Cegah Gejolak Minyak Goreng, Pemerintah Kebut Intervensi BUMN Pangan

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman – (foto/san-teroponbrakyat.co)

JAKARTA, teropongrakyat.co — Pemerintah menegaskan kehadirannya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng di dalam negeri bagi masyarakat. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pengendalian pasokan dilakukan melalui langkah nyata di lapangan, termasuk penegakan aturan dan penguatan peran BUMN sebagai pengelola stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Kepala Bapanas Amran mengingatkan pengalaman masa lalu ketika minyak goreng sempat sulit dijumpai masyarakat dan harganya berfluktuasi. Menurutnya, itu merupakan kondisi yang tidak logis mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar dunia.

“Masih ingat tidak? Minyak goreng dulu pernah langka. Masuk akal tidak bisa terjadi itu tapi kita produsen terbesar dunia. (Jadi) tahun ini ditindak. Aku minta ditindak. Tidak ada imbauan. Tindakan yang ada kalau ingin main-main,” beber Amran dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan IdulFitri di Jakarta pada Kamis, (22/1/2026).

“Ini kita bekerja untuk rakyat, untuk produsen, untuk konsumen, untuk pedagang supaya tumbuh bersama. Nah nanti ke depan, kita harus sama-sama menjaga. Jadi ada BUMN lebih mudah untuk intervensi. Setiap ada kekosongan, BUMN yang isi,” kata Amran lagi.

Baca Juga:  Inspeksi Mendalam di GT Telaga Asih: API Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Terjaga

Ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang telah berlaku. Beleid ini sudah mewajibkan produsen mendistribusikan MinyaKita paling sedikit 35 persen dari realisasi Domestic Market Obligation (DMO) kepada Perum Bulog dan atau BUMN pangan sebagai Distributor Lini 1 (D1).

“Dulu DMO minyak goreng ke BUMN, kecil. Cuma 70 ribu, 60 ribu kiloliter. Sekarang 700 ribu kiloliter. Minyak goreng ada di Bulog dan ID FOOD. Jadi pemerintah harus hadir. Nanti operasi pasar, baru sekarang Bulog besar-besaran. 700 ribu kiloliter kita siapkan. ID FOOD dengan Bulog,” jelas Amran.

Cegah Gejolak Minyak Goreng, Pemerintah Kebut Intervensi BUMN Pangan - Teropong Rakyat

“Indonesia tidak bisa kekurangan minyak goreng sampai langka, padahal kita mensuplai negara lain. Dunia kita suplai. Kita memberikan pada negara lain. Akhirnya lahir DMO 35 persen untuk BUMN pangan, setara 700 ribu kiloliter,” tambah Amran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi minyak kelapa sawit Indonesia pada 2024 mencapai 45,44 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22,98 juta ton diekspor ke berbagai negara. Indonesia menguasai pangsa pasar ekspor minyak sawit global sebesar 48,38 persen, disusul Malaysia dengan 32,80 persen.

Baca Juga:  Gembira & Kuat Jadi Kunci Raih Penghargaan TJSL Bergengsi

“Kita operasi pasar itu karena ada rakyat 260 juta menunggu uluran tangan pemerintah, manakala terjadi gejolak harga. Intinya adalah kita ingin menjadi stabilisator, menjadi penengah untuk meredam harga yang bergejolak. Itu tujuan seluruh kebijakan yang kita ambil. Tidak ada tujuan lain,” pungkas Amran.

Saat ini, pengelolaan stok CPP minyak goreng berupa MinyaKita berada di Perum Bulog dan ID FOOD. Penguatan peran BUMN tersebut membuat intervensi pasar dapat dilakukan lebih cepat, terutama menjelang HBKN Ramadan dan Idulfitri, yang kerap diiringi naiknya permintaan masyarakat. Adapun stok CPP minyak goreng per 22 Januari 2026 berada di angka 7 ribu kiloliter.

Harga MinyaKita telah diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024. Dalam aturan tersebut, harga penjualan MinyaKita ditetapkan paling tinggi Rp 13.500 per liter di tingkat D1, Rp 14.000 per liter di tingkat D2, dan Rp 14.500 per liter di tingkat pengecer. Sementara itu, harga eceran tertinggi di tingkat konsumen berada di angka Rp 15.700 per liter.

Penulis : San"

Editor : Roq

Berita Terkait

Bupati Subang Hadir Pengukuhan UPZ Baznas Yang Amanah Berintegritas
PT Pelindo Solusi Logistik Berubah Nama Menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva
Bupati Malang Sanusi Siap Buka Musda X LDII 2026 di Pendopo Panji
KSOP Kelas II Marunda Fokus Tingkatkan Sistem Pelayanan untuk Meningkatkan Kepuasan Masyarakat
Pemkot Jakarta Barat Gelar Kerja Bakti Serentak Jaga Jakarta Bersih di 8 Kecamatan
Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan, Pemuda LDII Tegaskan Sinergi Visi Kota Anugrah dan Pengabdian untuk Bangsa
Rayakan Hari Jadi ke-340, LPA Harapkan Kota Pasuruan Kian Ramah Anak
Pastikan Pelayanan 30 Ribu Porsi Bagi Peserta Mujahadah Kubro, Wabup Malang dan Sekda Kab. Malang Kunjungi Cek Pelaksanaan Dapur Umum Harlah 1 Abad NU di Halaman Pendopo Agung*

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:53 WIB

Bupati Subang Hadir Pengukuhan UPZ Baznas Yang Amanah Berintegritas

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:38 WIB

PT Pelindo Solusi Logistik Berubah Nama Menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:27 WIB

Bupati Malang Sanusi Siap Buka Musda X LDII 2026 di Pendopo Panji

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:44 WIB

KSOP Kelas II Marunda Fokus Tingkatkan Sistem Pelayanan untuk Meningkatkan Kepuasan Masyarakat

Senin, 9 Februari 2026 - 08:48 WIB

Pemkot Jakarta Barat Gelar Kerja Bakti Serentak Jaga Jakarta Bersih di 8 Kecamatan

Berita Terbaru