Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis di Dinas Perkim Tangerang

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, teropongrakyat.co – Insiden dugaan intimidasi dan pemukulan yang dilakukan oknum keamanan (security) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang pada Kamis, 11 September 2025, memicu kecaman keras dari kalangan jurnalis.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Gunung Kaler–Kresek, Sibti Alex, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

“Saya mengecam keras tindakan dan sikap oknum security tersebut. Itu sudah masuk dugaan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas,” tegas Alex.

Peristiwa terjadi di depan Kantor Dinas Perkim saat seorang wartawan dari media Gakorpan hendak melakukan konfirmasi. Adu argumen muncul ketika oknum security berinisial (E) diduga menghalangi akses jurnalis dengan cara yang dianggap tidak pantas.

Baca Juga:  Produk Cungko Bombardir Pasar Otomotif Tanah Air

Alex juga menyoroti pola pelayanan yang sering diterapkan, yakni alasan pejabat sedang rapat dan tamu diarahkan hanya untuk mengisi buku tamu tanpa ada tindak lanjut.

“Kalau sudah mengisi buku tamu, seharusnya ada upaya dari dinas untuk menghubungi kembali. Faktanya, pelayanan seperti itu malah jadi tameng agar wartawan tidak bisa bertemu langsung,” ujar Alex.

Lebih jauh, Alex menyinggung adanya dugaan kejanggalan dalam pembangunan di Dinas Perkim, termasuk indikasi praktik jual beli proyek. Menurutnya, sikap tertutup dinas terhadap upaya konfirmasi jurnalis justru memperkuat dugaan adanya penyimpangan.

Baca Juga:  Mulai Berlaku Maret 2025, BPKB Elektronik Ditujukan Bagi Mobil Baru

“Kami akan terus menelusuri apakah pelayanan seperti itu memang perintah atasan atau hanya kemauan oknum. Kalau ini dibiarkan, jelas akan mencoreng citra visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Alex mendesak Bupati dan Wakil Bupati Tangerang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan sanksi tegas kepada Kepala Dinas Perkim maupun pejabat OPD lain yang dinilai tidak maksimal dalam pelayanan publik.

“Kami minta stop segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali dan mencoreng nama baik Kabupaten Tangerang, apalagi saat ini Dinas Perkim sedang banyak mengerjakan proyek yang justru penuh kejanggalan,” tutup Alex.

 

Berita Terkait

BMB Ketuk Pintu KPK, Dugaan Aset Daerah Bekasi “Hilang” Diminta Diusut
Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin
Perkuat Iklim Akademik yang Aman dan Sehat, FEB UPN Veteran Jawa Timur Gelar Sosialisasi Layanan PPKBK bagi Dosen
Dua Pekan Pantura Terendam, Elita Budiati Desak Penanganan Permanen Sinergi Pemda dan Pusat
IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Pengiriman Arang Bakau Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok
PT Akses Pelabuhan Indonesia Apresiasi Kinerja Pekerja Melalui Penghargaan “THE BEST EMPLOYEE 2025”
TPK Koja Menginspirasi: Donor Darah Bersama PMI Pusat untuk Masyarakat yang Membutuhkan
Hadapi Tekanan Perdagangan Global,IPC TPK Palembang Catat Pertumbuhan 6,15% Sepanjang 2025

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:49 WIB

BMB Ketuk Pintu KPK, Dugaan Aset Daerah Bekasi “Hilang” Diminta Diusut

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:17 WIB

Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:20 WIB

Perkuat Iklim Akademik yang Aman dan Sehat, FEB UPN Veteran Jawa Timur Gelar Sosialisasi Layanan PPKBK bagi Dosen

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:25 WIB

Dua Pekan Pantura Terendam, Elita Budiati Desak Penanganan Permanen Sinergi Pemda dan Pusat

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:38 WIB

IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Pengiriman Arang Bakau Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terbaru

Opini

Opini: Ketika Organisasi Wartawan Disalahgunakan

Sabtu, 7 Feb 2026 - 16:05 WIB