Jakarta, TeropongRakyat.co – Presiden Republik Indonesia,Prabowo Subianto, mengawali pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang berbeda dan sarat makna. Di saat sebagian masyarakat merayakan malam tahun baru dengan pesta dan hiburan, Presiden justru memilih berada di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, bersama warga yang terdampak bencana.
Kehadiran Presiden di tengah para pengungsi menjadi simbol kuat kehadiran negara dalam situasi krisis. Prabowo menyambut detik-detik pergantian tahun bersama masyarakat yang kehilangan rumah, harta benda, dan rasa aman akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, Presiden menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia juga memanjatkan doa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan, perlindungan, dan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi cobaan berat.
“Tahun baru adalah harapan baru. Negara tidak boleh absen saat rakyatnya sedang menderita,” menjadi pesan moral kuat yang tercermin dari kehadiran Presiden di lokasi pengungsian.
Selain menyapa warga, Presiden juga meninjau langsung kondisi pengungsian, fasilitas darurat, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan, kesehatan, dan tempat tinggal sementara dapat terpenuhi dengan baik.
Dialog singkat dengan warga dilakukan untuk mendengar langsung keluhan dan harapan mereka.
Langkah Presiden tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Banyak warga menilai kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu memberikan semangat, penguatan moral, serta rasa bahwa mereka tidak ditinggalkan di tengah bencana.
Momentum Tahun Baru 2026 ini pun menjadi pengingat bahwa pembangunan dan kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kemanusiaan. Di tengah gemerlap perayaan, masih ada saudara-saudara sebangsa yang membutuhkan perhatian nyata.
Dengan mengawali tahun di tengah pengungsian, Presiden Prabowo mengirim pesan tegas: kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang keberanian hadir dan bertanggung jawab saat rakyat paling membutuhkan.
teguh donie























































