Harga BBM Non Subsidi Naik Tajam, Pemerintah Buka Peluang Penyesuaian Lanjutan

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Potret: Istimewa)

Jakarta, teropongrakyat.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara terkait kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026.

Kenaikan signifikan terjadi pada BBM dengan nilai oktan tinggi, seperti Pertamax Turbo dan solar non subsidi. Harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami lonjakan lebih tinggi, dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Meski demikian, pemerintah masih menahan harga BBM lainnya. Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter. Sedangkan BBM non subsidi Pertamax juga belum mengalami perubahan, masih di harga Rp12.300 per liter.

Baca Juga:  Bangunan Diduga Tanpa Izin PBG Berdiri di Semper Timur, Cilincing: Pihak Proyek Akui Tak Kantongi Perizinan

Bahlil menjelaskan, kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia. Pemerintah, kata dia, masih akan memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan lanjutan.

“Penyesuaian tahap pertama sudah dilakukan. Untuk tahap berikutnya, kita lihat perkembangan harga minyak dunia. Kalau turun, tentu tidak naik. Tapi kalau tetap seperti sekarang, kemungkinan akan ada penyesuaian,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Bogor Dini Hari, Tidak Terasa oleh Warga

Pernyataan ini membuka peluang bahwa harga Pertamax (RON 92) bisa saja mengalami kenaikan dalam waktu dekat, mengikuti tren kenaikan BBM non subsidi lainnya. Namun, pemerintah menegaskan keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi global, khususnya fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga BBM non subsidi ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional sektor transportasi dan logistik, serta berpotensi memicu kenaikan harga barang di pasaran jika tren berlanjut. Pemerintah pun diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan beban masyarakat.

(T Donie)

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Senin, 1 Juni 2026 - 08:54 WIB

Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU

Berita Terbaru

Nasional

Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu

Minggu, 7 Jun 2026 - 10:08 WIB