Kota Malang| Teroponrakyat.co –Enam Derajat, kelompok mahasiswa Praktikum 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sukses menyelenggarakan event pemutaran film “The Night of Sawijining” di Khatulistiwa Center Cafe, Malang, pekan lalu.
Acara ini menjadi momen spesial untuk memperkenalkan film pendek berjudul “Sawijining”, sebuah karya Contour Cinema, tim mahasiswa Praktikum Audio Visual Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2022 yang mengangkat unsur budaya lokal, psikologi, dan cerita rakyat yang masih hidup di tengah masyarakat.
Sawijining merupakan film pendek bergenre drama psikologis yang mengangkat kisah Sutari, seorang ibu tunggal yang kehilangan anaknya secara misterius.
Dalam kondisi yang penuh kecemasan dan ketidakpastian, Sutari meyakini bahwa anaknya diculik oleh sosok Wewe Gombel, tokoh folklor yang dikenal dalam cerita rakyat Jawa.
Melalui narasi yang emosional dan penuh ketegangan, film ini mengeksplorasi tema kehilangan, trauma, serta hubungan antara kepercayaan budaya dan kondisi psikologis seseorang.
Selain pemutaran film, acara The Night of Sawijining juga menghadirkan sesi talkshow yang membahas proses kreatif di balik produksi film, mulai dari pengembangan ide cerita, penulisan naskah, proses produksi, hingga tantangan yang dihadapi selama pembuatan film.
Sesi ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk memahami lebih dalam pesan dan makna yang ingin disampaikan melalui Sawijining langsung dari para pihak yang terlibat dalam proses kreatifnya.
Setelah sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan Q&A (Question and Answer Session) yang berlangsung secara interaktif.
Para penonton diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, maupun interpretasi mereka terhadap film yang telah ditayangkan.
Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia juga menyediakan hadiah berupa blind box bagi tiga penanya terpilih yang berhasil memberikan pertanyaan menarik dan relevan selama sesi berlangsung.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari audiens dan menciptakan suasana diskusi yang hangat serta komunikatif antara penonton dan narasumber. Pemutaran The Night of Sawijining dihadiri oleh mahasiswa, para kru produksi, pemeran film, serta tamu undangan yang turut memberikan dukungan terhadap karya mahasiswa.
Kehadiran para pemain film memberikan kesempatan bagi penonton untuk lebih mengenal karakter dan proses kreatif yang terjadi di balik layar.
Menariknya, tidak hanya peserta yang telah terdaftar yang menikmati acara tersebut, sejumlah pengunjung Khatulistiwa Center Cafe yang awalnya datang untuk menikmati suasana kafe juga turut bergabung dan menyaksikan film hingga akhir penayangan.
Hal ini menunjukkan bila Sawijining mampu menarik perhatian publik dan menghadirkan pengalaman menonton yang relevan bagi berbagai kalangan.
Tumbuhnya Perfilman Mahasiswa
Melalui The Night of Sawijining, Enam berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya apresiasi terhadap karya audio visual mahasiswa, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai isu-isu sosial, psikologis, dan budaya yang diangkat dalam film.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemutaran film, namun juga menjadi bentuk dukungan terhadap tumbuhnya industri kreatif dan perfilman independen yang berangkat dari lingkungan akademik.
Sedangkan Enam Derajat yang merupakan tim mahasiswa Praktikum Audio Visual Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2023 yang berfokus pada publikasi dan distribusi karya audio visual.
Wadah Mempertemukan Karya Mahasiswa
Zherlinda , Publicist Manager Enamderajat, menyatakan bahwa acara tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, namun juga wadah untuk mempertemukan karya mahasiswa dengan audiens yang lebih luas.
“Melalui The Night of Sawijining, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi karya mahasiswa sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati dan mendiskusikan film yang mengangkat isu psikologis dan budaya lokal, ” ujarnya.
Ia menilai antusiasme penonton yang hadir, termasuk pengunjung kafe yang turut bergabung menyaksikan film, menjadi bukti bahwa karya mahasiswa memiliki daya tarik dan mampu menjangkau khalayak yang lebih luas.
Sementara itu, Aulia Azahra, Event Coordinator The Night of Sawijining mengaku senang atas kelancaran acara dan partisipasi aktif dari para peserta. “Kami sangat senang melihat respons positif dari para penonton sepanjang acara berlangsung. Mulai dari sesi pemutaran film, talkshow, hingga Q&A, audiens menunjukkan keterlibatan yang luar biasa, ” katanya
Aulia berharap, penayangan film ini tidak hanya menjadi pengalaman menonton yang berkesan, juga bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terus berkarya dan berani menampilkan hasil kreativitas mereka kepada publik.



























































