Waspada! Api Mengintai di Musim Kemarau, 34 Kebakaran Catat Kerugian Rp4,49 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co – Musim kemarau mulai membawa ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Malang. Sepanjang Juli 2026, tercatat sebanyak 34 kejadian kebakaran yang ditangani Satuan Polisi Pamong Praja melalui bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang.

Data rekapitulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran menunjukkan, pembakaran sampah menjadi penyebab paling dominan, dengan 14 kejadian. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Damkar, terlebih saat kemarau membuat kondisi lahan kering dan angin berpotensi mempercepat penyebaran api.

Dari 34 kejadian tersebut, kebakaran lahan menjadi objek yang paling banyak terbakar, yakni 15 kejadian. Disusul kebakaran rumah dan permukiman sebanyak 8 kejadian, industri 7 kejadian, pertokoan/kios 1 kejadian, instalasi listrik 1 kejadian, pergudangan 1 kejadian, serta kandang 1 kejadian.

Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah. Kecamatan Kepanjen dan Singosari menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, masing-masing 4 kejadian. Selanjutnya Bantur, Dau dan Lawang masing-masing 3 kejadian; Gedangan, Karangploso, Pakisaji dan Sumberpucung masing-masing 2 kejadian. Sedangkan Gondanglegi, Kalipare, Pujon, Turen, Wagir dan Wonosari masing-masing tercatat 1 kejadian.

Dari sisi penyebab, selain pembakaran sampah, kebakaran juga dipicu kelalaian atau kecerobohan sebanyak 6 kejadian, konsleting listrik 3 kejadian, kerusakan alat atau sistem 2 kejadian, kebocoran gas 2 kejadian dan penyalaan sendiri 2 kejadian. Sementara lima kejadian lainnya masih dalam penyelidikan.

Akibat 34 kejadian kebakaran tersebut, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp4,498 miliar. Meski demikian, tidak terdapat korban meninggal dunia. Sebanyak 83 orang dilaporkan selamat, sementara satu orang mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Momen Foto Kebersamaan Bupati dan Kajari di Tengah Sorotan Konflik Kepentingan Penanganan Kasus Hukum

Kepala Bidang Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, mengatakan pihaknya tidak hanya berfokus pada proses pemadaman ketika kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat dinilai jauh lebih penting untuk menekan potensi kebakaran.

“Kalau terjadi kebakaran memang tugas kami adalah menyelesaikan kejadian tersebut. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mencegahnya melalui edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Win menyoroti kebiasaan masyarakat membakar sisa hasil panen, khususnya di lahan tebu. Menurutnya, pembakaran harus dilakukan dengan pengawasan ketat dan tidak boleh ditinggalkan sebelum api benar-benar padam.

“Kalau memang harus membakar sisa hasil panen, lakukan dengan aman. Jangan sampai api ditinggal begitu saja, apalagi jika lahan di sebelahnya belum dipanen. Pembakaran harus dijaga sampai selesai karena jika ditinggalkan dapat memicu kebakaran yang meluas,” tegasnya.

Selain pembakaran sisa hasil panen, pembakaran sampah juga menjadi ancaman besar selama musim kemarau. Bara api yang tertiup angin dapat dengan cepat merambat menuju lahan kering maupun permukiman.

“Musim kemarau dengan angin yang cukup kencang membuat bara api mudah menyebar. Dua faktor dominan yang kami temukan adalah pembakaran lahan dan pembakaran sampah yang tidak diawasi,” jelas Win.

Untuk memperkuat pencegahan, Damkar Kabupaten Malang terus menggencarkan edukasi melalui berbagai media, termasuk penyebaran flyer dan imbauan keselamatan melalui media sosial. Edukasi juga direncanakan diperluas ke sekolah-sekolah agar pemahaman mengenai pencegahan kebakaran dapat ditanamkan sejak dini.

Baca Juga:  Bawaslu Perketat Pengawasan Pilkada 2024, Fokus Pada Titik Rawan

Win juga meminta masyarakat tidak tinggal diam ketika mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan. Peringatan dini dari warga dinilai dapat membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran besar.

Di sisi lain, luas wilayah Kabupaten Malang masih menjadi tantangan tersendiri bagi Damkar. Saat ini, Damkar Kabupaten Malang memiliki sekitar 60 personel yang terbagi dalam empat regu, dengan dukungan tiga pos pemadam.

“Dengan luas wilayah Kabupaten Malang, tentu masih dibutuhkan penambahan pos, personel, serta armada agar respons penanganan bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan personel dan sarana, komunikasi antarpetugas terus diperkuat agar setiap laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

Win berharap masyarakat juga mengambil peran dalam penanganan awal ketika melihat api, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak mengambil risiko yang membahayakan diri.

“Karena petugas membutuhkan waktu menuju lokasi, masyarakat diharapkan bisa melakukan upaya pengendalian awal semampunya dengan tetap mengutamakan keselamatan. Setelah itu petugas akan melanjutkan proses pemadaman,” pungkasnya.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan semata persoalan kesiapan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam mencegah munculnya api sejak awal. Terlebih di tengah musim kemarau, tindakan sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan api benar-benar padam dapat mencegah kerugian yang jauh lebih besar.

Berita Terkait

Lepas Purna Tugas Paskibraka Kota Batu, Wali Kota Nurochman Titip Pesan untuk Terus Jadi Teladan
Wali Kota Nurochman Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI
Dua Truk Pengangkut Ayam Terbakar di Bululawang,Diduga Berasal Dari Aktivitas Pembakaran Sampah
Wabup Malang Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Sinergi Pembangunan dan Penghormatan untuk Veteran Jadi Sorotan
Rawan Tumbang,10 Pohon di Jalur Padat Kendalpayak Malang Mulai DiPangkas
Dikukuhkan, 44 Pelajar Terbaik Jakarta Utara Siap Kibarkan Merah Putih
1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas
Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Lepas Purna Tugas Paskibraka Kota Batu, Wali Kota Nurochman Titip Pesan untuk Terus Jadi Teladan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Waspada! Api Mengintai di Musim Kemarau, 34 Kebakaran Catat Kerugian Rp4,49 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota Nurochman Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Dua Truk Pengangkut Ayam Terbakar di Bululawang,Diduga Berasal Dari Aktivitas Pembakaran Sampah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Wabup Malang Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Sinergi Pembangunan dan Penghormatan untuk Veteran Jadi Sorotan

Berita Terbaru