Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTHarga BBM Non Subsidi Naik Tajam, Pemerintah Buka Peluang Penyesuaian LanjutanKomentar: 0

Harga BBM Non Subsidi Naik Tajam, Pemerintah Buka Peluang Penyesuaian Lanjutan

Teropong Rakyat, 20 April 2026, 21:15 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
(Potret: Istimewa)

Jakarta, teropongrakyat.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara terkait kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026.

Kenaikan signifikan terjadi pada BBM dengan nilai oktan tinggi, seperti Pertamax Turbo dan solar non subsidi. Harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami lonjakan lebih tinggi, dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Meski demikian, pemerintah masih menahan harga BBM lainnya. Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter. Sedangkan BBM non subsidi Pertamax juga belum mengalami perubahan, masih di harga Rp12.300 per liter.

Baca Juga:  Ribuan Buruh Demo di DPR, Tuntut Kenaikan Gaji 8,5–10,5% pada 2026

Bahlil menjelaskan, kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia. Pemerintah, kata dia, masih akan memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan lanjutan.

“Penyesuaian tahap pertama sudah dilakukan. Untuk tahap berikutnya, kita lihat perkembangan harga minyak dunia. Kalau turun, tentu tidak naik. Tapi kalau tetap seperti sekarang, kemungkinan akan ada penyesuaian,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca Juga:  Polres Malang Gelar Ramp Check di Terminal Kepanjen, Bus Antarprovinsi Jadi Sasaran Operasi Zebra

Pernyataan ini membuka peluang bahwa harga Pertamax (RON 92) bisa saja mengalami kenaikan dalam waktu dekat, mengikuti tren kenaikan BBM non subsidi lainnya. Namun, pemerintah menegaskan keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi global, khususnya fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga BBM non subsidi ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional sektor transportasi dan logistik, serta berpotensi memicu kenaikan harga barang di pasaran jika tren berlanjut. Pemerintah pun diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan beban masyarakat.

(T Donie)

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain