.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan 1447 H, Ratusan Siswa SDIT Meranti Gelar Pawai Tarhib Ramadhan

Lebih lanjut, Durahman menyebut pihaknya baru saja menerima Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait kebijakan penanganan tanaman kelapa sawit di wilayah Jawa Barat. Dalam surat edaran tersebut, khususnya pada poin 2 dan 3, ditegaskan bahwa area yang sudah terlanjur ditanami kelapa sawit harus dilakukan penggantian atau alih komoditas secara bertahap.

Penggantian tersebut diarahkan ke komoditas perkebunan unggulan Provinsi Jawa Barat maupun unggulan daerah, dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan, karakteristik wilayah, serta daya dukung alam.

Kebijakan ini juga bertujuan menjaga fungsi ekologis, konservasi tanah dan air, serta menekan potensi kerusakan lingkungan di masa mendatang.

Tak hanya itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk melakukan inventarisasi serta pemetaan seluruh areal kelapa sawit di wilayah masing-masing, sekaligus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada petani maupun pelaku usaha perkebunan.

Baca Juga:  Homelife Series 2025 Peluang Bisnis Lintas Industri

“Pekan depan kami akan melakukan inventarisasi ulang tanaman sawit di Desa Cigobang. Kami juga akan lakukan pendampingan agar tanaman sawit ini bisa diganti dengan komoditas lain yang sesuai dengan agroekologi dan komoditas utama daerah,” jelasnya.

Dengan terbitnya surat edaran tersebut, Durahman menegaskan untuk sementara waktu tidak diperbolehkan adanya aktivitas lanjutan di lahan yang telah ditanami kelapa sawit di Desa Cigobang.

Ke depan, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan akan lebih mengedepankan regulasi yang berlaku, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, agar pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan serta kepentingan masyarakat.

Berita Terkait

Cegah ISPA, Babinsa Koramil 12/Rajeg & Bhabinkamtibmas Polsek Rajeg Sosialisasikan Larangan Bakar Sampah
JANGKAR Kecewa Kinerja PT Pakat Beusaree: Seleksi Habiskan Anggaran, Perseroda Dinilai Belum Produktif
Forum Ormas Bersatu Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Gandeng Elemen Masyarakat, Komunitas Punk dan Jurnalis
AJUM Audiensi dengan Pemprov DKI, Soroti Revitalisasi Islamic Center hingga Kemacetan Jakarta Utara
Dump Truck Disebut untuk Aktivitas Tambang Terbakar di Permukiman Kalibaru, Warga Pertanyakan Rute dan Pengawasan
Dugaan Pencairan JHT Atas Data Oyoh, BPJS Cimone Diminta Buka Jejak Verifikasi Klaim
Tanah Ulayat Tak Kunjung Tuntas, Tokoh Adat Minang Desak Pemerintah Beri Kepastian Hukum
Peredaran Obat Keras Terbatas di Tanah Abang Kembali Disorot, Muncul Nama “Nur” dan “Dedy”

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Cegah ISPA, Babinsa Koramil 12/Rajeg & Bhabinkamtibmas Polsek Rajeg Sosialisasikan Larangan Bakar Sampah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:04 WIB

JANGKAR Kecewa Kinerja PT Pakat Beusaree: Seleksi Habiskan Anggaran, Perseroda Dinilai Belum Produktif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Forum Ormas Bersatu Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Gandeng Elemen Masyarakat, Komunitas Punk dan Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:15 WIB

AJUM Audiensi dengan Pemprov DKI, Soroti Revitalisasi Islamic Center hingga Kemacetan Jakarta Utara

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Dump Truck Disebut untuk Aktivitas Tambang Terbakar di Permukiman Kalibaru, Warga Pertanyakan Rute dan Pengawasan

Berita Terbaru