Tasyakuran Tiga Tahun LHDPK di Perkebunan Bungur Raya: Wujud Syukur dan Harapan untuk Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta, 4 Agustus 2025, teropongrakyat.c— Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara tasyakuran tiga tahun penggarapan Lahan Hutan Desa Produktif Keluarga (LHDPK) yang berlangsung di wilayah perkebunan Bungur Raya, Desa Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Acara ini menjadi momentum refleksi, rasa syukur, serta harapan atas perjalanan panjang yang telah ditempuh masyarakat bersama para penggerak LHDPK dalam membangun kemandirian ekonomi dan pertanian berkelanjutan.

Diselenggarakan di lahan utama Bungur Raya—yang kini menjadi simbol keberhasilan program—tasyakuran dihadiri oleh para petani, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah desa, aktivis lingkungan, hingga tamu undangan dari kabupaten. Acara dibuka dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas keberhasilan pengelolaan lahan selama tiga tahun terakhir.

LHDPK Bungur Raya pertama kali digagas pada tahun 2022 sebagai bagian dari upaya revitalisasi lahan tidur di wilayah Bungursari. Dengan semangat gotong royong dan pendekatan agroekologi, masyarakat bersama tim penggerak mengubah lahan tidak produktif menjadi kawasan pertanian terpadu yang kini menjadi tumpuan hidup banyak keluarga.

“Awalnya, kami hanya punya semangat dan tekad. Tapi berkat kerja keras semua pihak, sekarang LHDPK ini bukan hanya tempat bercocok tanam, melainkan juga ruang belajar, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi keluarga,” ungkap Bapak Rukmana, salah satu penggerak awal LHDPK sekaligus Ketua Kelompok Tani Bungur Raya.

Saat ini, lahan LHDPK telah ditanami berbagai komoditas unggulan seperti singkong, jagung, kacang tanah, serta beragam tanaman hortikultura. Program ini juga memperkenalkan praktik pertanian organik, pengelolaan limbah berbasis desa, serta pembentukan koperasi tani sebagai sarana distribusi hasil panen secara lebih adil dan efisien.

Baca Juga:  Kinerja Positif Program TJSL Pelindo Solusi Logistik Tahun 2024

Acara tasyakuran tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang evaluasi dan perumusan rencana ke depan. Dalam sesi diskusi terbuka, warga dan fasilitator membahas berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari dampak perubahan iklim, keterbatasan alat pertanian modern, hingga kebutuhan pelatihan lanjutan bagi generasi muda.

Dengan keberhasilan yang mulai dikenal hingga tingkat kabupaten, LHDPK Bungur Raya diharapkan dapat menjadi model nasional untuk pengembangan lahan desa produktif yang berpihak kepada petani kecil. Beberapa akademisi dan lembaga swadaya masyarakat bahkan telah menyatakan ketertarikannya untuk melakukan penelitian dan replikasi program ini di wilayah lain.

Baca Juga:  Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan

Sebagai bentuk adaptasi terhadap zaman, upaya digitalisasi pertanian juga mulai diperkenalkan. Pelatihan teknologi pertanian presisi serta pemasaran hasil panen secara daring menjadi langkah awal Bungur Raya membuka diri terhadap inovasi, tanpa meninggalkan kearifan lokal yang selama ini menjadi pondasi gerakan ini.

Acara ditutup dengan makan bersama hasil bumi dari LHDPK, diiringi musik tradisional dan penampilan seni warga desa. Di tengah tawa dan kebersamaan, terselip semangat yang tak pernah padam: semangat membangun desa, menjaga bumi, dan merawat harapan masa depan.

Dengan pencapaian selama tiga tahun ini, LHDPK Bungur Raya bukan lagi sekadar program—ia telah menjelma menjadi gerakan kolektif yang menyatukan warga dalam semangat kerja keras, kemandirian, dan cinta terhadap tanah kelahiran.


(Gibrandi)

Berita Terkait

Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Pelabuhan Tanjung Priok Sukses Melayani Arus Mudik Penumpang Kapal Laut 2026
Momentum Lebaran, Pengurus LDII Kota Pasuruan Pererat Tali Silaturahiim Dengan Wali Kota
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan
Pemuda LDII Kabupaten Malang Berbagi 500 Takjil di Pakisaji, Perkuat Kepedulian Sosial Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 16:18 WIB

Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Kamis, 2 April 2026 - 15:46 WIB

Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Senin, 30 Maret 2026 - 00:28 WIB

Pelabuhan Tanjung Priok Sukses Melayani Arus Mudik Penumpang Kapal Laut 2026

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:28 WIB

Momentum Lebaran, Pengurus LDII Kota Pasuruan Pererat Tali Silaturahiim Dengan Wali Kota

Berita Terbaru