Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTMenhut Raja Antoni Minta Tak Land Clearing : Kondisi Bukan Musim Kering BiasaKomentar: 0

Menhut Raja Antoni Minta Tak Land Clearing : Kondisi Bukan Musim Kering Biasa

Teropong Rakyat, 24 Agustus 2026, 17:37 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

JAKARTA,teropongrakyat.co –
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing atau pembukaan lahan dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca yang dinilai sangat berisiko terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menegaskan kondisi saat ini bukan musim kering biasa karena Indonesia tengah menghadapi El Niño yang sangat kuat.

“Saya kira kami pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat menghargai apa yang disebut sebagai kearifan lokal. Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, atau tidak peduli dengan kearifan lokal. Namun mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” kata Menhut Raja Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

Menhut Raja Antoni meminta masyarakat menunda pembakaran lahan untuk membuka kebun dalam kondisi saat ini. Menurutnya, kondisi El Nino yang sangat kuat membuat api sekecil apa pun berisiko memicu karhutla.

Baca Juga:  PPP Jakarta Barat Gelar Musancab: Strategi Konsolidasi dan Target Kursi DPRD

“Oleh karena itu, minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya,” ujarnya.

Dia mengingatkan bahaya tersebut tidak hanya berasal dari pembakaran lahan. Raja Antoni menyebut puntung rokok hingga obat nyamuk juga dapat menjadi sumber api yang berbahaya dalam kondisi kering saat ini.

“Tapi fakta di lapangan ya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa api sekecil apa pun, bahkan puntung rokok, apa namanya, obat nyamuk ya, apalagi api unggun dan lain sebagainya itu sangat berbahaya pada masa sekarang ini,” katanya.

Menhut Raja Antoni juga meminta para pejabat dan politisi di Pontianak, Kalimantan Barat, maupun daerah lainnya tidak mempolitisasi persoalan land clearing secara berlebihan. Dia mengatakan pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni mencegah karhutla menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Baca Juga:  Pembukaan Latihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer Satjar Divif 1 Kostrad Tahun 2025

“Karena tujuan kita sebenarnya sama, kita ingin karhutla ini tidak mengakibatkan dampak negatif kepada masyarakat kita,” kata Raja Antoni.

Dia menegaskan kebijakan pemerintah terkait pengendalian karhutla tetap memperhatikan kearifan lokal. “Sekali lagi bukan kita tidak peduli dengan kearifan lokal, kita sangat peduli kearifan lokal,” ujarnya.

Raja Antoni kembali mengajak masyarakat untuk tidak melakukan land clearing dengan pembakaran selama kondisi cuaca masih berisiko tinggi. “Oleh karena itu sekali lagi, hentikan politisasi, dan ayo ajak masyarakat kita untuk tidak melakukan land clearing ya pada masa sulit ini,” tegasnya.

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Lihat Edukasi Selengkapnya→
Artikel Terkait Edukasi
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain