Pusat Keuangan Internasional Vietnam Mulai Memanas, Bank dan Perusahaan Sekuritas Berebut Posisi

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Saigon Marina International Finance Centre Tower di Ho Chi Minh City (potret : istimewa)

HO CHI MINH, Senin 16/03/2026| teropongrakyat.co – Rencana pembentukan Pusat Keuangan Internasional Vietnam (International Finance Centre/IFC) mulai memicu persaingan sengit di kalangan pelaku industri keuangan. Meski pusat tersebut belum resmi beroperasi, sejumlah bank besar dan perusahaan sekuritas telah menyatakan kesiapan untuk masuk dan bersaing di dalamnya.

Beberapa institusi keuangan terkemuka bahkan telah menyiapkan langkah strategis dengan membentuk anak perusahaan atau badan hukum khusus agar dapat segera beroperasi ketika pusat keuangan tersebut dibuka.

Salah satu bank terbesar di Vietnam, Vietcombank, dilaporkan berencana mendirikan bank komersial yang sepenuhnya dimiliki di dalam negeri dan beroperasi langsung di kawasan IFC. Langkah ini bertujuan memanfaatkan mekanisme kebijakan yang lebih fleksibel serta mengadopsi standar internasional dalam tata kelola, produk, dan pengelolaan risiko.

Tidak lama berselang, VietinBank juga mengungkapkan sedang mempelajari kemungkinan membentuk anak perusahaan atau badan hukum yang sesuai untuk menjalankan bisnis di pusat keuangan tersebut. Bank tersebut kini masih menunggu penyelesaian kerangka hukum dari Bank Negara Vietnam sebelum melanjutkan tahap implementasi.

Di sektor pasar modal, perusahaan sekuritas Ho Chi Minh City Securities mengusulkan pembentukan perusahaan anggota yang akan beroperasi dalam ekosistem IFC. Kehadiran perusahaan sekuritas dinilai penting untuk mendukung pengembangan layanan seperti pencatatan saham internasional, konsultasi keuangan, hingga penataan produk investasi global.

Baca Juga:  Perkuat Efisiensi Layanan dan Penerimaan Negara, Kemenhub Teken Dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan WTDP di Muara Sabak dan Sangatta

Peluang Besar bagi Ekonomi Vietnam

Pemerintah Vietnam berencana membangun pusat keuangan internasional di Ho Chi Minh City dan Da Nang sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi negara tersebut dalam jaringan keuangan global.

Menurut pakar dari Deloitte Vietnam, keberhasilan IFC tidak hanya ditentukan oleh jumlah modal asing yang masuk, tetapi juga oleh kemampuan negara mempertahankan investasi tersebut dalam jangka panjang melalui pasar yang transparan, stabil, dan terpercaya.

Selain itu, sistem keuangan di dalam IFC juga perlu menyediakan mekanisme keluar yang aman bagi investor, seperti melalui IPO, penjualan saham, atau pembiayaan ulang agar arus modal dapat bergerak secara dinamis.

Akademisi Vietnam, Nguyen Huu Huan, menyebut keunikan IFC Vietnam terletak pada kemampuannya menghubungkan lembaga keuangan tradisional seperti bank, sekuritas, dan asuransi dengan sektor baru yang berkembang pesat seperti fintech, aset digital, tokenisasi, dan keuangan hijau.

Tantangan Masih Membayangi

Meski memiliki peluang besar, sejumlah tantangan masih harus dihadapi Vietnam untuk menjadi pusat keuangan regional. Ekonom Nguyen Tri Hieu menilai Vietnam memiliki posisi geografis strategis di jalur perdagangan udara dan maritim serta ekonomi yang terus berkembang dengan produk domestik bruto mendekati 500 miliar dolar AS.
Namun demikian, Vietnam tidak bisa langsung melompat menjadi pusat keuangan global.

Baca Juga:  Peran Strategis Human Factor Di Tengah Cepatnya Perkembangan Teknologi Keselamatan Pelayaran

Beberapa hambatan seperti pendapatan per kapita yang masih rendah, keterbatasan kehadiran bank Vietnam di pusat keuangan dunia, serta mata uang dong yang belum sepenuhnya bebas diperdagangkan masih menjadi pekerjaan rumah.

Insentif Pajak Besar

Untuk menarik investor dan tenaga ahli internasional, pemerintah Vietnam menyiapkan sejumlah insentif fiskal. Perusahaan di sektor prioritas yang beroperasi di IFC akan dikenakan pajak penghasilan perusahaan sebesar 10 persen selama 30 tahun pertama, dengan pembebasan pajak hingga empat tahun serta pengurangan 50 persen selama sembilan tahun berikutnya.

Selain itu, para profesional dan pakar yang bekerja di kawasan tersebut juga akan dibebaskan dari pajak penghasilan pribadi hingga tahun 2030. Mesin, peralatan, serta bahan baku impor yang digunakan untuk proyek investasi di IFC juga akan dibebaskan dari bea impor.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Vietnam berharap IFC dapat berkembang menjadi pusat keuangan penting di Asia Tenggara sebelum secara bertahap memperluas pengaruhnya ke tingkat global.

Berita Terkait

Operational Excellence Bawa CTP Tollways Raih Pengakuan Bergengsi Asia
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
Thailand Genjot Proyek “Land Bridge” Rp 532 Triliun, Siap Jadi Pesaing Selat Malaka
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Israel Gunakan Amunisi Lawas Hadapi Iran, Biaya Perang Membengkak
AS Tekan Negara Teluk Bayar Triliunan Dolar untuk Perang Iran, Analis Ungkap
Perkuat Layanan Tanpa Henti, IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:38 WIB

Operational Excellence Bawa CTP Tollways Raih Pengakuan Bergengsi Asia

Rabu, 29 April 2026 - 14:41 WIB

IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia

Senin, 27 April 2026 - 23:02 WIB

Thailand Genjot Proyek “Land Bridge” Rp 532 Triliun, Siap Jadi Pesaing Selat Malaka

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Kamis, 2 April 2026 - 15:46 WIB

Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Berita Terbaru

TNI – Polri

Gagal Beraksi, Komplotan Curanmor Diringkus Warga dan Polisi

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:30 WIB