Di Bimtek PPK, Gubernur DKI Tegaskan Setiap Keputusan di Lingkungan Pemprov Didasarkan Kerja Teknokratik

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,teropongrakyat.co – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Bimbingan Teknis bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota, Senin (29/06/2026).

Dalam sambutannya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan setiap keputusan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus didasarkan pada kerja teknokratik, yakni berlandaskan regulasi, data, fakta, kompetensi, dan pertimbangan profesional. Menurutnya, prinsip itu penting untuk memperkuat sistem meritokrasi birokrasi sekaligus memastikan program pembangunan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Setiap keputusan harus didasarkan pada regulasi, data dan fakta, pertimbangan profesional, serta dokumentasi yang memadai. Dengan dasar yang kuat, aparatur tidak perlu takut mengambil keputusan,” tutur Gubernur Pramono saat membuka Bimbingan Teknis Penguatan Tugas dan Wewenang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Agung.

Ia mengatakan kerja teknokratik memberi ruang bagi aparatur untuk menjalankan tugas sesuai kompetensi dan tanggung jawab. Karena itu, setiap keputusan harus diambil secara objektif tanpa dipengaruhi kepentingan di luar pelayanan publik dan pembangunan.

Menurut Gubernur Pramono, peran PPK sangat menentukan kualitas pengadaan barang dan jasa pemerintah. PPK bukan hanya bertugas menandatangani kontrak, tetapi juga mengambil keputusan yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu, mutu, dan manfaat setiap program.

Baca Juga:  International Day for Women in Maritime 2025, Kemenhub: Komitmen Dukung Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Dunia Maritim

“Pengadaan barang dan jasa menentukan kualitas jalan, sekolah, rumah sakit, transportasi, sistem digital, serta berbagai layanan publik yang diterima masyarakat. Karena itu, PPK harus memastikan setiap program berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” katanya.

Gubernur Pramono mengakui tugas PPK kini semakin kompleks, mulai dari perubahan regulasi, tuntutan akuntabilitas, hingga risiko administrasi, audit, dan hukum. Meski demikian, kehati-hatian, menurut dia, tidak boleh membuat aparatur ragu mengambil keputusan.

“Jakarta mengelola APBD yang sangat besar. Karena itu, para PPK harus berani mengambil keputusan sekaligus cerdas mengelola risiko. Keberanian itu harus dibangun di atas kompetensi, integritas, kepatuhan terhadap aturan, dan dokumentasi yang baik,” ujarnya.

Gubernur Pramono menambahkan, tata kelola pengadaan yang transparan, akuntabel, dan profesional juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, dan investor terhadap Jakarta sebagai kota global.

Saat ini terdapat sekitar 750 PPK di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Bimbingan teknis tersebut diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan ratusan peserta lainnya secara daring dari seluruh perangkat daerah.

Baca Juga:  CTP Tollways Dukung Kelancaran Nataru 2025/2026, Implementasikan Arahan dari Pemerintah

Kegiatan bertema “Berani Mengambil Keputusan, Cerdas Mengelola Risiko” itu menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Gubernur Pramono berharap bimbingan teknis tersebut dapat meningkatkan kapasitas sekaligus kepercayaan diri para PPK dalam menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.

“Kami menghadirkan narasumber yang kompeten agar para PPK memperoleh pemahaman yang utuh. Dengan bekal tersebut, mereka dapat mengambil keputusan secara tepat sekaligus menghindari potensi permasalahan hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya, mengatakan tema kegiatan tersebut sejalan dengan peran strategis PPK sebagai ujung tombak pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Harapannya, para PPK dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga pengadaan barang dan jasa di Jakarta berjalan berkualitas, tepat sasaran, serta terhindar dari permasalahan hukum,” ujar Patris.

Berita Terkait

Merasa Terancam, Wartawan Berhak Melapor dan Meminta Perlindungan Polisi
Semarak HUT DKI Jakarta ke-499 kelurahan Papanggo Mengadakan Acara Bazar UMKM Yang dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara
Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya
Safari Subuh Bupati Malang di Jabung, LDII Tunjukkan Peran Aktif Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pelayanan Masyarakat
Kaliku Lestari Nusantara Ajak Ratusan Relawan Bersihkan Sungai dan Tebar 1.000 Benih Ikan di Pakisaji
5 nyawa melayang karena salah kaprah. Koperasi bukan barak militer. BPI KPNPA RI Tuntut Penghentian Latsarmil KDMP
Wali Kota Batu Tinjau Jalur Usaha Tani, Dorong Penataan Kawasan dan Ajak Warga Jaga Kebersihan
Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:50 WIB

Di Bimtek PPK, Gubernur DKI Tegaskan Setiap Keputusan di Lingkungan Pemprov Didasarkan Kerja Teknokratik

Senin, 29 Juni 2026 - 15:06 WIB

Merasa Terancam, Wartawan Berhak Melapor dan Meminta Perlindungan Polisi

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:47 WIB

Semarak HUT DKI Jakarta ke-499 kelurahan Papanggo Mengadakan Acara Bazar UMKM Yang dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:17 WIB

Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:07 WIB

Safari Subuh Bupati Malang di Jabung, LDII Tunjukkan Peran Aktif Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru