Jakarta, teropongrakyat.co — “IS”, korban dugaan penculikan, penyekapan, dan pemerasan, membeberkan secara lengkap kejadian yang dialaminya. Ia mengaku dipaksa, diintimidasi, hingga dua kali disekap oleh dua pria tidak dikenal yang diduga menagih persoalan uang terkait sebuah kendaraan. Korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Berawal dari Masjid di Kawasan Kebayoran Lama
Peristiwa bermula pada tengah malam ketika “IS” sedang berada di sebuah masjid di kawasan Kebayoran Lama. Ia didatangi dua pria tak dikenal yang disebutnya seperti sudah mengetahui posisinya.
“Saya nggak tahu bagaimana mereka bisa nunggu saya. Mungkin pakai GPS atau apa,” ujarnya
“IS”, kemudian dipaksa ikut dengan sepeda motor. Para pelaku disebut sebagai orang biasa, bukan aparat.
Dipaksa, Dipukul, dan Diancam
Saat tiba di tikungan Arah mau kekuningan, para pelaku mulai melakukan pemukulan, pemaksaan, dan intimidasi. Karena lokasi masih dilalui warga, “IS” dipindahkan ke sebuah rumah kosong yang tidak diketahui pemiliknya.
“Ancaman mulai muncul. Mereka bilang bisa tusuk saya kalau macam-macam,” katanya.
Korban Berhasil Kabur
“IS”, lalu dibawa ke daerah Serengseng dan ditempatkan di sebuah rumah. Pagi hari, ia nekat kabur dengan meloncat ke rumah tetangga yang pagarnya tidak terkunci.
Ia kemudian naik angkot menuju Lenteng Agung, dan dari sana pulang ke rumahnya di Cilandak. Istrinya menangis saat melihat kondisi “IS” yang pulang dalam keadaan ketakutan dan trauma.
Pelaku Datang ke Rumah, Korban Sembunyi
Tak lama berselang, dua pelaku kembali mendatangi rumah “IS”. Ia pun bersembunyi di rumah kerabat istrinya. Keluarga besar istrinya mengonfrontasi para pelaku, yang kemudian membuat daftar tuntutan berisi poin-poin tagihan, termasuk permintaan pengembalian DP senilai Rp77 juta.
Polsek Cilandak Datang, Korban Kembali Dibawa Pelaku
Pada hari kedua, pelaku datang lagi dan terjadi perdebatan. Istri “IS” menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta perlindungan karena takut keselamatan suaminya terancam.
Anggota Polsek Cilandak datang ke lokasi. Namun menurut “IS”, dirinya tetap dibawa pergi oleh para pelaku setelah membuat perjanjian baru.
“Mata saya ditutup di mobil supaya tidak tahu lokasi yang kedua,” ujar IS.
Penyekapan Kedua Hampir Satu Minggu
“IS” disekap kembali hampir selama satu minggu. Ia dibawa ke sebuah lokasi yang diduganya dekat Gang Sadar, Jagakarsa, di rumah yang berada di bagian tinggi seperti bukit. Ruangan penyekapannya gelap, sempit, dan pengap.
“Saya takut terus-terusan. Hanya dikasih makan, lalu pintu dikunci lagi,” ungkapnya.
Ancaman Dijual Ginjal
Dalam penyekapan itu, pelaku mengancam akan menjual ginjalnya ke Kamboja sebagai jaminan pembayaran.
Pelaku menuntut uang dari Rp374 juta, lalu naik menjadi lebih dari Rp400 juta. Ancaman dan tuntutan tersebut menurut Indra juga tertulis dalam perjanjian yang dipaksa ditandatangani keluarga.
Korban Lapor ke Polres Jakarta Selatan
Setelah berhasil keluar dan mendapatkan perlindungan keluarga, Indra akhirnya melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk memproses dugaan penculikan, penyekapan, ancaman, dan pemerasan yang dialaminya.
“IS” berharap polisi menangani kasus ini secara menyeluruh dan menangkap para pelaku.
“Saya dan keluarga trauma. Saya ingin kasus ini diproses sampai tuntas,” tegasnya.

























































