Kebijakan Penanganan Stunting Pemkot Malang Tetap Jadi Prioritas Ditengah Efisiensi Anggaran

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang | Teropongrakyat.co- Pengentasan stunting tetap menjadi prioritas dan fokus pemerintah Kota Malang ke depan, di tengah isu efisiensi anggaran pada 2026 mendatang. “Soal ini Pak Wali dan saya tidak terlalu terpengaruh terhadap efisiensi, bahwa stunting itu menjadi prioritas kita. Masih ada 2000 lebih yang punya potensi stunting dan itu menjadi fokus kami,” ucap Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, saat ditemui usai memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial P2AP3KB, Selasa (9/12/2025), di Mini Block Office Balaikota Malang.

Kebijakan Penanganan Stunting Pemkot Malang Tetap Jadi Prioritas Ditengah Efisiensi Anggaran - Teropong Rakyat

Isu penurunan stunting telah menjadi prioritas dalam RPJMN 2025-2029. Salah satu yang relevan adalah Program Makan Bergizi Gratis sebagai program nasional yang sudah dirancang untuk menopang upaya penurunan stunting. Sehingga, menurutnya, Pemerintah Kota Malang dapat memaksimalkan program MBG yang telah berjalan agar lebih tepat sasaran. sehingga upaya percepatan penurunan stunting tidak terganggu oleh isu efisiensi anggaran.

“Karena sebenarnya di Program MBG 10% ada kewajiban untuk (pemenuhuan gizi, red) ibu hamil. Untuk menjaga stunting itu ada kewajibannya. 10% dari kuota tiap dapur itu diarahkan untuk penuntasan stunting, sehingga efisiensi tidak terlalu berpengaruh pada penanganan stunting,” ucap Wawali Ali.

Baca Juga:  Diancam 20 Tahun Penjara, Nikita Mirzani Terheran-Heran, Aktivis 98: Hukum Peradilan Negeri Ini Layaknya Dagelan Ludruk?

Berdasarkan data e-PGGBM atau bulan timbang, jumlah balita stunting di Kota Malang hingga Oktober 2025 menyisakan 8,51% atau sebanyak 2.887 balita. Menanggapi hal tersebut, terdapat sejumlah strategi percepatan penurunan stunting dari hulu ke hilir yang perlu diterapkan.

Diantaranya bimbingan perkawinan terintegrasi secara rutin di KUA maupun di majelis keagamaan. Pemeriksaan kesehatan calon pengantin, peningkatan cakupan ASI ekslusif, pemberiaan PMT pada ibu hamil dan balita kekurangan gizi, pemberian pendampingan untuk keluarga resiko stunting, penguatan ketahanan pangan bergizi, pengoptimalan peran Tim Percepatan Penanganan Stunting, hingga penguatan pemenuhan data perkembangan stunting.

Lebih lanjut Wawali Ali menyebut, permasalahan stunting bersifat multidimensi, sehingga penanganannya memerlukan pendekatan lintas sektor yang terpadu, terencana dan berkelanjutan. Untuk itu, pengoptimalan penanganan stunting dilakukan secara kolaboratif. “Tentu saya berharap rapat koordinasi pada hari ini, perangkat daerah yang terlibat dapat menyepakati program dan kegiatan pencegahan stunting yang terintegrasi baik melalui intervensi spesifik dan sensitif,” ucapn Wawali Ali.

Baca Juga:  Bentangkan Bendera NU 1.000 Meter di Lereng Panderman, PCNU Kota Batu Rayakan 1 Abad NU

Wawali Ali juga menyebut di samping kolaborasi antar perangkat daerah, sinergi dan kerja sama pentahelix dengan pemangku kepentingan lainnya juga dibutuhkan untuk menangani stunting. “Crosscutting kebijakannya, sehingga sinergi kolaborasinya ada kebijakan ini dibantu oleh kelompok-kelompok dari luar, baik swasta, pengusaha, dan semuanya itu untuk mempercepat pengantasan stunting yang ada di Kota Malang,” pugkas Wawali Ali.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Sosial P2AP3KB Kota Malang, Donny Sandito, menyebut bahwa Rapat Koordinasi kali ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas sektor dalam rangka membahas pengentasan isu stunting. “Selain itu, tujuan pelaksanaan rakor ini juga untuk monitoring capaian program pencegahan stunting yang telah dilaksanakan oleh setiap stakeholder. Serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam pelaksnaan program di lapang sekaligus merumuskan solusi bersama,”

Berita Terkait

Bupati Malang Sanusi Siap Buka Musda X LDII 2026 di Pendopo Panji
KSOP Kelas II Marunda Fokus Tingkatkan Sistem Pelayanan untuk Meningkatkan Kepuasan Masyarakat
Pemkot Jakarta Barat Gelar Kerja Bakti Serentak Jaga Jakarta Bersih di 8 Kecamatan
Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan, Pemuda LDII Tegaskan Sinergi Visi Kota Anugrah dan Pengabdian untuk Bangsa
Rayakan Hari Jadi ke-340, LPA Harapkan Kota Pasuruan Kian Ramah Anak
Pastikan Pelayanan 30 Ribu Porsi Bagi Peserta Mujahadah Kubro, Wabup Malang dan Sekda Kab. Malang Kunjungi Cek Pelaksanaan Dapur Umum Harlah 1 Abad NU di Halaman Pendopo Agung*
Opsi Indonesia di Board of Peace, Dino Patti Djalal: Presiden Prabowo Bersikap Realistis
Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:27 WIB

Bupati Malang Sanusi Siap Buka Musda X LDII 2026 di Pendopo Panji

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:44 WIB

KSOP Kelas II Marunda Fokus Tingkatkan Sistem Pelayanan untuk Meningkatkan Kepuasan Masyarakat

Senin, 9 Februari 2026 - 08:48 WIB

Pemkot Jakarta Barat Gelar Kerja Bakti Serentak Jaga Jakarta Bersih di 8 Kecamatan

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:56 WIB

Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan, Pemuda LDII Tegaskan Sinergi Visi Kota Anugrah dan Pengabdian untuk Bangsa

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:03 WIB

Rayakan Hari Jadi ke-340, LPA Harapkan Kota Pasuruan Kian Ramah Anak

Berita Terbaru

TNI – Polri

Sat Reskrim Polres Batu ringkus Dua Pembobol Brankas emas di Tlekung

Kamis, 12 Feb 2026 - 15:19 WIB