MALANG | Teropongrakyat.co – Museum Tragedi Kanjuruhan yang berada di Gate 13 Stadion Kanjuruhan akan segera dilengkapi nama dan foto 135 korban meninggal dunia dalam peristiwa 1 Oktober 2022. Penataan museum dilakukan agar lebih tertata dan terkonsep.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat berkunjung dan berdialog bersama keluarga korban serta jajaran Forkopimda, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Putu, museum akan memiliki backdrop berisi nama dan foto seluruh korban, serta Wall of Fame bertuliskan “Selamat Jalan Pahlawan Arema”. Selain itu, akan ditampilkan etalase berisi barang-barang milik korban seperti kaos, sepatu, dan syal yang dilengkapi keterangan. Museum juga akan memuat diorama dan dokumentasi foto peristiwa 1 Oktober 2022.
“Pengelolaan museum tetap menjadi bagian dari pengelolaan Stadion Kanjuruhan di bawah tanggung jawab Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang. Namun pemanfaatannya dialokasikan khusus untuk keluarga korban,” ujar Putu.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi berharap museum dapat memberikan manfaat bagi masyarakat umum dan keluarga korban. Ia menyebut area Gate 13 diperuntukkan sebagai lokasi museum sekaligus tempat doa bagi keluarga korban.
Karena tidak diperbolehkan aktivitas jual beli di area tersebut, Pemkab Malang menyiapkan satu unit tempat usaha di food court untuk keluarga korban.
Perwakilan keluarga korban dari Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK), Devi Atok, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan kepolisian. Pengelolaan museum disepakati dilakukan bersama YKTK dan Dispora, serta biaya sewa tempat usaha di food court ditanggung oleh Bupati dan Kapolresta.

























































