Pengelola Pasar Manggis Bantah Keras Tudingan Intimidasi dan Pemutusan Listrik Sepihak

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  Teropongrakyat.co- – Pengelola Pasar Manggis yang berlokasi di Jalan Guntur, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan sejumlah pedagang terkait dugaan arogansi, intimidasi, serta pemutusan arus listrik secara sepihak.

Perwakilan pengelola Pasar Manggis yang minta namanya tidak disebutkan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Ia menyatakan pihak pengelola telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak pernah bertindak sepihak sebagaimana yang disampaikan sebagian pedagang.

“Kami sebagai pihak pengelola ingin meluruskan bahwa apa yang kami lakukan tidak sepihak seperti yang dikatakan pedagang,” Tuturnya melalui pesan WhatsApp . (25/2/2026).

Baca Juga:  Lomba Penataan Lingkungan: Dari Rawa Badak Selatan Untuk Indonesia Yang Lebih Hijau 

Menurutnya, langkah pemutusan arus listrik dilakukan setelah pihak pengelola terlebih dahulu memberikan pemberitahuan kepada pedagang terkait kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi tepat waktu. Namun, kata dia, imbauan tersebut tidak diindahkan oleh sebagian pedagang.

“Sebelum dilakukan pemutusan arus listrik, kami sudah memberikan pemberitahuan kepada para pedagang untuk membayar kewajibannya tepat waktu. Namun hal tersebut tidak diindahkan,” jelasnya.

Ia juga membantah keras tudingan bahwa pengelola bersikap arogan maupun melakukan intimidasi. Ia menegaskan seluruh tindakan pengelola dilakukan dalam koridor aturan yang berlaku.

Baca Juga:  PTP Nonpetikemas Hadir dengan Pelindo Berbagi Ramadhan 2026 – Bagikan Takjil, Sembako hingga Santuni Anak Yatim

“Terkait tudingan pengelola arogan bahkan intimidasi, tidak ada seperti yang dikatakan pedagang. Apa yang kami lakukan sudah sesuai ketentuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihak pengelola membuka ruang dialog dengan para pedagang guna mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan aktivitas di Pasar Manggis. Ia memastikan kantor pengelola selalu terbuka bagi pedagang yang ingin berdiskusi.

“Pintu kantor kami selalu terbuka untuk para pedagang yang ingin bersilaturahmi dan berdiskusi tentang permasalahan yang terjadi di Pasar Manggis. Kami berharap dapat bersama-sama mencari solusi terbaik untuk pasar ke depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Optimalisasi Aset Negara, Kemenhub Dukung Pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Barat
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Selaras Dengan Transformasi Identitas Subholding, PT Akses Pelabuhan Indonesia Hadir Dengan Logo Baru
Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:02 WIB

Optimalisasi Aset Negara, Kemenhub Dukung Pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Barat

Selasa, 14 April 2026 - 11:16 WIB

Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Kamis, 2 April 2026 - 15:46 WIB

Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Senin, 30 Maret 2026 - 12:22 WIB

Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group

Berita Terbaru

Seputar Desa

Audensi Buruh Di DPRD Riau Diwarnai Duka, FSPMI Tekan 6 Tuntutan

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:03 WIB

Breaking News

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:38 WIB