Kisah naas Teuku Markam, sosok penyumbang 28 kg emas di tugu Monas yang konon hartanya digondol sosok ternama ini

- Jurnalis

Sabtu, 25 Mei 2024 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TeropongRakyat.co

Jakarta || Beginilah kisah naas Teuku Markam, sosok penyumbang 28 kg emas untuk Monas yang konon hartanya digondol Soeharto.

Seperti yang diketahui, Teuku Markam  merupakan sosok penyumbang emas terbesar yang berada di puncak tugu Monas.

Saat itu kabarnya Teuku Markam memang menjadi salah satu orang terkaya di tanah air ini, sebelum nasibnya berubah 180 derajat di era rezim Soeharto.

Bukan hanya tugu Monas, beberapa fasilitas publik lainnya pada saat itu tak lain merupakan hasil jerih payah Teuku Markam untuk mensejahterakan Indonesia di awal-awal merdeka.

Namun sayangnya, pahlawan tanpa tanda jasa itu bak terdzolimi sampai membuat kehidupannya menjadi naas.

Untuk kisah selengkapnya, dilansir Hops.ID dari YouTube Catatan Sejarah pada 25 Mei 2024, simak ulasan berikut ini!

Kisah Teuku Markam, sosok penyumbang 28 emas di tugu Monas yang konon digondol hartanya

Tugu monas merupakan monumen yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia saat merebut kemerdekaan dari kolonial Hindia Belanda.

Baca Juga:  Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Rencana Tawuran di Jakarta Timur, Senjata Rakitan Diamankan

Pembangunan monas dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Konon kabarnya, 28 kg Emas diantaranya merupakan sumbangan dari Teuku Markam. Salah seorang saudagar Aceh yang sempat jadi orang terkaya di Indonesia.

Kebanyakan orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh, namun tak banyak yang tahu bahwa Teuku Markam lah saudagar yang dimaksud.

Tak hanya Monas, ia pun ikut membebaskan lahan senayan untuk dijadikan pusat olahraga terbesar di Indonesia.

Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku  Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno yang tentunya pantas dijadikan sebagai tokoh pahlawan.

Di zaman Orba karyanya yang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Sampai saat ini pun karyanya masih awet dan dipakai oleh masyarakat

Baca Juga:  Trotoar Disulap Jadi “Kasir Jalanan”, Parkir Liar di Jalan Danau Sunter Barat Diduga Dibiarkan

Dia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota dari Jepang.

Usaha lainnya yakni mengimpor plat baja, besi beton, sampai senjata untuk militer.

Bak kebaikannya dibalas dengan air tuba, peran Teuku Markam jadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto.

Beliau ditahan selama 8 tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh rezim Orba.

Pernah mencoba bangkit setelah bebas dari penjara, tapi tak bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia.

Pasca kejadian tersebut, keturunannya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental.

Hingga kekuasaan orba berakhir, nama baik Teuku Makam tidak pernah direhabilitir.

Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam.

Itulah ulasan mengenai nasib naas Teuku Markam, penyumbang 28 kg emas untuk Monas yang konon hartanya digondol oleh Soeharto.

Berita Terkait

Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu
Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani
Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”
Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola
Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu
Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:38 WIB

Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:37 WIB

Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

Senin, 8 Juni 2026 - 19:50 WIB

Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”

Senin, 8 Juni 2026 - 10:21 WIB

Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:08 WIB

Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu

Berita Terbaru

Breaking News

Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:37 WIB