MPLS Dimulai, 323 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Siap Menimba Ilmu

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

MALANG | Teropongrakyat.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., jajaran Forkopimda, Forkopimcam, kepala sekolah, wali siswa, dan calon peserta didik. Sebelum acara dimulai, Gubernur Khofifah bersama rombongan mengikuti rapat virtual dengan Menteri Sosial RI.

Dalam sambutannya, Bupati Malang Sanusi mengatakan Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia menyebut Kabupaten Malang bersyukur dipercaya menjadi salah satu daerah penyelenggara Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Baca Juga:  Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Fesal Musaad, menjadi narasumber dalam Program Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Menurut Sanusi, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih terdapat sekitar 32 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS), terdiri dari sekitar 12 ribu jenjang SD dan SMP serta sisanya jenjang SMA sederajat. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku pendidikan.

Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang, Warsito, S.Pd., menjelaskan sekolah menerapkan Kurikulum Nasional Merdeka dengan sistem multi entry dan multi exit, sehingga anak yang sempat putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan sesuai jenjangnya.

Selain pembelajaran akademik, seluruh siswa mengikuti pemetaan bakat dan minat melalui tes talenta serta telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Bantur sebelum memulai kegiatan belajar.

Warsito mengatakan fasilitas sekolah telah mencapai sekitar 95 hingga hampir 100 persen. Sarana yang tersedia meliputi ruang belajar, asrama putra dan putri, masjid, gedung serbaguna, serta fasilitas pendukung lainnya, meski beberapa bangunan masih dalam tahap penyelesaian.

Baca Juga:  Api Lahan Tebu Dekati Permukiman di Singosari, Damkar Kabupaten Malang Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang menampung 323 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang serta beberapa daerah lain seperti Lumajang dan Kediri. Seluruh siswa menjalani sistem pendidikan berasrama dengan masa pembiasaan selama 40 hari untuk membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Usai menghadiri kegiatan Open House dan MPLS, Gubernur Khofifah melanjutkan agenda menuju lokasi pasar murah di rumah Kepala Desa Srigonco sebelum kembali ke Kota Malang.

Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang diharapkan dapat memperluas pemerataan pendidikan sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Malang.

Berita Terkait

Ketua Umum PDKN Rahman Sabon kritik tata kelola pemerintahan, ketimpangan Freeport di Papua, dan pembangunan IKN yang dikuasai oligarki
Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan
Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang
Siswa SDIT Bina Insani Sukun Rayhan Farrel Dipercaya Bacakan Teks Pancasila di Barikan Anak Nusantara
MPLS Hari Kedua di Sekolah Rakyat Terintergrasi 1 Kabupaten Malang Diisi Salat Subuh dan Senam Pagi
Lepas Purna Tugas Paskibraka Kota Batu, Wali Kota Nurochman Titip Pesan untuk Terus Jadi Teladan
Waspada! Api Mengintai di Musim Kemarau, 34 Kebakaran Catat Kerugian Rp4,49 Miliar
Wali Kota Nurochman Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Ketua Umum PDKN Rahman Sabon kritik tata kelola pemerintahan, ketimpangan Freeport di Papua, dan pembangunan IKN yang dikuasai oligarki

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Siswa SDIT Bina Insani Sukun Rayhan Farrel Dipercaya Bacakan Teks Pancasila di Barikan Anak Nusantara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:28 WIB

MPLS Hari Kedua di Sekolah Rakyat Terintergrasi 1 Kabupaten Malang Diisi Salat Subuh dan Senam Pagi

Berita Terbaru