Gencarkan Tracing TBC, Warga Wagir Jalani X-Ray Gratis

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

MALANG | Teropongrakyat.co – Upaya mendeteksi Tuberkulosis (TBC) sejak dini terus diperkuat Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang. Salah satunya melalui kegiatan Tracing TBC Terintegrasi dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dilaksanakan di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir.

Kegiatan tersebut menyasar warga yang memiliki gejala TBC, penderita Diabetes Melitus (DM), serta masyarakat yang menjadi kontak serumah atau kontak erat dengan pasien TBC yang telah terdiagnosis.

Kepala UPT Puskesmas Wagir Kabupaten Malang, dr. Siti Hariyanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah aktif untuk menemukan kasus TBC di tengah masyarakat. Pemeriksaan dilakukan dengan sistem jemput bola atau mobile, sehingga petugas tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan.

“Untuk kegiatan ini, sasaran utamanya adalah masyarakat yang bergejala TBC, penderita diabetes melitus, serta kontak serumah atau kontak erat pasien TBC,” jelas dr. Siti Hariyanti.

Warga yang mengikuti kegiatan menjalani sejumlah tahapan, mulai dari registrasi PKG, skrining gejala dan faktor risiko, pemeriksaan X-Ray Thorax, konsultasi hasil hingga pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan adanya kecurigaan TBC.

Menurut dr. Siti, X-Ray memiliki peran penting dalam case finding atau penemuan kasus secara aktif. Melalui pemeriksaan tersebut, kelainan pada paru dapat diketahui lebih awal sehingga warga yang dicurigai dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga:  Staff Desa Saparwadi Menyangkal Terima Pungli Rp 100.000 Tapi Mengakui Hanya Rp 25.000

“X-Ray digunakan untuk skrining, sedangkan pemeriksaan dahak atau TCM digunakan untuk konfirmasi diagnosis. Jadi keduanya saling melengkapi,” terangnya.

Ia menambahkan, apabila hasil X-Ray menunjukkan adanya kecurigaan TBC, petugas akan melanjutkan dengan pengambilan sampel dahak untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Warga juga langsung mendapatkan edukasi dan konseling dari petugas kesehatan.

Pelaksanaan tracing dilakukan dengan melibatkan tim Puskesmas, Dinas Kesehatan serta mitra terkait dengan membawa layanan X-Ray mobile langsung ke desa. Cara tersebut diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi.

“Prinsipnya kita jemput bola. Tidak menunggu masyarakat datang ke Puskesmas, tetapi layanan kita bawa mendekati masyarakat, khususnya kelompok rentan,” ungkapnya.

Sasaran pemeriksaan mencakup semua kelompok usia. Namun, prioritas diberikan kepada masyarakat usia produktif 15–54 tahun, lansia di atas 60 tahun, penderita DM, serta kontak erat pasien TBC tanpa batasan usia.

Untuk memastikan pasien yang telah dinyatakan positif dapat menyelesaikan pengobatan, Puskesmas Wagir menerapkan sistem DOTS. Pemantauan dilakukan melalui Pengawas Menelan Obat (PMO), pengingat melalui WhatsApp, kunjungan rumah hingga pendampingan kader dan petugas kesehatan.

Pengobatan TBC juga diberikan secara gratis. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan pemeriksaan apabila memiliki gejala maupun faktor risiko.

Baca Juga:  Berdekatan Dengan Sekolah, Asrama dan Pemukiman Penduduk, Toko Pulsa Bernama Happy Cell Ternyata Menjual Berbagai Jenis Obat-Obatan Terlarang

“Jangan takut untuk diperiksa. X-Ray dan pengobatan TBC gratis, serta kerahasiaan pasien tetap dijaga,” tegas dr. Siti.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk ikut mencegah penularan TBC melalui pola hidup bersih dan sehat, seperti membuka jendela agar sirkulasi udara baik, menjemur kasur, menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika batuk, menjaga kecukupan gizi dan rutin mengontrol penyakit diabetes.

Di lapangan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah stigma terhadap TBC. Sebagian warga masih takut mengetahui hasil pemeriksaan, khawatir mengenai biaya pengobatan atau menganggap gejala yang dialami dapat sembuh dengan sendirinya.

Untuk mengatasi hal tersebut, petugas bersama kader dan tokoh masyarakat melakukan pendekatan secara persuasif, termasuk edukasi secara door-to-door.

Sementara terkait data kasus TBC terkini di wilayah Wagir, dr. Siti menyebut data tersebut masih berada pada penanggung jawab program (PJ) TBC dan akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan tracing.

“Kegiatan tracing seperti ini penting untuk menemukan kasus sedini mungkin. Dengan ditemukan lebih awal, pengobatan bisa segera dilakukan dan risiko penularan kepada keluarga maupun lingkungan dapat ditekan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan
Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang
Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih
Penjaringan Perangkat Desa Rejoyoso Berlangsung Transparan, Koramil dan Polsek Bantur Lakukan Pengawasan
LSM LIRA Jatim Soroti Dugaan Kongkalikong Proyek Pembangunan Barak Dalmas Polres Pasuruan Kota
Sambut HUT ke-81 RI, Warga RT 13 Karang Pandan Pakisaji Guyub Percantik Kampung Lewat Kerja Bakti
Pasien Keluhkan Dokter Spesialis RSUD Kalideres Datang Terlambat, Lansia Menunggu Berjam-jam
Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RSUD Kota Tangerang

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Gencarkan Tracing TBC, Warga Wagir Jalani X-Ray Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Penjaringan Perangkat Desa Rejoyoso Berlangsung Transparan, Koramil dan Polsek Bantur Lakukan Pengawasan

Berita Terbaru

oplus_0

Seputar Desa

Gencarkan Tracing TBC, Warga Wagir Jalani X-Ray Gratis

Jumat, 21 Agu 2026 - 05:42 WIB

Ekonomi

TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:43 WIB