Tiga Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Malang, Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co – Tiga kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Malang dalam waktu yang hampir bersamaan pada Jumat (7/8/2026). Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Malang harus bergerak cepat menangani kebakaran rumah, lahan tebu, hingga lahan kosong untuk mencegah api meluas dan mengancam permukiman warga.

Tiga lokasi tersebut berada di Jalan Punten, Kecamatan Kepanjen; Desa Banjararum, Kecamatan Singosari; serta Jalan Raya Dr Wahidin, Kalirejo, Kecamatan Lawang.

Rumah Warga di Kepanjen Terbakar, Diduga akibat Charger HP

Kebakaran pertama terjadi di sebuah rumah milik Agus Yulianto di Jalan Punten, Kecamatan Kepanjen, sekitar pukul 13.45 WIB. Bangunan yang terbakar berukuran sekitar 6 x 5 meter.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari perangkat pengisi daya atau charger telepon seluler. Kepulan asap pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian segera menghubungi anggota Damkar Kabupaten Malang.

Laporan diterima Mako Damkar pada pukul 14.02 WIB. Petugas langsung berangkat empat menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 14.12 WIB.

Petugas kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 14.36 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Baca Juga:  Kebakaran Dapur RSSA Malang, Layanan Rumah Sakit Tetap Jalan

Sebanyak dua unit PMK sektor selatan dikerahkan dalam penanganan tersebut.

Tiga Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Malang, Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas - Teropong Rakyat

Api Merembet dari Lahan Tebu ke Dekat Permukiman

Kebakaran kedua terjadi di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Api membakar lahan tebu seluas kurang lebih satu hektare milik warga bernama Asruril.

Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran daun tebu kering setelah panen. Api kemudian merambat ke tanaman tebu yang belum dipanen dan bergerak mendekati kawasan perumahan warga.

Warga yang melihat api semakin cepat menjalar langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Laporan diterima pada pukul 14.30 WIB. Tim Damkar berangkat pukul 14.34 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.55 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 15.50 WIB.

Dalam penanganan tersebut, dua unit PMK Kabupaten Malang dibantu warga perumahan setempat serta dua personel Polsek Singosari.

Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Lahan Kosong di Lawang Ikut Terbakar

Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di lahan kosong kawasan Jalan Raya Dr Wahidin, Kalirejo, Kecamatan Lawang.

Api muncul sekitar pukul 12.30 WIB dan membakar lahan kosong dengan luas sekitar 100 x 100 meter. Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas pembakaran sampah di pinggir jalan.

Baca Juga:  Ketua Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur Tekankan Kewajiban Sekolah Lindungi Anak Bangsa sebagai Bagian dari Bela Negara

Saksi dari RS Siti Maryam yang melihat api bersama warga dan perangkat desa sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, karena khawatir api semakin membesar, warga akhirnya meminta bantuan Damkar Kabupaten Malang.

Laporan diterima petugas pukul 12.50 WIB. Regu pemadam berangkat pukul 12.53 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 13.08 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.50 WIB.

Dalam penanganan tersebut, satu unit PMK sektor utara diterjunkan bersama perangkat desa, warga sekitar, tiga personel relawan pemadam kebakaran (Redkar), serta tiga personel kepolisian.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan.

Damkar Ingatkan Warga Tak Sembarangan Membakar

Komandan Regu 1 Damkar Kabupaten Malang, Angga Krisnanto, mengatakan tiga kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap sumber api, terutama saat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pembakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah maupun daun tebu kering. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat menjalar, terlebih ketika kondisi lahan kering dan berdekatan dengan rumah warga,” ujar Angga.

Berita Terkait

Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota
Ratusan Sopir Angkot Blokade Jalan Raden Intan, Tolak Trans Jatim Koridor II
Grand Design SIF Giripurno Rampung, Kota Batu Siapkan Pertanian Berbasis Teknologi
Suku Dinas GULKARMAT Jakarta Pusat Distribusikan 21 APAR di RW 08 Kelurahan Utan Panjang
Rumah dan Kandang Terbakar di Kalipare, Seekor Sapi Mati Terpanggang
Kebakaran Gunung Kawi Capai 1.534 Hektare, Tim Gabungan Terus Pantau dan Lakukan Pendinginan
Perubahan APBD Batu Tembus Rp1 Triliun, Nurochman Minta Program Tak Sekadar Ubah Angka
Kebakaran Gunung Kawi Meluas, 1.459 Hektare Area Terbakar

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:29 WIB

Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota

Selasa, 29 September 2026 - 06:02 WIB

Ratusan Sopir Angkot Blokade Jalan Raden Intan, Tolak Trans Jatim Koridor II

Rabu, 23 September 2026 - 19:40 WIB

Grand Design SIF Giripurno Rampung, Kota Batu Siapkan Pertanian Berbasis Teknologi

Senin, 21 September 2026 - 16:27 WIB

Suku Dinas GULKARMAT Jakarta Pusat Distribusikan 21 APAR di RW 08 Kelurahan Utan Panjang

Senin, 21 September 2026 - 14:31 WIB

Rumah dan Kandang Terbakar di Kalipare, Seekor Sapi Mati Terpanggang

Berita Terbaru

Ekonomi

Dolar AS Turun, Rupiah Menguat 0,47 Persen ke Rp17.882

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:33 WIB