Rahman Sabon Nama: “Paru-Paru Dunia Terbakar” Akibat Sawit & Tambang Ilegal. PDKN. DPR Harus Panggil Menteri Kehutanan

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, ard-news.co – Partai Daulat Kerajaan Nusantara `PDKN` angkat suara terkait maraknya kebakaran hutan dan lahan `karhutla` di Indonesia. Ketua Umum PDKN Rahman Sabon Nama menyebut Indonesia yang dijuluki dunia internasional sebagai “paru-paru dunia” saat ini selimut hijaunya terbakar hebat.

“Dunia Internasional mengatakan Indonesia sebagai paru-paru dunia, karena terletak di daerah khatulistiwa. Tapi hari ini paru-paru itu sedang terbakar” ujar Rahman, Senin (25/8/2026).

120 juta hektar hutan di Indonesia, kerusakan sudah sangat parah. Penyebab utamanya disebut berasal dari pembakaran hutan untuk pembukaan *perkebunan kelapa sawit, tambang ilegal, dan pembalakan liar*.

Rahman menyoroti kerusakan hutan di Kalimantan dan Sumatera yang tidak lepas dari praktik pembalakan liar, perdagangan kayu ilegal, serta maraknya tambang-tambang liar.

Baca Juga:  Cegah DBD, Kesehatan Kostrad  Laksanakan Foging di Rumdis Kostrad dan Penerbad

*Kerusakan ini juga tidak terlepas dari pengalihan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit. Ini salah satu penyebab kebakaran dan banjir bandang di Sumatra*,” tegasnya.

Ia juga menyebut praktik-praktik tersebut marak terjadi di era pemerintahan sebelumnya.

Desak DPR Panggil Menteri Kehutanan
PDKN menilai kerusakan hutan Indonesia bukan hanya berdampak bagi masyarakat nasional, tetapi juga dunia. Karena itu Rahman mendesak “DPR RI segera memanggil Menteri Kehutanan” untuk mempertanggungjawabkan pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan sawit dan area pertambangan.

“DPR harus segera panggil Menteri Kehutanan. Usut tuntas pengalihan hutan untuk kepentingan para taipan. Ini menyangkut masa depan bangsa dan dunia,” ujarnya.

Baca Juga:  Peduli Keselamatan Nelayan, Bhabinkamtibmas Pulau Panggang Sambangi Nelayan

Apresiasi Kinerja TNI AL
Di tengah kritik tersebut, PDKN juga memberikan apresiasi kepada KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali yang dinilai telah mampu “menjinakkan api” di titik-titik kebakaran hutan.

“Kami apresiasi langkah cepat TNI AL di bawah komando KASAL. Tapi pemadaman saja tidak cukup. Harus ada pencegahan dan penegakan hukum”kata Rahman.

PDKN berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan pencegahan, pengawasan kawasan rawan, serta mencabut izin perusahaan yang terbukti terlibat pembakaran hutan.**

 

Berita Terkait

Menuju Kursi Ketua PWI Sumut, Austin Tumengkol Temui PWI Pusat
PWI Depok Gaungkan Pelestarian Angklung Lewat Harmoni Angklung
Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara
Ratusan Warga Antar Walis Erlangga Firera Daftar Bakal Calon Kepala Desa Randudongkal
Lima Hari Kerja Seharusnya Tuntas Malah Mandek Berbulan-bulan Prosedur BPN Dilanggar, Ahli Waris Tateli Terpaksa Tempuh Jauh ke Jakarta
Alumni Lemhannas Angkatan XXXVII Dilantik, Langsung Luncurkan Teori Konstitusi Nusantara untuk Perlindungan Masyarakat Adat
Pemprov Maluku Utara Gandeng CNBM China Percepat Pembangunan Food Estate di Halmahera Tengah
Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Kondangjajar, Modus Surat Rekomendasi Disorot

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:04 WIB

Menuju Kursi Ketua PWI Sumut, Austin Tumengkol Temui PWI Pusat

Jumat, 4 September 2026 - 12:00 WIB

PWI Depok Gaungkan Pelestarian Angklung Lewat Harmoni Angklung

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

Jumat, 4 September 2026 - 00:05 WIB

Ratusan Warga Antar Walis Erlangga Firera Daftar Bakal Calon Kepala Desa Randudongkal

Rabu, 2 September 2026 - 21:38 WIB

Lima Hari Kerja Seharusnya Tuntas Malah Mandek Berbulan-bulan Prosedur BPN Dilanggar, Ahli Waris Tateli Terpaksa Tempuh Jauh ke Jakarta

Berita Terbaru

TNI – Polri

Misi Close Air Support AH-64 Apache Warnai SGS 2026

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:30 WIB

TNI – Polri

Pasukan Airborne SGS 2026 Laksanakan Operasi Lanjutan Dalam Materi

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:24 WIB