Tiga Jet Tempur AS Jatuh di Kuwait Diduga Akibat Tembakan Salah Sasaran

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advanced Fighter Jets Flying Together Above The Clouds. Accelerates And Disappears. War And Air Force Related 3D Illustration Render.

Advanced Fighter Jets Flying Together Above The Clouds. Accelerates And Disappears. War And Air Force Related 3D Illustration Render.

Kuwait, teropongrakyat.co – Tiga jet tempur milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait pada Minggu malam waktu setempat akibat dugaan insiden tembakan salah sasaran (friendly fire). Insiden tersebut terjadi saat jet-jet tempur itu tengah menjalankan misi militer untuk mendukung operasi melawan Iran.

Berdasarkan keterangan dari United States Central Command (CENTCOM), pesawat yang jatuh merupakan jenis F-15E Strike Eagle. Sistem pertahanan udara Kuwait disebut secara tidak sengaja menembak jatuh jet-jet tersebut.

Enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat dan telah dievakuasi. Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Peringati Hari Nasional Prancis, Mayjend TNI Maychel Asmi: Perkuat Diplomasi Perdamaian

Insiden ini terjadi saat jet-jet tempur tersebut terlibat dalam misi mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang dikenal dengan sandi Operasi Epic Fury. Namun, detail lengkap mengenai kronologi kejadian maupun mekanisme kesalahan identifikasi target masih dalam proses penyelidikan.

Kementerian Pertahanan Kuwait dalam pernyataan resminya pada Senin dini hari membenarkan adanya “beberapa” jet tempur AS yang jatuh di wilayahnya. Meski demikian, pihak Kuwait belum merinci jumlah pasti pesawat yang terdampak maupun penyebab pasti insiden tersebut.

Baca Juga: 

Setiap unit F-15E Strike Eagle diketahui bernilai puluhan juta dolar AS, sehingga insiden ini diperkirakan menimbulkan kerugian material yang signifikan. Selain itu, peristiwa tersebut juga berpotensi memicu evaluasi serius terhadap sistem koordinasi pertahanan udara antara militer AS dan Kuwait.

Penyelidikan gabungan antara pihak militer AS dan otoritas Kuwait kini tengah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden serta menentukan tanggung jawab atas peristiwa yang disebut sebagai salah satu insiden salah sasaran paling serius di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Berita Terkait

Perkuat Efisiensi Layanan dan Penerimaan Negara, Kemenhub Teken Dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan WTDP di Muara Sabak dan Sangatta
DFC Mayjen TNI M Asmi Hadiri Kunjungan Presiden Portugal ke Misi MINUSCA
Cegah dan Penanganan SEA: DFC MINUSCA Mayjen TNI M Asmi Dampingi Kunjungan USG Christian Saunders
Kepercayaan Global Meningkat: Pelindo Siap Layani Ratusan Kapal Pesiar di 2026, Infrastruktur Terus Ditingkatkan
IPC TPK Bagikan 1.600 Paket Takjil, Dukung Semangat Puasa Pekerja Pelabuhan yang Tetap Bertugas 24 Jam
Media Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan di Teheran
Kuatkan Standar Layanan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Digitalisasi Sistem Manajemen Terintegrasi
IPC Terminal Petikemas Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:56 WIB

Perkuat Efisiensi Layanan dan Penerimaan Negara, Kemenhub Teken Dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan WTDP di Muara Sabak dan Sangatta

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:00 WIB

DFC Mayjen TNI M Asmi Hadiri Kunjungan Presiden Portugal ke Misi MINUSCA

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:57 WIB

Cegah dan Penanganan SEA: DFC MINUSCA Mayjen TNI M Asmi Dampingi Kunjungan USG Christian Saunders

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:47 WIB

Kepercayaan Global Meningkat: Pelindo Siap Layani Ratusan Kapal Pesiar di 2026, Infrastruktur Terus Ditingkatkan

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:59 WIB

IPC TPK Bagikan 1.600 Paket Takjil, Dukung Semangat Puasa Pekerja Pelabuhan yang Tetap Bertugas 24 Jam

Berita Terbaru