JAKARTA, teropongrakyat.co – Peredaran minuman keras (miras) di kawasan Pasar Rakyat Cengkareng (PRC) dan street food City Resort, Cengkareng Timur, makin tidak terbendung.
Pasalnya, aparat penegak hukum dan Satpol PP pun tak berkutik dalam menindak maupun memberantas permasalahan tersebut.
Berdasarkan pantauan wartawan kawasan PRC, Cengkareng Timur, mulai dipenuhi tempat hiburan liar dan rumah makan liar yang tidak mengantongi izin.
Selain itu, tempat-tempat itupun juga bebas menjual miras bermacam golongan A, B dan C.
Akibatnya, kawasan yang ramai malam hari itu tergolong area paling rawan dan berbahaya di wilayah Cengkareng Timur.
Bahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang diperkirakan berjumlah 600-an lapak memenuhi kawasan itu.
Kawasan PRC inipun dikenal sebagai kawasan keributan, pemalakan, dan tindak kriminal lainnya.
Di cap sebagai kawasan berbahaya karena banyak bercokol ormas, preman, pengamen, pengemis, copet dan sampah masyarakat lainnya mengais rejeki di area itu.
Berbeda halnya dengan street food City Resort, Cengkareng Timur, kawasan menengah ke atas ini seakan bebas menjual miras di pinggir jalan.
Bahkan, reklame dan baliho “brand” miras pun aman terpasang tanpa ada aksi penindakan dari Satpol PP Jakbar.
Restoran street food City Resort yang beroperasi mulai sore hingga dinihari bebas menjual miras dan mendapat penjagaan dari satpam perumahan.
Seperti halnya PRC, street food City Resort juga menjual miras bermacam golongan, dan juga menyediakan bermacam SPG miras untuk melayani tamu.
“PRC dan street food City Resort sudah dari dulu berdiri, jadi nggak heran jika peredaran miras leluasa di kedua tempat itu. Percuma di tindak juga bang, banyak kepentingan orang atau hajar bersama 2 lokasi itu,” ungkap sumber kepada wartawan, Selasa (7/4).
“Tidak bisa dipungkiri juga semua oknum terlibat dalam lingkaran kedua tempat itu,” sambungnya.
Cengkareng Timur yang tergolong salah satu wilayah elite di Jakarta Barat ternyata menyimpan sisi gelap dilingkungannya.
Kendati demikian, dibutuhkan aparat hukum yang berani untuk merapihkan wilayah itu.
Kendornya pengawasan aparat terhadap wilayah itu bakal menciptakan image negatif kepada aparat.





















































