Gempa Dahsyat NTT 47 Tewas 5.000 Mengungsi Ratusan Bangunan Rusak

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusa Tenggara Timur,TeropongRakyat.co – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) meninggalkan luka mendalam. Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, setidaknya 47 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi .

Kekuatan gempa yang berpusat di wilayah Nagekeo ini tak hanya meratakan bangunan, tetapi juga memicu rentetan gempa susulan yang mengkhawatirkan. Hingga Minggu dini hari, tercatat 341 kali gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 3,7 hingga 6,2 masih terus mengguncang wilayah tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah itu belum benar-benar aman, dan para ahli memperingatkan jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Baca Juga:  Sopir dan Kenek Mobil Box Jadi Korban Pemerasan, Pamapta Polres Jakbar Bergerak Cepat

“Kondisi di lapangan masih sangat sulit. Banyak warga memilih bermalam di luar rumah karena takut bangunan ambruk sewaktu-waktu. Proses pendataan pun belum tuntas karena akses yang terputus di beberapa titik,” ujar perwakilan BNPB dalam keterangan resminya .

Kabupaten Manggarai tercatat sebagai daerah dengan korban tewas terbanyak, mencapai 24 orang, diikuti Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, serta Ngada dan Ende masing-masing satu orang. Ribuan rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan tempat ibadah rusak berat, membebani warga yang kehilangan tempat berlindung.

Pemerintah pusat dan daerah telah mengerahkan tim gabungan untuk evakuasi serta pendistribusian bantuan, namun tantangan akses jalan yang putus dan pasokan logistik yang terbatas menjadi penghambat utama. Para pengungsi saat ini sangat membutuhkan tenda, makanan, air bersih, dan obat-obatan mengingat cuaca yang tidak menentu dan gempa susulan yang terus berulang.

Baca Juga:  BRI Kebon Jeruk Selenggarakan Kegiatan Senam Pagi Rutin untuk Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban serta pendataan kerusakan masih berlangsung terus-menerus. Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang demi keselamatan bersama. Bantuan dari berbagai daerah mulai mengalir, namun jalan masih panjang sebelum kehidupan warga NTT dapat kembali normal.

Teguh donie

Berita Terkait

Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta
9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia
Satpol PP Cek Lokasi yang Diduga Jadi Depo Kontainer di Rorotan, Aktivitas Tak Ditemukan
Eksekusi Tanah Pacuan Kuda 449 M², PN Jaktim Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur
Satpel LH Cilincing dan PPSU Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Akses Marunda
Aksi RUU Ketenagakerjaan, SPPTKI Tuntut Kepastian dan Kesejahteraan Buruh
Fasilitas Mewah dan Botol Wiski di Lapas Cibinong Disorot, Ditjen PAS Ungkap Pemilik Barang
Audiensi di WaliKota Jakut, Wali Kota Tegaskan Depo Kontainer di Rorotan Tak Bisa Berizin

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:47 WIB

Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta

Rabu, 30 September 2026 - 08:12 WIB

9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia

Selasa, 29 September 2026 - 18:26 WIB

Satpol PP Cek Lokasi yang Diduga Jadi Depo Kontainer di Rorotan, Aktivitas Tak Ditemukan

Selasa, 29 September 2026 - 17:13 WIB

Eksekusi Tanah Pacuan Kuda 449 M², PN Jaktim Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur

Selasa, 29 September 2026 - 16:20 WIB

Satpel LH Cilincing dan PPSU Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Akses Marunda

Berita Terbaru