Aceh -( Teropongrakyat.co) Tim kemanusiaan dari PMI Jakarta Utara yang terdiri atas 21 orang telah melakukan kegiatan bantuan di Gayo Lues, Aceh, dengan masa pelaksanaan selama 21 hari dan berbasis di Markaz PMI Gayo Lues. Tim ini dipimpin langsung oleh Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, dengan komposisi yang terdiri dari 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker, 14 relawan, serta 3 pengurus PMI Kota Jakarta Utara.
Kelompok ini berangkat pada tanggal 10 Januari 2026 menggunakan 5 armada mobil. Sebanyak 4 mobil dikirim melalui pesawat Hercules, sedangkan 1 mobil lainnya dikirim melalui jalur darat. Perjalanan dari Medan menuju Gayo Lues yang melalui Kutacane memakan waktu sekitar 11 jam dengan kondisi jalanan yang sangat ekstrem – di mana akses dapat terputus jika terjadi hujan. Berkat cuaca yang cerah, tim berhasil tiba di Kota Kabupaten Gayo Lues pada pukul 20.10 tanggal 11 Januari 2026. Setelah tiba, tim melakukan rapat bersama PMI Gayo Lues untuk mempersiapkan langkah masuk ke desa-desa terdampak bencana.
Selama dua hari berikutnya, tim fokus pada persiapan logistik karena akses ke beberapa desa sangat sulit dan terjal. Mereka menyiapkan bahan bakar serta kendaraan roda empat penggerak empat (4×4) untuk mengangkut tenaga medis dan barang bantuan bagi korban.
Pada pagi tanggal 13 Januari 2026, tim berangkat menuju kecamatan Pining untuk melayani desa-desa yang menjadi target, antara lain Desa Pepela, Desa Pintu Rime, dan Desa Ekan. Semua desa di kecamatan tersebut hanya dapat dijangkau dengan kendaraan 4×4 karena kondisi jalan yang sangat berat. Meskipun perjalanan ekstrem, semangat relawan dan tenaga medis tidak patah dan mereka tetap bertekad untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.

Tim tiba di Desa Pepela pada pukul 12.00 dan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan bagi warga pengungsi. Pada pukul 13.30, mereka melanjutkan ke Desa Pintu Rime untuk membuka pos pelayanan kesehatan, sementara relawan melakukan sesi trauma healing bagi anak-anak korban bencana.

Pada pukul 15.20, tim berhasil mencapai Desa Ekan yang memiliki tingkat kesulitan akses paling tinggi. Tim PMI Jakarta Utara kemudian menetap di lokasi tersebut untuk melakukan tindak lanjut pelayanan medis dan trauma healing pada hari berikutnya. Kegiatan ini didukung dengan dokumentasi berupa foto-foto proses pelaksanaan layanan kemanusiaan.























































