Ransomware Crypto: Ancaman Baru yang Mengintai dan Cara Ampuh Menghindarinya!

- Jurnalis

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ransomware adalah salah satu ancaman paling merusak di dunia digital saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, serangan ransomware crypto telah meningkat secara signifikan, menyebabkan kerugian finansial yang besar dan hilangnya data penting bagi perusahaan di seluruh dunia.

Cara kerja virus ransomware adalah dengan mengenkripsi file korban dan kemudian meminta tebusan untuk mendekripsi file tersebut. Ada beberapa metode infeksi yang umum digunakan oleh penyerang. Salah satunya adalah email phishing, di mana penyerang menggunakan rekayasa sosial untuk mengelabui penerima agar memasang virus ransomware. Email ini biasanya berisi lampiran berbahaya atau tautan yang mengarah ke halaman web yang terinfeksi. 

Metode lain adalah melalui situs web berbahaya, di mana pengguna tanpa disadari mengunduh malware saat mengunjungi situs tersebut. Selain itu, akun yang disusupi juga menjadi salah satu metode infeksi. Penyerang dapat mengakses sistem perusahaan melalui RDP atau VPN dengan menebak atau mencuri kata sandi.

Baca Juga:  Perkenalkan Precast Plant WSBP Gasing Lewat Video Profile, WSBP Raih Bronze Winner di AHI Awards 2024

Image

Setelah berhasil menginfeksi sistem, ransomware menggunakan dua jenis enkripsi utama untuk mengenkripsi file korban: enkripsi simetris dan enkripsi asimetris. Enkripsi simetris digunakan untuk mengenkripsi file, sementara enkripsi asimetris digunakan untuk melindungi kunci enkripsi simetris. Beberapa varian ransomware hanya mengenkripsi sebagian file untuk mempercepat proses dan mengurangi kemungkinan deteksi.

Setelah proses enkripsi selesai, ransomware akan menampilkan catatan tebusan kepada korban. Catatan ini berisi instruksi tentang cara mendapatkan kunci dekripsi dan membayar tebusan, biasanya dalam bentuk cryptocurrency seperti Bitcoin. Cryptocurrency dipilih karena tingkat anonimitas yang tinggi dan kesulitan bagi pihak berwenang untuk melacak pembayaran.

Beberapa contoh ransomware crypto yang terkenal meliputi LockBit, Alphv/BlackCat, CL0P, dan Black Basta. Kelompok-kelompok ini sering menargetkan berbagai organisasi untuk mendapatkan pembayaran tebusan yang besar. Mereka dikenal karena metode serangan yang canggih dan kemampuan untuk menginfeksi banyak sistem dalam waktu singkat.

Baca Juga:  SD DAMAI Memperkaya Ilmu Public Speaking dengan Teknik Presentasi bersama Pembicara Hebat Priska Sahanaya dan AGATIS

Image

Adapun untuk mencegah serangan ransomware crypto, ada beberapa praktik terbaik yang dapat diterapkan. Edukasi pengguna tentang keamanan siber sangat penting agar mereka dapat mengidentifikasi serangan phishing dan menghindarinya.

Memiliki cadangan data yang baik juga krusial, sehingga jika terjadi serangan ransomware, data dapat dipulihkan tanpa perlu membayar tebusan. Selain itu, melakukan patching dan pembaruan perangkat lunak secara rutin dapat memperbaiki kerentanan yang mungkin dieksploitasi oleh malware. Menerapkan autentikasi multifaktor (MFA) juga dapat mengurangi risiko akun yang disusupi. Terakhir, menggunakan solusi anti-ransomware yang efektif dapat mendeteksi dan memblokir ransomware sebelum mencapai sistem.

Untuk membaca lebih lengkap tentang cara melindungi diri dari ransomware crypto dan mendapatkan tips keamanan siber terbaru, kunjungi Bittime Blog. Dapatkan informasi terkini dan strategi efektif untuk menjaga keamanan aset digital Anda.

Berita Terkait

Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok
Bukti Konsistensi Kinerja: NPCT1 Raih Tonggak 10 Juta TEUs Sejak Beroperasi
Lapar Tapi Males Ribet? Foodcourt Citra Living Jadi Jawabannya
Pelindo Solusi Logistik Group Wujudkan Ekonomi Hijau melalui Program TJSL MADANI
Peninjauan Lokasi Simpang JLLB-FOTL Surabaya PT Akses Pelabuhan Indonesia
Kesiapan Layanan JTCC Saat Periode Libur NATARU 2025/26
Ctp Hadiri Sosialisasi Terkait SPM Jalan TOL
Holisme dalam Perbaikan: SPTP Memperkuat Terminal di Barat dan Timur dengan Standar Dunia

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:42 WIB

Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:14 WIB

Bukti Konsistensi Kinerja: NPCT1 Raih Tonggak 10 Juta TEUs Sejak Beroperasi

Senin, 29 Desember 2025 - 08:23 WIB

Lapar Tapi Males Ribet? Foodcourt Citra Living Jadi Jawabannya

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:44 WIB

Pelindo Solusi Logistik Group Wujudkan Ekonomi Hijau melalui Program TJSL MADANI

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:50 WIB

Peninjauan Lokasi Simpang JLLB-FOTL Surabaya PT Akses Pelabuhan Indonesia

Berita Terbaru