Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Teropongrakyat.co – 13 Agustus 2026 – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menegaskan bahwa pers harus ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi alternatif yang independen.

Hal tersebut disampaikan Haedar dalam Orasi Kebangsaan bertema “Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan” dalam rangka Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium KH. A. Azhar Basyir Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026).

Haedar menjelaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam mengungkap realitas yang tidak selalu tampak di ruang publik. Ia menggunakan perspektif front stage dan backstage untuk menggambarkan adanya perbedaan antara realitas yang ditampilkan dan kondisi yang sebenarnya.

“Panggung depan sering kali penuh drama, rekayasa, dan tidak sepenuhnya menggambarkan realitas yang sebenarnya. Sedangkan panggung belakang itulah yang nyata,” ujar Haedar.

Menurutnya, pers perlu menghadirkan pemberitaan yang sedekat mungkin dengan realitas objektif. Namun, kerja pers tidak hanya berkaitan dengan persoalan benar dan salah, melainkan juga menyangkut nilai baik-buruk serta pantas-tidak pantas.

Baca Juga:  Bijak Bermedia Sosial di Era AI, Rumah Pena Foundation Ajak Jurnalis dan Konten Kreator Lawan Hoaks

Haedar menilai tantangan pers semakin besar karena media tidak terlepas dari kepentingan pemilik modal dan kekuasaan politik. Terlebih, media sosial telah menjadi ruang hidup baru bagi masyarakat yang memungkinkan setiap orang menyampaikan informasi dan pendapat secara luas.

“Intinya, dulu menulis di media itu penuh proses kurasi dan seleksi. Tidak seperti sekarang, di mana orang bisa asal bicara dan merasa paling benar di media sosial,” ungkapnya.

Ia kemudian menekankan pentingnya nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Menurut Haedar, agama tidak cukup ditempatkan sebagai ritual, tetapi harus mampu memberikan makna, nilai, dan arah kehidupan.

Haedar mencontohkan K.H. Ahmad Dahlan sebagai sosok yang menjadikan pemahaman agama sebagai kekuatan pembaruan. Dari pemahaman tersebut, Ahmad Dahlan melahirkan berbagai gerakan transformatif, seperti pendirian sekolah modern, rumah sakit, hingga organisasi ’Aisyiyah. “Agama tidak boleh sekadar menjadi ritual, tetapi harus memberi makna, memberikan nilai, dan membimbing arah,” tegas Haedar.

Dalam konteks kebangsaan, Haedar menyampaikan bahwa Indonesia dibangun atas kehendak untuk hidup bersama di tengah keberagaman. Kehendak tersebut kemudian dikodifikasikan melalui konsensus nasional, yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga:  Menaker Kukuhkan 70 Pengurus Lembaga Pelatihan Industri Daerah Periode 2024-2027

Ia mengingatkan bahwa konsensus kebangsaan tersebut perlu dijaga, termasuk oleh pers nasional. Pers harus tetap menjalankan perannya dalam menyuarakan kebenaran dan kebaikan serta tidak terjebak pada kepentingan pragmatis.

Haedar juga menyinggung perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik selama 42 tahun, yang dimulai ketika menjadi wartawan Suara Muhammadiyah. Pengalaman sebagai wartawan lapangan selama hampir lima tahun, menurutnya, turut menempa dirinya menjadi penulis dan jurnalis.

Ia berharap momentum Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dapat menjadi ruang untuk memperkuat peran pers sekaligus membangun kehidupan kebangsaan yang semakin mencerahkan dan membawa kemaslahatan.

Turut hadir Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muchlas, M.T., Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, M.A., Ph.D., Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Wakil Menteri Dikdasmen Fajar Riza Ulhaq, Rektor se-PTMA dan Beberapa tokoh pers serta Pimpinan Redaksi Media Nasional.

Reporter : Johan S/ Intan M

Berita Terkait

Menuju Kursi Ketua PWI Sumut, Austin Tumengkol Temui PWI Pusat
PWI Depok Gaungkan Pelestarian Angklung Lewat Harmoni Angklung
Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara
Ratusan Warga Antar Walis Erlangga Firera Daftar Bakal Calon Kepala Desa Randudongkal
Lima Hari Kerja Seharusnya Tuntas Malah Mandek Berbulan-bulan Prosedur BPN Dilanggar, Ahli Waris Tateli Terpaksa Tempuh Jauh ke Jakarta
Alumni Lemhannas Angkatan XXXVII Dilantik, Langsung Luncurkan Teori Konstitusi Nusantara untuk Perlindungan Masyarakat Adat
Pemprov Maluku Utara Gandeng CNBM China Percepat Pembangunan Food Estate di Halmahera Tengah
Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Kondangjajar, Modus Surat Rekomendasi Disorot

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:04 WIB

Menuju Kursi Ketua PWI Sumut, Austin Tumengkol Temui PWI Pusat

Jumat, 4 September 2026 - 12:00 WIB

PWI Depok Gaungkan Pelestarian Angklung Lewat Harmoni Angklung

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

Jumat, 4 September 2026 - 00:05 WIB

Ratusan Warga Antar Walis Erlangga Firera Daftar Bakal Calon Kepala Desa Randudongkal

Rabu, 2 September 2026 - 21:38 WIB

Lima Hari Kerja Seharusnya Tuntas Malah Mandek Berbulan-bulan Prosedur BPN Dilanggar, Ahli Waris Tateli Terpaksa Tempuh Jauh ke Jakarta

Berita Terbaru

TNI – Polri

Misi Close Air Support AH-64 Apache Warnai SGS 2026

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:30 WIB

TNI – Polri

Pasukan Airborne SGS 2026 Laksanakan Operasi Lanjutan Dalam Materi

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:24 WIB