Surabaya| Teropongrakyat.co –Pemerintah Kabupaten Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., dalam Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (4/8).
Rapat koordinasi yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Dalam Negeri ini diikuti oleh kepala daerah, ketua DPRD, sekretaris daerah, inspektur, serta kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dan Provinsi Bali. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam membangun budaya integritas sekaligus memperkokoh langkah pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.

Bupati Malang hadir didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., Inspektur Kabupaten Malang, Kepala DPUPR, serta jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran tersebut menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Malang terhadap penguatan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Hadirkan Sinergi Nasional Cegah Korupsi
Rapat koordinasi turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta para bupati, wali kota, pimpinan DPRD, dan organisasi perangkat daerah dari Jawa Timur dan Bali.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat integritas sekaligus mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah. Menurutnya, pembinaan kepada kepala daerah harus terus dilakukan mengingat masih adanya sejumlah kepala daerah yang terjerat kasus korupsi maupun operasi tangkap tangan (OTT).
Tito juga menjelaskan bahwa Jawa Timur dan Bali menjadi klaster kedua dalam rangkaian nasional penguatan integritas yang digelar Kemendagri bersama KPK dan BPKP. Melalui kegiatan tersebut, seluruh kepala daerah diharapkan semakin memperkuat integritas pribadi maupun kelembagaan, membangun sistem pengawasan yang efektif, serta memastikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pengawasan Internal
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum evaluasi bagi seluruh kepala daerah dalam memperkuat reformasi birokrasi. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap kebijakan, penggunaan anggaran, dan pelaksanaan program pembangunan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Deputi BPKP Aryanto Wibowo menyoroti pentingnya penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), manajemen risiko, serta optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu menyusun perencanaan dan penganggaran yang lebih efektif, efisien, tepat sasaran, serta berorientasi pada prioritas pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain pemaparan materi dari Kemendagri, KPK, dan BPKP, forum tersebut juga membahas strategi pencegahan korupsi berbasis pemetaan risiko pada sektor-sektor strategis, penguatan pengendalian intern, manajemen risiko, serta tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Bagi Pemerintah Kabupaten Malang, keikutsertaan dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkokoh pengawasan internal, dan membangun budaya integritas guna menghadirkan pemerintahan yang bersih serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.



























































