Surabaya, teropongrakyat.co — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN Veteran Jawa Timur bekerja sama dengan Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan & Bimbingan Konseling (PPKBK) UPN Veteran Jawa Timur menyelenggarakan Sosialisasi Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Bimbingan Konseling bagi dosen, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun lingkungan akademik yang aman, kondusif, dan berorientasi pada kesejahteraan sivitas akademika.
Sosialisasi ini diikuti oleh dosen FEB dan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai peran strategis PPKBK sebagai unit layanan yang menangani berbagai persoalan non-akademik maupun akademik yang berdampak pada kesehatan psikologis dan keamanan warga kampus.
Tidak hanya membahas isu bimbingan konseling, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan dalam berbagai bentuk, baik kekerasan verbal, non-verbal, psikologis, maupun bentuk lainnya.
Dalam pemaparannya, tim PPKBK menjelaskan secara komprehensif mekanisme pelaporan apabila terjadi dugaan atau pengalaman kekerasan di lingkungan kampus. Dijabarkan pula alur penanganan kasus, mulai dari tahap penerimaan laporan, asesmen awal, pendampingan psikologis, hingga koordinasi dengan pihak terkait sesuai kebutuhan.
Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai fasilitas dan layanan yang dapat diakses oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa, sebagai bentuk perlindungan dan dukungan institusi.
Salah satu dosen FEB UPN Veteran Jawa Timur, Ardyan Wicaksana, ST., MM., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, keberadaan PPKBK merupakan langkah penting dan strategis dalam menjaga kualitas iklim akademik.
“Saya menyambut baik kehadiran unit dan program PPKBK ini. Dengan adanya layanan yang jelas dan terstruktur, dosen, karyawan, maupun mahasiswa memiliki alternatif solusi ketika menghadapi berbagai persoalan, baik akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardyan menekankan bahwa persoalan kekerasan di lingkungan kampus tidak boleh dianggap sepele dan harus ditangani secara serius serta profesional.
“Masalah kekerasan, sekecil apa pun, jika tidak ditangani dengan tepat dapat berdampak pada kenyamanan dan produktivitas sivitas akademika. Kehadiran PPKBK diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan membangun iklim akademik yang lebih kondusif dan positif,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, FEB UPN Veteran Jawa Timur berharap seluruh dosen dapat berperan aktif sebagai agen pencegahan, sekaligus menjadi penghubung informasi bagi mahasiswa dan rekan kerja terkait keberadaan layanan PPKBK. Dengan sinergi antara fakultas dan unit layanan, diharapkan tercipta budaya kampus yang saling menghargai, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UPN Veteran Jawa Timur dalam menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keamanan, dan kesehatan mental seluruh sivitas akademika.
(MT. Ghifary)

























































