Waduk Aseni Jadi Infrastruktur Strategis Pengendalian Banjir Jakarta Barat

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau pembangunan Waduk Aseni (Arseni) yang berlokasi di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu. Kunjungan tersebut didampingi oleh Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, Jum’at (30/1/2026). 

Dalam keterangannya kepada awak media, Rano Karno menyampaikan bahwa Waduk Aseni merupakan salah satu infrastruktur penting dalam upaya pengendalian banjir sekaligus pengelolaan sumber daya air di wilayah Jakarta Barat.

“Hari ini saya mengunjungi dua waduk, dan sore ini kami berada di Waduk Aseni. Waduk ini berfungsi sebagai sarana penampungan air sementara di Jakarta Barat untuk menambah kapasitas tampungan air hujan,” ujar Rano Karno.

Menurutnya, pembangunan waduk ini diharapkan mampu mengurangi debit air Kali Semanan serta menjadi alternatif sumber air baku di masa mendatang. Selain fungsi teknis tersebut, kawasan waduk juga dirancang sebagai ruang interaksi publik bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Ribuan Warga Semarakkan Jalan Sehat HUT Dekranasda, HKG PKK, dan Hari Koperasi di Kota Pasuruan

“Waduk ini tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai ruang publik. Ini akan menjadi tempat yang sangat baik bagi masyarakat,” lanjutnya.

Rano Karno menjelaskan, Waduk Aseni memiliki luas total hampir 4,47 hektare, dengan luas badan air sekitar 1,7 hektare dan area kering mencapai 2,7 hektare. Waduk ini memiliki kedalaman rata-rata 4 meter dengan kapasitas tampung mencapai 69.600 meter kubik air.

Selain itu, luas daerah tangkapan air (catchment area) Waduk Aseni mencapai 11,25 kilometer persegi, yang diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir hingga 13 persen di wilayah sekitarnya.

“Ini cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan lokasi lain yang hanya sekitar 2 hektare, waduk ini lebih dari 4 hektare, sehingga dampak pengendalian banjirnya jauh lebih besar,” jelasnya.

Pembangunan Waduk Aseni sendiri dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2023 hingga 2025. Di kawasan waduk juga direncanakan terdapat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mampu menampung limbah dari sekitar 2.260 jiwa, dengan kapasitas pengolahan mencapai 470 meter kubik per hari.

Baca Juga:  Kadis DBMSDA Serius Rencanakan Perbaikan Jembatan Kemang Pratama dan Jembatan 0 Rawalumbu

Tak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, Waduk Aseni juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti balai warga, toilet, tempat ibadah, area bermain anak, area duduk, hingga plaza.

“Artinya, selain fungsi utama sebagai pengendalian banjir, kawasan ini juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Namun tentu pemanfaatannya harus dikurasi dan diawasi dengan baik, karena fungsi utamanya tetap sebagai waduk,” tegas Rano Karno.

Ia menambahkan, pembangunan Waduk Aseni ditargetkan rampung pada Maret 2026, dengan pekerjaan yang saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

“Kalau melihat progresnya, mudah-mudahan Maret tahun ini sudah rampung. Tinggal penyempurnaan saja,” pungkasnya.

Berita Terkait

Satu Hari Dua Lokasi Kebakaran, Lahan Tebu di Gedangan dan Pagelaran Hangus, Kerugian Capai Rp35 Juta
SD Negeri 1 Srigonco Terdampak Pelebaran Jalan, Pembangunan Ruang Kelas Baru Belum Terwujud
Api Lahan Tebu Dekati Permukiman di Singosari, Damkar Kabupaten Malang Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Api dari Pembakaran Daduk Hanguskan Lahan Tebu di Bantur, Damkar Malang Bergerak Cepat Cegah Merembet ke Permukiman
Api dari Bakar Sampah Hanguskan Lahan Tebu di Kepanjen, Damkar Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Api Metana Bakar TPA Nonaktif di Karangploso, Damkar Malang Berjibaku 2,5 Jam Cegah Kobaran Merembet ke Lahan Tebu
Wali Kota Nurochman Ajak Masyarakat Kota Batu Budayakan Pilah Sampah dari Rumah
Hari Koperasi ke-79, Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:31 WIB

Satu Hari Dua Lokasi Kebakaran, Lahan Tebu di Gedangan dan Pagelaran Hangus, Kerugian Capai Rp35 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:58 WIB

SD Negeri 1 Srigonco Terdampak Pelebaran Jalan, Pembangunan Ruang Kelas Baru Belum Terwujud

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:05 WIB

Api Lahan Tebu Dekati Permukiman di Singosari, Damkar Kabupaten Malang Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:56 WIB

Api dari Pembakaran Daduk Hanguskan Lahan Tebu di Bantur, Damkar Malang Bergerak Cepat Cegah Merembet ke Permukiman

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:17 WIB

Api dari Bakar Sampah Hanguskan Lahan Tebu di Kepanjen, Damkar Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Berita Terbaru

TNI – Polri

Aksi Peduli Lingkungan, Lanud Iswahjudi Bersihkan Telaga Sarangan

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:03 WIB