Tangerang – Teropongrakyat.co – Sabtu, 01 Agustus 2026 – Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Banten, sukses menggelar Yudisium Program Pascasarjana Gelombang 3 pada Kamis (30/7/2026). Sebanyak 243 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar magister.
Kelulusan ini terdiri dari 94 mahasiswa Magister Ilmu Administrasi, 82 mahasiswa Magister Ilmu Hukum, dan 67 mahasiswa Magister Manajemen. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNIS, Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, Dip. RSL., M.Pd. Turut hadir Direktur Pascasarjana Dr. Ir. H. Hardjito S. Darmojo, M.Pd., ketua-ketua program studi, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika UNIS.
Dalam amanatnya, Rektor menegaskan kelulusan ini bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab moral yang lebih besar. “Setiap alumni yang diyudisium hari ini memikul amanah pendidikan yang besar. Jaga nama baik almamater, junjung tinggi integritas, dan harumkan nama UNIS di manapun Anda berkiprah,” ujar Prof. Mustofa Kamil.
Keberhasilan menuntaskan studi sejak Oktober 2024 hingga Juli 2026 membuktikan efektivitas sistem Hybrid Learning yang diterapkan. Fleksibilitas ini memungkinkan para profesional dari berbagai wilayah dan latar belakang profesi menimba ilmu tanpa meninggalkan tugas utama.

Riset Djami, S.Kom., S.H., M.H., C.MTr., C.HL., C.PS, mahasiswa Magister Ilmu Hukum asal Rote Ndao, mengaku sangat terbantu. “Sistem ini benar-benar membantu kami yang berada di daerah terluar. Belajar dan bekerja bisa berjalan seimbang. Terima kasih atas bimbingan dan pelayanan yang sigap,” tuturnya. Ia pun menanti puncak perhelatan wisuda pada 27 Oktober 2026.

Pembelajaran hibrida ini bahkan menjangkau hingga luar negeri. Dr. (C) Suteni, SH., SE., M.BA., MH, yang berdomisili di Hongkong, berbagi pengalaman: “Kami bertukar pandang dari berbagai daerah—Sumatra, Natuna, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Saat bertemu langsung di kampus, rasanya seperti menemukan keluarga baru.”

Senada disampaikan Suhardi, SP., SH., MH., M.BA asal Sulawesi Tenggara yang menilai ruang kelas ini kaya perspektif budaya.
Refleksi serupa disampaikan Elias Karim Nasution, SH., MH.: “Gelar ini bukan sekadar pencapaian, melainkan tanggung jawab baru untuk bekerja lebih bermanfaat bagi sesama dan menjaga nama baik almamater.”
Yudisium ini menjadi penanda selesainya fase akademis sebelum wisuda. Keberhasilan meluluskan peserta dari dalam dan luar negeri memperkuat posisi UNIS sebagai perguruan tinggi yang inklusif, adaptif, dan melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
Reporter : Johan / Ari

























































