BLK Hadir Lebih Dekat, Peluang Kerja Warga Sumbawa Barat Makin Terbuka

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meresmikan revitalisasi Balai Latihan Kerja (foto:San”/teropongrakyat.co)

Sumbawa Barat, teropongrakyat.co – Akses pelatihan vokasi/kerja bagi masyarakat Sumbawa Barat kini semakin dekat dan mudah. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meresmikan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa Barat yang dipindahkan dari Kecamatan Poto Tano ke Kecamatan Taliwang, Nusa Tenggara Barat. Relokasi ini dilakukan agar layanan pelatihan lebih mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan pencari kerja.

Yassierli mengatakan, revitalisasi BLK merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat peran BLK sebagai pusat penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing, baik untuk pasar kerja dalam negeri maupun luar negeri.

“BLK tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja domestik, tetapi juga mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar siap bekerja di luar negeri,” ujarnya saat peletakan batu pertama revitalisasi BLK Sumbawa Barat, Kamis (22/1/2026).

Menurut Yassierli, pemindahan BLK ke pusat kabupaten akan memperluas jangkauan layanan pelatihan, terutama bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan biaya transportasi. Dengan akses yang lebih baik, BLK diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Terkait Mobil Wartawan Tempo yang Dirusak, Aktivis 98: TKP Tidak Jauh Dari Mabes Polri, Ini Adalah Pesan ?

Ia menilai daerah memiliki potensi besar sebagai sumber tenaga kerja unggul, namun perlu didukung pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan BLK tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga pembaruan tata kelola dan program pelatihan agar lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

BLK Sumbawa Barat pun diproyeksikan menjadi model transformasi BLK di Indonesia. Pengelolaannya diarahkan lebih profesional, kolaboratif dengan industri, serta berorientasi pada penyerapan tenaga kerja.

“Saya ingin BLK Sumbawa Barat menjadi contoh bagi BLK lain. Ini memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin dicapai dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat,” tegasnya.

BLK Hadir Lebih Dekat, Peluang Kerja Warga Sumbawa Barat Makin Terbuka - Teropong Rakyat

Selain sektor industri, BLK ini juga diarahkan membuka peluang kerja di sektor lain, termasuk penempatan pekerja migran ke luar negeri. BLK harus merancang kelas-kelas pelatihan khusus dan menjalin komunikasi dengan pihak yang memiliki akses penempatan tenaga kerja sesuai keahlian.

Menaker Yassierli juga menekankan prinsip inklusivitas dalam pengembangan BLK. Pelatihan vokasi, menurutnya, harus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk memperoleh pelatihan dan pekerjaan yang layak.

Baca Juga:  DPR Desak Polda Metro Jaya Tangkap, Bagaimana Nasib Firli Bahuri Mantan Bos Lembaga Antirasuah

“Kita harus membuka peluang yang sama bagi semua. Setiap warga negara berhak bekerja dan hidup sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan BLK harus selaras dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan, seperti teknologi informasi, digital marketing, hingga artificial intelligence (AI). Pelatihan vokasi dinilai menjadi solusi strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup kunjungannya, Yassierli berharap revitalisasi BLK Sumbawa Barat mampu melahirkan SDM unggul, berdaya saing, dan menjadikan Sumbawa Barat sebagai salah satu role model pengembangan ketenagakerjaan di kawasan Indonesia Timur.

Selain meresmikan revitalisasi BLK, Menaker juga memberikan kuliah umum dan pembekalan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Sumbawa Barat dengan tema Peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif dan Berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan peningkatan profesionalisme aparatur dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.

“Tantangan seperti kesenjangan kompetensi, keterbatasan akses pelatihan berkualitas, serta dampak otomatisasi dan digitalisasi membutuhkan perubahan mendasar dari cara pemerintah melayani masyarakat,” ujarnya. Biro Humas Kemnaker

Penulis : San"

Berita Terkait

Rawan Tumbang,10 Pohon di Jalur Padat Kendalpayak Malang Mulai DiPangkas
Dikukuhkan, 44 Pelajar Terbaik Jakarta Utara Siap Kibarkan Merah Putih
1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas
Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan
Lahan Bambu di Dau Terbakar, Api Membesar Diterpa Angin dan Nyaris Merembet ke Permukiman
GEMARI: Herdianto Kasi Uheksi Kejati Riau Cuma Ujung Keris–Tapi Kami Akan Tarik Keris Itu Sampai ke Gagangnya di Jakarta
Misbakhun Suntik Rp100 Juta untuk Persekap U-17, Dorong Talenta Muda Pasuruan Tembus Level Profesional
Kolaborasi Pusat dan DKI, Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Perlindungan Sosial

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Rawan Tumbang,10 Pohon di Jalur Padat Kendalpayak Malang Mulai DiPangkas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Dikukuhkan, 44 Pelajar Terbaik Jakarta Utara Siap Kibarkan Merah Putih

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:37 WIB

1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Lahan Bambu di Dau Terbakar, Api Membesar Diterpa Angin dan Nyaris Merembet ke Permukiman

Berita Terbaru