Dosen UPN Veteran Jawa Timur Raih Peringkat 1 Pelatihan Fasilitator Bela Negara Kemhan RI

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Dr. Allen Pranata Putra, S.E., M.KP., dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, berhasil meraih Peringkat 1 Peserta Terbaik dalam Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Pusat Kompetensi Bela Negara.

Pelatihan tersebut berlangsung pada 27 Juli hingga 14 Agustus 2026 dengan total 150 jam pelajaran. Program ini dirancang untuk membentuk fasilitator yang memiliki pemahaman komprehensif mengenai bela negara, sekaligus mampu mengomunikasikan, memfasilitasi, dan mendiseminasikan nilai-nilai dasar bela negara kepada masyarakat.

Keikutsertaan Dr. Allen merupakan bagian dari penugasan institusi UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung penguatan kompetensi dosen sekaligus memperluas peran perguruan tinggi dalam pembinaan kesadaran bela negara.

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Raih Peringkat 1 Pelatihan Fasilitator Bela Negara Kemhan RI - Teropong Rakyat

Pelatihan Intensif Membentuk Fasilitator Bela Negara

Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan konseptual, tetapi juga menekankan kemampuan peserta dalam menerapkan metode fasilitasi secara efektif.

Materi pelatihan terbagi dalam bidang studi dasar, bidang studi inti, dan bidang studi pendukung. Pada bidang studi dasar, peserta mendapatkan pembekalan mengenai perkembangan lingkungan strategis, konsensus dasar bangsa, keamanan nasional, sistem pertahanan semesta, serta pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara.

Sementara itu, bidang studi inti mencakup pengantar pembinaan kesadaran bela negara, nilai dasar bela negara, karakter bela negara, kepemimpinan bela negara, sikap dan perilaku bela negara, dasar-dasar fasilitasi, teknik presentasi, sosialisasi dan diseminasi, hingga manajemen pendidikan dan pelatihan.

Peserta juga mengikuti berbagai kegiatan praktik, seperti micro teaching, simulasi sosialisasi dan diseminasi, teknik fasilitasi baris-berbaris dan keprotokolan, caraka malam, api semangat bela negara, serta keterampilan bela negara.

Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu mentransformasikan nilai-nilai bela negara menjadi proses pembelajaran yang komunikatif, partisipatif, dan relevan bagi berbagai kelompok masyarakat.

Raih Peringkat 1 sebagai Peserta Terbaik

Pada akhir rangkaian pelatihan, Dr. Allen Pranata Putra berhasil memperoleh Peringkat 1 sebagai peserta terbaik dalam Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara Gelombang II TA 2026.

Baca Juga:  Fakta Mengejutkan Eks Kapolres Ngada, Rp 100.000 untuk Bungkam Para Korban

Capaian tersebut menjadi prestasi penting mengingat pelatihan dilaksanakan secara intensif dan menuntut peserta menunjukkan kompetensi dalam berbagai aspek, mulai dari pengetahuan, sikap, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, fasilitasi, hingga praktik penyampaian materi bela negara.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan kapasitas akademisi dalam mengintegrasikan kemampuan akademik, komunikasi publik, kepemimpinan, serta pemahaman kebangsaan ke dalam proses pembelajaran bela negara.

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Raih Peringkat 1 Pelatihan Fasilitator Bela Negara Kemhan RI - Teropong Rakyat

Bagi Dr. Allen, capaian tersebut bukan sekadar prestasi individual, melainkan juga tanggung jawab untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat.

«“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat komprehensif karena peserta tidak hanya mempelajari konsep bela negara, tetapi juga dilatih bagaimana menjadi fasilitator yang mampu membangun partisipasi, menyampaikan pesan secara efektif, serta mengajak masyarakat memahami bela negara secara kontekstual,” ujar Dr. Allen.»

Menurutnya, bela negara perlu dipahami secara luas dan tidak terbatas pada dimensi pertahanan militer. Bela negara juga dapat diwujudkan melalui profesionalisme, kedisiplinan, kepedulian sosial, kontribusi akademik, penguatan ekonomi, inovasi, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Memperkuat Peran Kampus Bela Negara

Keikutsertaan dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam Pelatihan Fasilitator Bela Negara memiliki relevansi kuat dengan karakter institusi sebagai Kampus Bela Negara.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara kepada generasi muda.

Dalam konteks perguruan tinggi, pembinaan tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan kemahasiswaan, maupun berbagai aktivitas akademik dan nonakademik.

Kehadiran fasilitator bela negara dari kalangan dosen menjadi penting karena dosen berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa sebagai generasi yang nantinya akan memasuki berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Pendekatan fasilitasi yang tepat diharapkan mampu menjadikan pendidikan bela negara lebih dialogis, aplikatif, dan dekat dengan tantangan generasi muda.

Bela negara juga perlu dikaitkan dengan dinamika lingkungan strategis yang terus berubah. Perkembangan teknologi digital, disinformasi, ancaman siber, konflik sosial, persoalan ekonomi, perubahan geopolitik, hingga berbagai ancaman nonmiliter membutuhkan kemampuan masyarakat dalam menjaga ketahanan nasional melalui profesi dan perannya masing-masing.

Baca Juga:  Polres Probolinggo Maksimalkan Patroli, Petakan Wilayah Rawan Curanmor dan Curwan

Dari Pelatihan Menuju Implementasi di Lingkungan Akademik

Setelah menyelesaikan pelatihan, kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan di lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur.

Implementasi tersebut dapat diarahkan pada kegiatan sosialisasi nilai dasar bela negara kepada mahasiswa, pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif, pelatihan fasilitator di lingkungan kampus, penguatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maupun integrasi nilai-nilai bela negara ke dalam aktivitas akademik.

Menurut Dr. Allen, tantangan berikutnya adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas.

«“Peringkat yang diperoleh tentu menjadi motivasi, tetapi substansi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kompetensi sebagai fasilitator dapat digunakan untuk membangun kesadaran bela negara yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda dan lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.»

Penguatan fasilitator bela negara dari lingkungan akademik juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertahanan dalam pengembangan pendidikan kebangsaan, pembinaan karakter, peningkatan kesadaran bela negara, serta diseminasi nilai-nilai kebangsaan.

Prestasi Sekaligus Tanggung Jawab Akademik

Capaian Peringkat 1 dalam Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara Gelombang II TA 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat peran akademisi dalam kehidupan kebangsaan.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas implementasi nilai-nilai bela negara melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui akademisi yang memiliki kompetensi sebagai fasilitator bela negara, perguruan tinggi dapat semakin berperan sebagai ruang pembentukan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, kepedulian terhadap kepentingan nasional, serta kesiapan memberikan kontribusi sesuai profesi dan bidang keilmuannya.

Pelatihan yang berlangsung selama 150 jam pelajaran tersebut pada akhirnya bukan sekadar proses peningkatan kapasitas individu. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kesadaran kebangsaan, karakter bela negara, dan kemampuan berkontribusi terhadap ketahanan nasional.

 

Kontributor/Penulis: Dr. Allen Pranata Putra, S.E., M.KP.

Berita Terkait

Tingkatkan Keamanan, Unit Pam Obvit Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Patroli di Area PT PLN Indonesia Power UBP Priok
TNI Kerahkan Tiga Batalyon Teritorial Pembangunan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar
JJOS Polres Priok Intensifkan Patroli Cipta Kondisi, Antisipasi Kejahatan Jalana
Program Jembatan Garuda, Kodim 1710/Mimika Bangun Akses dan Konektivitas di Kampung Kaugapu
TNI Kerahkan Satgas Khusus Percepat Penanganan Karhutla di Riau
Hari Kesembilan Penanganan Gempa NTT, TNI Kerahkan 8.012 Personel dan Salurkan 803,824 Ton Bantuan
TNI Gelar Bhakti Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-81 TNI
Polisi Satresnarkoba Polres Priok Tangkap Pengedar Sabu di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Tingkatkan Keamanan, Unit Pam Obvit Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Patroli di Area PT PLN Indonesia Power UBP Priok

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Raih Peringkat 1 Pelatihan Fasilitator Bela Negara Kemhan RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:14 WIB

TNI Kerahkan Tiga Batalyon Teritorial Pembangunan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:44 WIB

JJOS Polres Priok Intensifkan Patroli Cipta Kondisi, Antisipasi Kejahatan Jalana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Program Jembatan Garuda, Kodim 1710/Mimika Bangun Akses dan Konektivitas di Kampung Kaugapu

Berita Terbaru