5 nyawa melayang karena salah kaprah. Koperasi bukan barak militer. BPI KPNPA RI Tuntut Penghentian Latsarmil KDMP

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jakarta.Teropongrakyat.co-Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Tubagus Rahmad Sukendar. Mendesak pemerintah menghentikan program Pelatihan Dasar Militer bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih KDMP) Desakan muncul setelah 5 calon manajer KDMP meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.
pengelolaan koperasi lebih tepat menggunakan pendekatan tata kelola, partisipasi, dan literasi keuangan, bukan sistem komando militer.
Meminta peninjauan program sipil lain yang menggunakan metode serupa agar sesuai prinsip demokrasi dan HAM
Pernyataan Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar :
1. Belasungkawa dan Kritik Kebijakan
Rahmad menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut. Ia menyebut insiden ini adalah konsekuensi dari kebijakan yang salah karena membawa pendekatan militer ke ranah sipil.
“Kematian lima calon Manajer KDMP menunjukkan bahwa sistem pendidikan dan pelatihan militer tidak tepat diterapkan kepada warga sipil.”
2. Alasan Penghentian Diminta
Tidak relevan dengan kompetensi koperasi. Pengelola koperasi perlu tata kelola, kepemimpinan partisipatif, akuntabilitas, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat. Bukan doktrin militer.
– Di luar mandat TNI. Pelibatan TNI dinilai tidak sejalan dengan UU TNI dan memperluas praktik militerisasi di ruang sipil.
– Benturan budaya organisasi. Militer berbasis komando, hierarki, dan kepatuhan. Sementara koperasi butuh dialog, inovasi, pemikiran kritis, dan pengambilan keputusan partisipatif. Pendekatan militer dikhawatirkan melahirkan kepemimpinan otoritatif dan melemahkan demokrasi.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat

3. Tuntutan dan Rekomendasi Lebih Luas
BPI KPNPA RI meminta pemerintah:
1. Segera menghentikan Latsarmil untuk calon Manajer KDMP.
2. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan.
3. Meninjau ulang program sipil lain dengan pendekatan militer, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar selaras dengan demokrasi, HAM, dan pemisahan fungsi sipil-militer.

Baca Juga:  Kejagung Ungkap Total Kerugian Negara Yang Sebenarnya Rp968,5 Triliun, Hampir Menyentuh 1 Kuadriliun!

BPI juga menyinggung penghentian program serupa di sektor pendidikan anak sebagai bukti bahwa pendekatan militer bukan solusi untuk tata kelola sosial.

Berita Terkait

Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota
Ratusan Sopir Angkot Blokade Jalan Raden Intan, Tolak Trans Jatim Koridor II
Grand Design SIF Giripurno Rampung, Kota Batu Siapkan Pertanian Berbasis Teknologi
Suku Dinas GULKARMAT Jakarta Pusat Distribusikan 21 APAR di RW 08 Kelurahan Utan Panjang
Rumah dan Kandang Terbakar di Kalipare, Seekor Sapi Mati Terpanggang
Kebakaran Gunung Kawi Capai 1.534 Hektare, Tim Gabungan Terus Pantau dan Lakukan Pendinginan
Perubahan APBD Batu Tembus Rp1 Triliun, Nurochman Minta Program Tak Sekadar Ubah Angka
Kebakaran Gunung Kawi Meluas, 1.459 Hektare Area Terbakar

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:29 WIB

Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota

Selasa, 29 September 2026 - 06:02 WIB

Ratusan Sopir Angkot Blokade Jalan Raden Intan, Tolak Trans Jatim Koridor II

Rabu, 23 September 2026 - 19:40 WIB

Grand Design SIF Giripurno Rampung, Kota Batu Siapkan Pertanian Berbasis Teknologi

Senin, 21 September 2026 - 16:27 WIB

Suku Dinas GULKARMAT Jakarta Pusat Distribusikan 21 APAR di RW 08 Kelurahan Utan Panjang

Senin, 21 September 2026 - 14:31 WIB

Rumah dan Kandang Terbakar di Kalipare, Seekor Sapi Mati Terpanggang

Berita Terbaru

Ekonomi

Dolar AS Turun, Rupiah Menguat 0,47 Persen ke Rp17.882

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:33 WIB