TOBOALI, teropongrakyat.co – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Bangka Selatan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan akan menggelar kegiatan PWI Jelajah Wisata Bangka Selatan pada Minggu, 1 Februari 2026.
Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi insan pers dalam mempromosikan potensi sejarah dan pariwisata Bangka Selatan ke tingkat nasional.
“Melalui PWI Jelajah Wisata Bangka Selatan, kami ingin mengenalkan kekayaan sejarah dan keindahan alam Bangka Selatan kepada masyarakat luas, khususnya melalui karya jurnalistik para wartawan,” kata Dedy, Minggu (6/1/2026).
Dalam kegiatan ini, peserta akan diajak mengunjungi tiga destinasi unggulan yang merepresentasikan sejarah, geologi, dan pesona bahari Bangka Selatan.
Destinasi pertama adalah Benteng Kota Toboali, yang menjadi saksi sejarah berdirinya Kota Toboali yang kini berusia 317 tahun, menjadikannya kota tertua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya, peserta akan diajak mengunjungi Batu Belimbing, formasi batu granit berusia jutaan tahun yang terletak di kawasan Toboali dan menjadi salah satu ikon geologi Bangka Selatan.
Rangkaian jelajah wisata akan ditutup dengan kegiatan snorkeling di Pulau Kelapan, yang dikenal sebagai salah satu surga bahari Bangka Belitung dengan keindahan terumbu karang dan biota lautnya.
Dedy menjelaskan, pendaftaran kegiatan dibuka mulai 5 hingga 15 Januari 2026 dan diperuntukkan bagi anggota PWI se-Indonesia. Panitia akan menyiapkan akomodasi berupa penginapan, konsumsi, serta transportasi selama kegiatan berlangsung.
“Peserta nantinya diwajibkan membuat karya jurnalistik berbentuk feature bertema PWI Jelajah Wisata Bangka Selatan. Kuota peserta kami batasi hanya 30 wartawan, tulisan feature peserta akan dibukukan oleh PWI Basel sehingga diharapkan kegiatan ini berjalan efektif dan berkualitas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PWI Bangka Selatan berharap dapat mendorong promosi pariwisata daerah, sekaligus memperkuat peran pers dalam mendukung pembangunan dan pelestarian sejarah serta budaya lokal.























































