Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RSUD Kota Tangerang

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Tangerang

Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, Teropongrakyat.co – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Tangerang, mendapat keluhan setelah dinilai pelayanan kurang berjalan optimal sebagaimana fungsi dasarnya sebagai layanan penanganan kondisi darurat.

Temuan di lapangan menunjukkan pasien berada dalam antrean tanpa tindakan medis lanjutan, meski datang dengan keluhan yang memerlukan penanganan segera.

Pantauan di lokasi mendapati pasien hanya dibariskan dan duduk di kursi antrean sebelum masuk ke dalam IGD. Tindakan medis yang dilakukan terbatas, tanpa pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan sampel darah, pemasangan infus, maupun penanganan.

Salah satu keluhan disampaikan Dewi Komalasari, keluarga pasien yang membawa suaminya ke IGD RSUD Kota Tangerang dengan kondisi kakinya mengalami sakit, sebelumnya terjatuh di rumah tadi pagi.

Dewi mengaku suaminya sempat diminta untuk berobat ke poli, bukan ke IGD.

“Suami saya sudah ngeluh kaki sebelah kiri sakit, tapi malah disuruh balik ke poli tapi tidak bisa pake BPJS harus pake umum untuk dapat pelayanan IGD,” kata Dewi kepada wartawan, Rabu (29/7/2026)

Baca Juga:  Lomba Penataan Lingkungan: Dari Rawa Badak Selatan Untuk Indonesia Yang Lebih Hijau 

Setelah keluarga bersikeras, dokter akhirnya melakukan pemeriksaan. Namun, menurut Dewi, pemeriksaan tersebut hanya sebatas tanya jawab tanpa disertai tindakan medis lanjutan. “Cuma ditanya sakit apa, apa yang dirasa. Diperiksa mah enggak, kayak wawancara aja,” ujarnya.

Berdasarkan penuturan salah seorang dokter jaga, tindakan medis lanjutan terhadap pasien baru dapat dilakukan apabila pasien telah mendapatkan tempat tidur atau bed.

Dokter tersebut menjelaskan, selama pasien belum memperoleh bed, tenaga medis hanya dapat melakukan pemeriksaan awal berupa pengecekan tanda vital sesuai standar operasional prosedur (SOP) internal rumah sakit.

Situasi tersebut memicu kekecewaan keluarga pasien. keluarga terlihat geram dan memilih membawa anggota keluarganya ke fasilitas kesehatan lain karena tidak menerima alasan SOP tersebut.

Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, setelah menunggu tanpa kepastian penanganan, Dewi akhirnya memutuskan membawa suaminya ke fasilitas pelayanan kesehatan lain yakni, ke RSUD KabupatenTangerang.

Baca Juga:  Pelabuhan Sunda Kelapa Menghijau: 150 Pohon Bugenvil Ditanam untuk Menetralisir Kondisi Udara

Keputusan tersebut diambil karena pasien dinilai membutuhkan penanganan segera, sementara di IGD RSUD Kota Tangerang belum terdapat kejelasan tindakan medis lanjutan.

“Alhamdulillah di IGD RSUD Kabupaten Tangerang langsung di terima dan langsung mendapatkan pelayanan optimal,” ujarnya.

Dewi menyebut, di fasilitas kesehatan yang dituju selanjutnya, pasien mendapatkan pelayanan yang lebih responsif dan dinilai memperlakukan pasien sesuai kondisi darurat yang dialami.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait penerapan SOP pelayanan gawat darurat di RSUD Kota Tangerang, khususnya mengenai batasan tindakan medis terhadap pasien yang belum mendapatkan bed, serta kesesuaian praktik di lapangan dengan prinsip pelayanan IGD.

Hingga berita ini terbit, pihak manajemen RSUD Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembatasan layanan darurat di IGD RSUD Kota Tangerang. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi dan hak jawab dari pihak rumah sakit.

Penulis : CIL

Berita Terkait

PMI Jakarta Utara Sambut Akademisi Umeå University Swedia, Bahas Strategi Penguatan Karakter Relawan
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako
RSJPD Harapan Kita Gandeng Mitra Strategis, Perkuat Inovasi dan Kualitas Pelayanan Pasien
Nyawa Taruhan, Antivenom di RSUD Rohul Diduga Kosong Saat Pasien Kritis
Regional 2 Tanjung Priok Paparkan Persiapan Menghadapi Angkutan Lebaran Tahun 2026
Pelindo Berbagi Ramadhan: SPSL Tawarkan Bantuan Sembako, Santunan, dan Takjil hingga Dukung UMKM Lokal”
Dari Jakarta Utara Hingga Gaza: Zakat Kolektif IPC TPK Tembus Rp200 Juta
Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:18 WIB

Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RSUD Kota Tangerang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:57 WIB

PMI Jakarta Utara Sambut Akademisi Umeå University Swedia, Bahas Strategi Penguatan Karakter Relawan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:42 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:05 WIB

RSJPD Harapan Kita Gandeng Mitra Strategis, Perkuat Inovasi dan Kualitas Pelayanan Pasien

Senin, 1 Juni 2026 - 13:18 WIB

Nyawa Taruhan, Antivenom di RSUD Rohul Diduga Kosong Saat Pasien Kritis

Berita Terbaru

Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Tangerang

Kesehatan

Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RSUD Kota Tangerang

Rabu, 29 Jul 2026 - 19:18 WIB