PT. OVIL Environment Energy Hadirkan Teknologi “Waste to Energy” Ramah Lingkungan di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT. OVIL Kembangkan Sistem Pengolahan Sampah Mandiri dan Berkelanjutan (foto:Istimewa)

Jakarta, 24 Oktober 2025, Teropongrakyat.co Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan akan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan, pemerintah didorong untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang efektif. Menjawab tantangan tersebut, PT. OVIL Environment Energy memperkenalkan teknologi pengolahan sampah “Waste to Energy” yang ramah lingkungan sebagai wujud tanggung jawab anak bangsa terhadap negara dan Tanah Air.

Teknologi Waste to Energy milik PT. OVIL mengusung sistem Vaporolisis™, yang memadukan teknologi Autoclave dan Gasification Pyrolysis. Kombinasi ini menghasilkan bahan bakar netral karbon dengan konsep Zero Waste, bekerja secara mandiri tanpa memerlukan pasokan daya atau panas eksternal karena mampu menghasilkan energi internalnya sendiri.

Fleksibel dan Efisien

Teknologi ini dapat dioperasikan di kota dengan produksi sampah minimal 500 ton per hari, dan dapat disesuaikan hingga kapasitas 2.000 ton per hari tanpa perlu menambah luas lahan. Untuk kapasitas dasar 500 ton per hari, lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 3 hektar.

Proses dan Manfaat Teknologi Vaporolisis™

Proses pengolahan dimulai dari tahap pencucian, sterilisasi, pembersihan, hingga penghancuran sampah organik dalam autoclave menjadi serat (Bio-Fibe™).

Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, logam, dan kaca dibersihkan dari label dan pelapis tanpa merusak bentuk fisiknya, lalu dipisahkan untuk dijadikan material daur ulang yang bersih dan bernilai tinggi.

Menariknya, PT. OVIL juga menggandeng masyarakat lokal melalui pembentukan “Koperasi Merah Putih”. Pemulung yang sebelumnya bekerja secara informal akan diangkat menjadi pekerja resmi, bertugas memilah material daur ulang yang telah bersih dan steril. Sementara limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang akan diproses lebih lanjut melalui teknologi pirolisis, menghasilkan bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga:  Susu Bebas Laktosa - Susu untuk Pengidap Intoleransi Laktosa!

PT. OVIL Environment Energy Hadirkan Teknologi “Waste to Energy” Ramah Lingkungan di Indonesia - Teropong Rakyat

Pemanfaatan Sampah Organik

Sampah organik diolah menjadi fiber organik untuk proses Gasification Pyrolysis, yang menghasilkan:

  • Syngas untuk bahan bakar turbin gas pembangkit listrik.
    Dari 1.000 ton sampah per hari, dihasilkan listrik sebesar 16,38 MWhe, yang dapat disalurkan ke jaringan PLN.
  • Bio-Charcoal (V-Char™) sebanyak 150–200 ton per hari, yang dapat diolah menjadi briket, bahan pupuk organik, media remediasi lahan, hingga bahan baku refinery BBM.
  • Produk sampingan berupa cuka, asap cair, dan tar, semuanya ramah lingkungan.

Cuka dan asap cair hasil proses ini juga digunakan sebagai deodoran alami untuk menghilangkan bau sampah di truk pengangkut sebelum tiba di fasilitas pengolahan, sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap di area pemukiman.

Sistem Ramah Lingkungan dan Mandiri

Sistem Vaporolisis™ bukan insinerasi (pembakaran terbuka), melainkan proses sterilisasi dan daur ulang yang sepenuhnya memanfaatkan 100% biomassa (65%) serta bahan anorganik (35%) menjadi material baru bernilai tinggi. Gas yang dihasilkan telah memenuhi standar “End of Waste” dari UK Environment Agency (UK EA), menjadikannya bebas dari ketentuan insinerasi.

Baca Juga:  Beli USDC di Jaringan Arbitrum: Panduan Eksklusif melalui Beli Finance X Cryptowatch

Pabrik ini menggunakan autoclave berstandar internasional, dilengkapi sistem keselamatan 24 jam dan pemantauan jarak jauh. Proses berlangsung dalam bangunan rendah dengan sistem pengendalian bau melalui ekstraksi uap.
Bahan yang sudah bersih dan steril akan dipindahkan ke unit pemisahan otomatis untuk logam, aluminium, plastik, kaca, dan serat biomassa.

Konsep Zero-Waste dan Keberlanjutan

Dengan pendekatan modular dan terintegrasi, sistem ini mampu memproses limbah kota dan limbah makanan tanpa pembakaran, menghasilkan bahan bakar biomassa yang dapat disimpan atau digunakan untuk keadaan darurat. Emisi pabrik setara dengan stasiun pembangkit gas alam, sehingga aman bagi lingkungan.

Menurut PT. OVIL, “Kita tidak dapat kembali memulai dari awal, tetapi kita dapat memulainya sekarang dan menciptakan akhir yang baru. Saatnya melihat sampah sebagai sumber daya terbarukan.”

PT. OVIL Environment Energy Hadirkan Teknologi “Waste to Energy” Ramah Lingkungan di Indonesia - Teropong Rakyat

Rincian Investasi dan Dampak Ekonomi

Keterangan Nilai / Keterangan
Kapasitas pengolahan sampah 500 ton/hari
Nilai investasi Rp 1,36 triliun
Listrik yang dihasilkan 8,20 MWhe (24 jam x 365 hari)
Produksi Bio-Charcoal (V-Char™) 75–100 ton/hari
Material daur ulang Logam, aluminium, plastik, kaca
Lapangan kerja baru 196 orang di pabrik, 180 orang di koperasi
Masa konstruksi 18 bulan
ROI (Return on Investment) 65 bulan
EOI (End of Investment) 83 bulan

Dengan hadirnya teknologi Waste to Energy dari PT. OVIL Environment Energy, Indonesia berpeluang besar mencapai pengelolaan sampah berkelanjutan dan kemandirian energi yang ramah lingkungan.

 

Berita Terkait

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia
Skandal Izin di Pati Terkuak: Penggilingan Batu Diduga Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa OSS & PBG
Mikutopia Promo Separo, Diskon Tiket 50 Persen Bagi Pelajar se-Kota Batu, Mulai 18 Mei – 5 Juni 2026
IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG
Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:50 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:42 WIB

Skandal Izin di Pati Terkuak: Penggilingan Batu Diduga Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa OSS & PBG

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:07 WIB

Mikutopia Promo Separo, Diskon Tiket 50 Persen Bagi Pelajar se-Kota Batu, Mulai 18 Mei – 5 Juni 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:07 WIB

IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:48 WIB

Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC

Berita Terbaru