Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Pengerjaan proyek turap di Kali Cakung Lama, tepatnya di Jalan Lestari 7, Kampung Rawa Indah RT 01 RW 10, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, menuai polemik di tengah masyarakat terdampak. Selasa, (30/06/2026).
Sejak proyek berlangsung, warga mengeluhkan terputusnya akses jalan utama yang selama ini menjadi jalur aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada pelaku UMKM yang khawatir kehilangan pelanggan karena akses menuju permukiman menjadi sulit dilalui.
Selain itu, pasokan air bersih dari PAM sempat terhenti setelah pipa distribusi mengalami kerusakan akibat terdampak alat berat yang digunakan dalam pengerjaan proyek. Situasi ini menambah keresahan masyarakat yang sudah terdampak oleh penutupan akses jalan.
Kesulitan juga dirasakan warga yang sedang sakit dan harus menjalani pengobatan rutin. Salah seorang warga pengguna kursi roda bahkan mengalami kendala untuk keluar rumah karena jalur yang tersedia hanya cukup dilalui pejalan kaki, sehingga tidak memungkinkan kursi roda melintas dengan aman.
Menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut, pada Selasa (30/6/2026), Dewan Kota Kecamatan Cilincing, Epriyanto, turun langsung ke lokasi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas persoalan yang terjadi.
Gerak cepat pun dilakukan. Persoalan air bersih segera dikoordinasikan hingga akhirnya dapat ditangani. Sementara itu, warga yang sakit juga langsung mendapat perhatian melalui kunjungan petugas puskesmas ke rumah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memastikan kebutuhan pengobatan tetap terpenuhi.
Terkait akses jalan yang masih terputus, Epriyanto menjelaskan bahwa perbaikannya memang tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyampaikan proses penyediaan akses yang lebih layak diperkirakan membutuhkan waktu paling lambat sekitar satu minggu.
Di balik berbagai kendala yang muncul selama proses pembangunan, proyek turap Kali Cakung Lama sejatinya memiliki tujuan jangka panjang bagi masyarakat. Pembangunan turap diharapkan mampu memperkuat bantaran kali agar tidak mudah longsor, mengurangi risiko banjir dan abrasi tebing sungai, serta membuat aliran air menjadi lebih tertata. Dengan kondisi bantaran yang lebih kuat dan aman, lingkungan permukiman di sekitar kali juga diharapkan menjadi lebih nyaman dan terlindungi.
Masyarakat berharap proses pembangunan dapat terus berjalan, namun tetap mengedepankan keselamatan dan kebutuhan warga. Akses sementara yang layak, ketersediaan air bersih, serta perhatian terhadap kelompok rentan menjadi hal penting agar manfaat proyek dapat dirasakan tanpa mengorbankan aktivitas dan kehidupan masyarakat selama masa pengerjaan.



























































